alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Permintaan Melonjak 500 Persen, Stok Oksigen Banyuwangi Aman

RadarBanyuwangi.id – Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan obat dan berbagai kebutuhan penanganan pasien yang terserang virus korona. Tidak terkecuali stok oksigen.

Seperti diketahui, melonjaknya kasus Covid-19 di berbagai daerah di tanag air, termasuk Banyuwangi, membuat kebutuhan oksigen medis meningkat tajam. Peningkatan permintaan mencapai ratusan persen per hari.

Untuk itu, Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau langsung gudang penyedia tabung oksigen yang berlokasi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa, yakni PT Samator, kemarin (9/7). “Jadi hari ini (kemarin) kami cek, kami pastikan suplai lancar. Semua rumah sakit di Banyuwangi dipasok dari sini. Bahkan kabupaten tetangga juga dipasok dari sini. Tadi saya cek ada lonjakan permintaan oksigen, bisa sampai 400-450 tabung per hari. Biasanya hanya 75 tabung per hari. Kabar baiknya, ketersediaan oksigen Insya Allah memadai,” ujarnya.

Baca Juga :  Ruang UGD Kosong, Lima Pasien Langsung Masuk ke Ruang Isolasi

Pada kesempatan tersebut Ipuk kembali mengingatkan warga untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes). Dengan demikian, potensi penularan virus korona bisa diminimalkan. “Kalau terjangkit Covid-19 berpotensi mengalami kesulitan pernapasan. Maka, lebih baik kita hindari. Lebih enak hirup oksigen langsung dari udara bebas ketimbang dari tabung. Ya kan?” imbuhnya.

Kepala Cabang PT Samator Banyuwangi Didik Iskandar mengatakan, sebelum pandemi, kebutuhan tabung oksigen medis untuk fasilitas kesehatan (faskes) di Banyuwangi sebanyak 75 tabung tiap hari. Sedangkan pada masa pandemi kebutuhan oksigen melonjak menjadi 400 sampai 450 tabung per hari. “Kami pastikan untuk stok kebutuhan tabung oksigen medis di Banyuwangi aman,” kata dia.

Didik menuturkan, saat ini pihaknya mengutamakan memproduksi oksigen medis untuk rumah sakit lantaran permintaannya meningkat tajam. “Tiap hari kami mengirim 400 hingga 450 tabung menggunakan tiga truk,” tuturnya. 

Baca Juga :  Langsung Konsultasi Perbup Muatan Barang

Didik mengatakan selama masa pandemi tiap hari memenuhi kebutuhan enam rumah sakit rujukan Covid-19 di Banyuwangi. Dia mencontohkan Rumah Sakit Graha Medika Banyuwangi yang sebelum pandemi hanya membutuhkan 13 tabung sehari, saat ini mencapai 150 hingga 200 tabung sehari. Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan yang sebelumnya hanya 10 tabung per hari, kini membutuhkan 60 tabung per hari. “Untuk rumah sakit tergantung jumlah kapasitas intensive care unit (ICU) dan isolasi. Semakin besar kapasitasnya semakin banyak kebutuhan tabung oksigen,” kata Didik. 

Didik juga menegaskan tidak ada kenaikan harga tabung oksigen untuk kebutuhan medis. Selain memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan, perusahaan itu juga melayani masyarakat umum yang membutuhkan isi ulang oksigen. (sgt/aif)

RadarBanyuwangi.id – Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan obat dan berbagai kebutuhan penanganan pasien yang terserang virus korona. Tidak terkecuali stok oksigen.

Seperti diketahui, melonjaknya kasus Covid-19 di berbagai daerah di tanag air, termasuk Banyuwangi, membuat kebutuhan oksigen medis meningkat tajam. Peningkatan permintaan mencapai ratusan persen per hari.

Untuk itu, Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau langsung gudang penyedia tabung oksigen yang berlokasi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa, yakni PT Samator, kemarin (9/7). “Jadi hari ini (kemarin) kami cek, kami pastikan suplai lancar. Semua rumah sakit di Banyuwangi dipasok dari sini. Bahkan kabupaten tetangga juga dipasok dari sini. Tadi saya cek ada lonjakan permintaan oksigen, bisa sampai 400-450 tabung per hari. Biasanya hanya 75 tabung per hari. Kabar baiknya, ketersediaan oksigen Insya Allah memadai,” ujarnya.

Baca Juga :  Bakesbangpol Silaturahmi ke LDII

Pada kesempatan tersebut Ipuk kembali mengingatkan warga untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes). Dengan demikian, potensi penularan virus korona bisa diminimalkan. “Kalau terjangkit Covid-19 berpotensi mengalami kesulitan pernapasan. Maka, lebih baik kita hindari. Lebih enak hirup oksigen langsung dari udara bebas ketimbang dari tabung. Ya kan?” imbuhnya.

Kepala Cabang PT Samator Banyuwangi Didik Iskandar mengatakan, sebelum pandemi, kebutuhan tabung oksigen medis untuk fasilitas kesehatan (faskes) di Banyuwangi sebanyak 75 tabung tiap hari. Sedangkan pada masa pandemi kebutuhan oksigen melonjak menjadi 400 sampai 450 tabung per hari. “Kami pastikan untuk stok kebutuhan tabung oksigen medis di Banyuwangi aman,” kata dia.

Didik menuturkan, saat ini pihaknya mengutamakan memproduksi oksigen medis untuk rumah sakit lantaran permintaannya meningkat tajam. “Tiap hari kami mengirim 400 hingga 450 tabung menggunakan tiga truk,” tuturnya. 

Baca Juga :  Langsung Konsultasi Perbup Muatan Barang

Didik mengatakan selama masa pandemi tiap hari memenuhi kebutuhan enam rumah sakit rujukan Covid-19 di Banyuwangi. Dia mencontohkan Rumah Sakit Graha Medika Banyuwangi yang sebelum pandemi hanya membutuhkan 13 tabung sehari, saat ini mencapai 150 hingga 200 tabung sehari. Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan yang sebelumnya hanya 10 tabung per hari, kini membutuhkan 60 tabung per hari. “Untuk rumah sakit tergantung jumlah kapasitas intensive care unit (ICU) dan isolasi. Semakin besar kapasitasnya semakin banyak kebutuhan tabung oksigen,” kata Didik. 

Didik juga menegaskan tidak ada kenaikan harga tabung oksigen untuk kebutuhan medis. Selain memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan, perusahaan itu juga melayani masyarakat umum yang membutuhkan isi ulang oksigen. (sgt/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/