alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Pecatan PNS Simpan 2,8 Ons Sabu dan 748 Ekstasi

JawaPos.com – Dua kali kesandung kasus narkoba tidak membuat kapok Jhony Krisbiantoro (JK) menekuni bisnis barang haram tersebut. Untuk kali ketiga, JK yang pecatan PNS itu harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Tak tanggung-tanggung, barang bukti (BB) narkoba yang disita polisi dari tangan mantan sopir Pemkab Banyuwangi itu lumayan besar. Untuk BB sabu-sabu seberat 282,29 gram atau setara 2,8 ons. Sedangkan ekstasi sebanyak 748 butir. Dari tangan pria berusia 40 tahun itu juga disita uang tunai Rp 20 juta yang diyakini sebagai hasil penjualan narkoba.

Jika dikalkulasi dengan uang, nilai narkoba milik JK mencapai Rp 619,6 juta. Asumsinya, jika  satu butir ekstasi dijual Rp 300 ribu, maka nilai nominalnya  Rp 224,4 juta. Itu belum termasuk sabu-sabu yang dijual per gramnya Rp 1,4 juta. Dari hasil penjualan 282,29 gram sabu tersebut, JK bisa mengantongi uang Rp 395,2 juta.

Tangkapan besar kasus narkoba itu kemarin dirilis Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin di hadapan wartawan media cetak, elektronik, dan online. Selama rilis, tersangka JK mengenakan seragam tahanan warna oranye. Wajahnya ditutup sebo. Hanya mata yang terbuka dengan pandangan lurus ke depan.

Di depannya berjejer sejumlah barang bukti narkoba. Ada sabu-sabu yang dibungkus empat  plastik kecil warna putih dan ratusan ekstasi yang dimasukkan delapan bungkus plastik. Ekstasi atau ineks ada dua warna, yaitu hijau daun dan pink. Ada pula uang tunai Rp 20 juta dan ponsel yang dibungkus tas kecil.

Baca Juga :  DPRD Siap Desak Penyelesaian RUU Terorisme

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, JK adalah pemain lama narkoba di Banyuwangi. Tahun 2013 dia ditangkap Satnarkoba Polres Banyuwangi terkait kepemilikan 1,4 gram sabu. Kali pertama ditangkap, status JK sebagai PNS di Pemkab Banyuwangi. Dia adalah sopir Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi. Proses hukum pun berjalan. Oleh hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi, JK divonis satu tahun empat bulan. Setelah ada putusan tetap, JK langsung diberhentikan dari PNS.

Selepas keluar dari penjara (tahun 2015) JK kembali berurusan dengan polisi. Lagi-lagi, dia ditangkap polisi dengan sangkaan menyimpan dan mengedarkan narkoba. Kali ini hukumannya lebih berat, yaitu enam tahun penjara. JK pun dilayar di Lapas Porong, Sidoarjo. Setelah hukuman dijalani dan mendapatkan pembebasan bersyarat (PB), JK bisa menghirup udara bebas dari Lapas Porong.

Akhir Desember 2020, JK pulang ke rumahnya di daerah Kabat, Banyuwangi. Rupanya, JK kembali menekuni bisnis haram tersebut. Senin (18/1) sekitar pukul 03.00, JK berhasil diamankan di Jalan Raya Pakis, Banyuwangi. Pagi itu juga, anggota Satnarkoba menggelandang JK ke rumahnya di Kabat untuk dilakukan pengembangan.

Setelah digeledah, di dalam rumah JK ditemukan BB narkoba, sabu-sabu dan ekstasi. Polisi juga mengamankan satu buah timbangan digital, uang tunai Rp 20 juta, satu buah iPhone, dan satu buah tas.

Baca Juga :  Pagar Toko Remuk Ditabrak Wuling, Penumpang Selamat

Kasus tersebut berhasil diungkap berkat penelusuran dari tersangka yang berinisial A yang diamankan sebagai pengguna narkoba jenis sabu. Dari pengembangan itulah polisi berhasil mengamankan JK.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan, kasus ini merupakan pengungkapan yang cukup besar untuk kelas Polresta. Tersangka tunggal dengan barang bukti 2,8 ons dan 748 butir pil ekstasi. ”Ini hasil pengembangan kasus narkoba yang sebelumnya mengamankan tersangka A yang sebagai pengguna,” kata Arman.

Dari hasil pengembangan tersebut, jelas Arman, polisi mengamankan tersangka. Tersangka yang berinisial JK itu merupakan seorang residivis dengan kasus serupa. ”Tersangka memang residivis, bahkan sudah sering masuk dengan kasus yang sama,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, masih kata Arman, polisi ternyata mendapatkan informasi JK masih berkeliaran di Kecamatan Kabat. Sehingga, petugas langsung melakukan pengintaian hingga penggerebekan. ”Setelah mendapatkan informasi dari JK, anggota langsung menggerebek tempat persembunyian tersangka,” terangnya.

Tanpa perlawanan, JK langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk dimintai keterangan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal barang terlarang tersebut. ”Kami secara tegas akan memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya,” tegas Arman. (rio/aif/c1)

JawaPos.com – Dua kali kesandung kasus narkoba tidak membuat kapok Jhony Krisbiantoro (JK) menekuni bisnis barang haram tersebut. Untuk kali ketiga, JK yang pecatan PNS itu harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Tak tanggung-tanggung, barang bukti (BB) narkoba yang disita polisi dari tangan mantan sopir Pemkab Banyuwangi itu lumayan besar. Untuk BB sabu-sabu seberat 282,29 gram atau setara 2,8 ons. Sedangkan ekstasi sebanyak 748 butir. Dari tangan pria berusia 40 tahun itu juga disita uang tunai Rp 20 juta yang diyakini sebagai hasil penjualan narkoba.

Jika dikalkulasi dengan uang, nilai narkoba milik JK mencapai Rp 619,6 juta. Asumsinya, jika  satu butir ekstasi dijual Rp 300 ribu, maka nilai nominalnya  Rp 224,4 juta. Itu belum termasuk sabu-sabu yang dijual per gramnya Rp 1,4 juta. Dari hasil penjualan 282,29 gram sabu tersebut, JK bisa mengantongi uang Rp 395,2 juta.

Tangkapan besar kasus narkoba itu kemarin dirilis Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin di hadapan wartawan media cetak, elektronik, dan online. Selama rilis, tersangka JK mengenakan seragam tahanan warna oranye. Wajahnya ditutup sebo. Hanya mata yang terbuka dengan pandangan lurus ke depan.

Di depannya berjejer sejumlah barang bukti narkoba. Ada sabu-sabu yang dibungkus empat  plastik kecil warna putih dan ratusan ekstasi yang dimasukkan delapan bungkus plastik. Ekstasi atau ineks ada dua warna, yaitu hijau daun dan pink. Ada pula uang tunai Rp 20 juta dan ponsel yang dibungkus tas kecil.

Baca Juga :  BPBD Validasi Kerusakan Rumah Warga

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, JK adalah pemain lama narkoba di Banyuwangi. Tahun 2013 dia ditangkap Satnarkoba Polres Banyuwangi terkait kepemilikan 1,4 gram sabu. Kali pertama ditangkap, status JK sebagai PNS di Pemkab Banyuwangi. Dia adalah sopir Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi. Proses hukum pun berjalan. Oleh hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi, JK divonis satu tahun empat bulan. Setelah ada putusan tetap, JK langsung diberhentikan dari PNS.

Selepas keluar dari penjara (tahun 2015) JK kembali berurusan dengan polisi. Lagi-lagi, dia ditangkap polisi dengan sangkaan menyimpan dan mengedarkan narkoba. Kali ini hukumannya lebih berat, yaitu enam tahun penjara. JK pun dilayar di Lapas Porong, Sidoarjo. Setelah hukuman dijalani dan mendapatkan pembebasan bersyarat (PB), JK bisa menghirup udara bebas dari Lapas Porong.

Akhir Desember 2020, JK pulang ke rumahnya di daerah Kabat, Banyuwangi. Rupanya, JK kembali menekuni bisnis haram tersebut. Senin (18/1) sekitar pukul 03.00, JK berhasil diamankan di Jalan Raya Pakis, Banyuwangi. Pagi itu juga, anggota Satnarkoba menggelandang JK ke rumahnya di Kabat untuk dilakukan pengembangan.

Setelah digeledah, di dalam rumah JK ditemukan BB narkoba, sabu-sabu dan ekstasi. Polisi juga mengamankan satu buah timbangan digital, uang tunai Rp 20 juta, satu buah iPhone, dan satu buah tas.

Baca Juga :  Ratusan Desa Masuk Kategori Rawan Banjir

Kasus tersebut berhasil diungkap berkat penelusuran dari tersangka yang berinisial A yang diamankan sebagai pengguna narkoba jenis sabu. Dari pengembangan itulah polisi berhasil mengamankan JK.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan, kasus ini merupakan pengungkapan yang cukup besar untuk kelas Polresta. Tersangka tunggal dengan barang bukti 2,8 ons dan 748 butir pil ekstasi. ”Ini hasil pengembangan kasus narkoba yang sebelumnya mengamankan tersangka A yang sebagai pengguna,” kata Arman.

Dari hasil pengembangan tersebut, jelas Arman, polisi mengamankan tersangka. Tersangka yang berinisial JK itu merupakan seorang residivis dengan kasus serupa. ”Tersangka memang residivis, bahkan sudah sering masuk dengan kasus yang sama,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, masih kata Arman, polisi ternyata mendapatkan informasi JK masih berkeliaran di Kecamatan Kabat. Sehingga, petugas langsung melakukan pengintaian hingga penggerebekan. ”Setelah mendapatkan informasi dari JK, anggota langsung menggerebek tempat persembunyian tersangka,” terangnya.

Tanpa perlawanan, JK langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk dimintai keterangan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal barang terlarang tersebut. ”Kami secara tegas akan memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya,” tegas Arman. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/