alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Friday, August 19, 2022

Baru Kenal di Medsos, Ketemuan, Gadis SMP Diperkosa Hingga Pendarahan

BANYUWANGI – Jangan mudah terbujuk saat berkenalan di media sosial (medsos). Salah kenalan bisa fatal akibatnya. Seperti yang dialami IT, 15, pelajar salah satu SMP Negeri di Banyuwangi ini.

Gara-gara baru kenal dengan seseorang di medsos, keperawan IT hilang direnggut pria tak bertanggung jawab. IT diperkosa  oleh teman lelakinya yang baru dikenal lewat Facebook.

Nasib malang yang menimpa bocah kelas IX SMP itu berawal saat IT berkenalan dengan salah seorang lelaki melalui Facebook. Baru kenal dua hari, IT diajak bertemu darat oleh teman lelakinya yang berinisial SU tersebut.

Mamat, salah satu keluarga IT mengatakan, keponakannya itu diajak bertemu oleh SU di rumahnya yang berada di belakang Stadion Diponegoro Banyuwangi. Pertemuan itu terjadi Jumat lalu (15/12). “Sepulang sekolah, sekitar pukul 14.00 keponakan saya keluar rumah dan menemui SU ini di rumahnya belakang stadion,” ungkap Mamat.

Baca Juga :  Tergugat Absen, Sidang Tukar Guling Ditunda, Warga Pasewaran Kecewa

Dalam pertemuan itu, keponakannya seorang diri. Saat itu, di rumah SU banyak anak yang berpakaian mirip anak punk. Satu jam usai pertemuan, tepatnya pukul 15.00, keponakannya itu pulang kembali ke rumahnya di Kelurahan Mandar. Yang mengejutkan, saat pulang dengan berjalan kaki itu, keponakannya mengalami pendarahan hebat. “Ayah korban ini kaget, karena darah mengalir cukup deras dan sempat dikira menstruasi. Tapi setelah ditanya kenapa, ternyata terungkap jika dia baru saja diperkosa oleh SU,” jelasnya.

Karena kondisinya lemah, IT langsung dibawa ke RS Bunda. Bahkan, karena pendarahan hebat, hingga menghabiskan tiga kantong darah segar. “Alhamdulillah setelah dari RS Bunda, kondisi IT kini kembali pulih,” terang Mamat.

Usai mengetahui anak gadisnya diperkosa, kedua orang tua IT langsung lapor ke Polres Banyuwangi. Namun, sayang karena belum ada bukti visumnya, oleh polisi disarankan untuk ke rumah sakit memperoleh visum.

Baca Juga :  Terancam Penjara, Kenalan di Medsos Berlanjut di Ranjang

Baru pada Selasa pagi (19/12), dengan diantar kedua orang tuanya,  IT mengadukan hal itu itu kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTPPA) kantor BKKBN Banyuwangi.

Usai dimintai keterangan, IT dan keluarganya diantar ke RSI Fatimah untuk dimintakan visum dengan didampingi petugas PPTPPA hingga laporan ke Mapolres Banyuwangi.

Kepala Sekretariat PPTPPA Banyuwangi, Belly Koshariyati membenarkan pihaknya menerima laporan terkait pemerkosaan perempuan di bawah umur tersebut. “Kami tetap melakukan pendampingan kepada korban, mulai laporan ke polisi hingga persidangan di Pengadilan Negeri,” ujar Belly.

Selasa sore (19/12), kedua orang tua korban didampingi pihak PPTPPA melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Banyuwangi. Sayangnya, saat dikonfirmasi terkait laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut, Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodik Efendi tidak ada di tempat. Dihubungi nomor HP-nya juga tidak aktif.

BANYUWANGI – Jangan mudah terbujuk saat berkenalan di media sosial (medsos). Salah kenalan bisa fatal akibatnya. Seperti yang dialami IT, 15, pelajar salah satu SMP Negeri di Banyuwangi ini.

Gara-gara baru kenal dengan seseorang di medsos, keperawan IT hilang direnggut pria tak bertanggung jawab. IT diperkosa  oleh teman lelakinya yang baru dikenal lewat Facebook.

Nasib malang yang menimpa bocah kelas IX SMP itu berawal saat IT berkenalan dengan salah seorang lelaki melalui Facebook. Baru kenal dua hari, IT diajak bertemu darat oleh teman lelakinya yang berinisial SU tersebut.

Mamat, salah satu keluarga IT mengatakan, keponakannya itu diajak bertemu oleh SU di rumahnya yang berada di belakang Stadion Diponegoro Banyuwangi. Pertemuan itu terjadi Jumat lalu (15/12). “Sepulang sekolah, sekitar pukul 14.00 keponakan saya keluar rumah dan menemui SU ini di rumahnya belakang stadion,” ungkap Mamat.

Baca Juga :  Tepergok Hendak Curi Mobil Tetangga

Dalam pertemuan itu, keponakannya seorang diri. Saat itu, di rumah SU banyak anak yang berpakaian mirip anak punk. Satu jam usai pertemuan, tepatnya pukul 15.00, keponakannya itu pulang kembali ke rumahnya di Kelurahan Mandar. Yang mengejutkan, saat pulang dengan berjalan kaki itu, keponakannya mengalami pendarahan hebat. “Ayah korban ini kaget, karena darah mengalir cukup deras dan sempat dikira menstruasi. Tapi setelah ditanya kenapa, ternyata terungkap jika dia baru saja diperkosa oleh SU,” jelasnya.

Karena kondisinya lemah, IT langsung dibawa ke RS Bunda. Bahkan, karena pendarahan hebat, hingga menghabiskan tiga kantong darah segar. “Alhamdulillah setelah dari RS Bunda, kondisi IT kini kembali pulih,” terang Mamat.

Usai mengetahui anak gadisnya diperkosa, kedua orang tua IT langsung lapor ke Polres Banyuwangi. Namun, sayang karena belum ada bukti visumnya, oleh polisi disarankan untuk ke rumah sakit memperoleh visum.

Baca Juga :  Ditelepon Tak Ada Jawaban, Ternyata Sudah Tergantung di Plafon Rumah

Baru pada Selasa pagi (19/12), dengan diantar kedua orang tuanya,  IT mengadukan hal itu itu kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTPPA) kantor BKKBN Banyuwangi.

Usai dimintai keterangan, IT dan keluarganya diantar ke RSI Fatimah untuk dimintakan visum dengan didampingi petugas PPTPPA hingga laporan ke Mapolres Banyuwangi.

Kepala Sekretariat PPTPPA Banyuwangi, Belly Koshariyati membenarkan pihaknya menerima laporan terkait pemerkosaan perempuan di bawah umur tersebut. “Kami tetap melakukan pendampingan kepada korban, mulai laporan ke polisi hingga persidangan di Pengadilan Negeri,” ujar Belly.

Selasa sore (19/12), kedua orang tua korban didampingi pihak PPTPPA melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Banyuwangi. Sayangnya, saat dikonfirmasi terkait laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut, Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodik Efendi tidak ada di tempat. Dihubungi nomor HP-nya juga tidak aktif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/