alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, August 16, 2022

Polisi, Kades, dan Pengusaha Tertangkap Nyabu

RadarBanyuwangi.id –  Tiga sekawan lain profesi ditangkap anggota Reskrimsus Polresta Banyuwangi. Mereka digerebek saat pesta sabu-sabu di rumah salah satu anggota polisi, Jumat malam (16/4). Tiga sekawan tersebut adalah kepala desa, pengusaha, dan aknum polisi sekaligus tuan rumah acara nyabu tersebut.

Perkara tiga tersangka tersebut langsung dilimpahkan ke penyidik Satnarkoba Polresta Banyuwangi. Sedangkan si oknum polisi perkaranya ditangani  Unit Profesi dan Pengamanan (Propam). Dari lokasi penggerebekan disita barang bukti berupa 1 paket sabu-sabu dengan berat bersih 0, 17 gram, satu buah alat hisap (bong) dan satu Iphone warna hitam serta ponsel merek Oppo warna biru.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, tiga tersangka yang diamankan adalah RA, 38, warga perumahan Berlian Citra Kertanegara Blok B8, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi. RA sehari-harinya berdinas di Polsek Glagah. Tersangka lainnya MH, 54, Kepala Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo dan WW, 40, seorang pengusaha benur asal Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo.

Penangkapan  terjadi Jumat (16/4)  pukul 23.00. Malam itu, anggota Reskrimsus Polresta Banyuwangi mendapatkan informasi ada jual-beli benur  ilegal yang dilakukan oleh WW. Dari informasi itu, anggota Reskrimsus memantau gerak-gerik  WW. Di mata polisi, WW masuk target operasi (TO) kasus benur.

Baca Juga :  SMAN 1 Banyuputih Seminar Anti Narkoba-Penanganan HIV/AIDS

Satu jam kemudian, polisi mendapatkan informasi kalaa WW berada di rumah temannya di  Perumahan Berlian Citra Kertanegara, Kelurahan Kebalenan.  Setelah informasi diapastikan A1 (valid),  polisi menggerebek rumah tersebut. Benar saja, rupanya WW ada di rumah tersebut. Begitu pintu dibuka, WW tengah nyabu bersama MH dan AR sang pemilik rumah.

Karena ada anggota polisinya, unit Reskrimsus langsung menghubungi unit Propam Polresta Banyuwangi. Tak seberapa lama, personel Propam datang, lalu menyita senjata api milik AR.  Malam itu juga, ketiganya langsung dibawa ke Polresta Banyuwangi. Dari lokasi penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah sabu-sabu seberat 0,17 gram, pipet, dan bong.

Penangkapan tiga tersangka tersebut dibenarkan oleh Kasatnarkoba Kompol Ponszi Indra. Ponszi mengaku mendapatkan penyerahan dari unit lain terkait penangkapan perkara narkoba. ”Memang benar, ketiganya sudah diserahkan kepada kita untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga :  Bermain Sambil Mengenang Masa Lalu

Saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan kepada tiga orang tersebut. Ketiganya juga ilakukan es urine untuk memastikan mengonsumsi narkoba atau tidak. ”Masih menunggu hasil test urine dulu, baru kita bisa pastikan bahwa ketiganya menggunakan narkoba apa tidak,” tuturnya.

Ponszi mengakui dari penangkapan tersebut juga  disita sejumlah barang bukti seperti sabu dan peralatanya.  Sedangkan berapa berat sabu-sabunya, pihaknya belum bisa memastikan. ”Ada alat hisap dan sabu, tapi berapa beratnya saya belum bisa pastikan,” terangnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, ketiga orang yang ditangkap masih dalam pemeriksaan. Terkait keterlibatan oknum polisi, pihaknya menyerahkan langsung kepada Propam. ”Kasus ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan untuk oknum polisi penangannya dilakukan oleh propam,” tegasnya.

Kasi Propam Polresta Banyuwangi Ipda Soenyoto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidka mau menjawab. Pesan lewat WhastApp yang dikirimkan sejak pukul 13.00, hanya dibaca saja. (rio/aif)

RadarBanyuwangi.id –  Tiga sekawan lain profesi ditangkap anggota Reskrimsus Polresta Banyuwangi. Mereka digerebek saat pesta sabu-sabu di rumah salah satu anggota polisi, Jumat malam (16/4). Tiga sekawan tersebut adalah kepala desa, pengusaha, dan aknum polisi sekaligus tuan rumah acara nyabu tersebut.

Perkara tiga tersangka tersebut langsung dilimpahkan ke penyidik Satnarkoba Polresta Banyuwangi. Sedangkan si oknum polisi perkaranya ditangani  Unit Profesi dan Pengamanan (Propam). Dari lokasi penggerebekan disita barang bukti berupa 1 paket sabu-sabu dengan berat bersih 0, 17 gram, satu buah alat hisap (bong) dan satu Iphone warna hitam serta ponsel merek Oppo warna biru.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, tiga tersangka yang diamankan adalah RA, 38, warga perumahan Berlian Citra Kertanegara Blok B8, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi. RA sehari-harinya berdinas di Polsek Glagah. Tersangka lainnya MH, 54, Kepala Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo dan WW, 40, seorang pengusaha benur asal Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo.

Penangkapan  terjadi Jumat (16/4)  pukul 23.00. Malam itu, anggota Reskrimsus Polresta Banyuwangi mendapatkan informasi ada jual-beli benur  ilegal yang dilakukan oleh WW. Dari informasi itu, anggota Reskrimsus memantau gerak-gerik  WW. Di mata polisi, WW masuk target operasi (TO) kasus benur.

Baca Juga :  Edarkan Pil Koplo Tengah Malam, Bagus Dibekuk

Satu jam kemudian, polisi mendapatkan informasi kalaa WW berada di rumah temannya di  Perumahan Berlian Citra Kertanegara, Kelurahan Kebalenan.  Setelah informasi diapastikan A1 (valid),  polisi menggerebek rumah tersebut. Benar saja, rupanya WW ada di rumah tersebut. Begitu pintu dibuka, WW tengah nyabu bersama MH dan AR sang pemilik rumah.

Karena ada anggota polisinya, unit Reskrimsus langsung menghubungi unit Propam Polresta Banyuwangi. Tak seberapa lama, personel Propam datang, lalu menyita senjata api milik AR.  Malam itu juga, ketiganya langsung dibawa ke Polresta Banyuwangi. Dari lokasi penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah sabu-sabu seberat 0,17 gram, pipet, dan bong.

Penangkapan tiga tersangka tersebut dibenarkan oleh Kasatnarkoba Kompol Ponszi Indra. Ponszi mengaku mendapatkan penyerahan dari unit lain terkait penangkapan perkara narkoba. ”Memang benar, ketiganya sudah diserahkan kepada kita untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga :  Duh, Ibu Rumah Tangga Ini Miliki Sabu-Sabu, Ketangkep Deh...

Saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan kepada tiga orang tersebut. Ketiganya juga ilakukan es urine untuk memastikan mengonsumsi narkoba atau tidak. ”Masih menunggu hasil test urine dulu, baru kita bisa pastikan bahwa ketiganya menggunakan narkoba apa tidak,” tuturnya.

Ponszi mengakui dari penangkapan tersebut juga  disita sejumlah barang bukti seperti sabu dan peralatanya.  Sedangkan berapa berat sabu-sabunya, pihaknya belum bisa memastikan. ”Ada alat hisap dan sabu, tapi berapa beratnya saya belum bisa pastikan,” terangnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, ketiga orang yang ditangkap masih dalam pemeriksaan. Terkait keterlibatan oknum polisi, pihaknya menyerahkan langsung kepada Propam. ”Kasus ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan untuk oknum polisi penangannya dilakukan oleh propam,” tegasnya.

Kasi Propam Polresta Banyuwangi Ipda Soenyoto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidka mau menjawab. Pesan lewat WhastApp yang dikirimkan sejak pukul 13.00, hanya dibaca saja. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/