alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Penyedia Upal Dolar Mulai Jalani Sidang

RadarBanyuwangi.id – Setelah menjadi saksi enam terdakwa dalam sidang perkara peredaran uang dolar palsu, kini Sutikno alias Mbah Benu menjalani sidang perdana secara virtual di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banyuwangi, kemarin (9/7). Terdakwa sebagai tersangka ketujuh dari 13 sindikat peredaran uang palsu (upal) dolar. Dia disebut-sebut sebagai penyedia upal dolar yang dibeli oleh enam terdakwa sebelumnya.

Sidang yang dipimpin langsung Ketua Pengadian Negeri (PN) Banyuwangi Nova Flory Bunda tersebut mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robi Kusnia Wijaya. Terdakwa Sutikno yang berasal dari  Jombang disebut-sebut sebagai  penjual upal dolar tahun pembuatan 2006 kepada Heru Wiratno. ”Terdakwa ditangkap dari pengembangan enam terdakwa sebelumnya,” cetus Robi.

Robi mengatakan, terdakwa yang menjual uang pecahan dolar pecahan 100 dolar kepada enam terdakwa yang sudah disidangkan sebelumnya. Selain sebagai penyedia, terdakwa juga dituding sebagai penjual. ”Dia (terdakwa) yang menawarkan upal dolar palsu tersebut, sehingga terjadilah traksaksi,” katanya.

Baca Juga :  Angkat Kuliner Lokal Lewat Sego Lemeng

Meski begitu, terdakwa sudah menjelaskan  jika uang dolar tersebut palsu dengan kemiripan sekitar 90 persen dari yang asli. ”Tetap didakwa sebagai penyedia, karena enam terdakwa sebelumnya mengaku jika mendapatkan upal dolar palsu tersebut dari terdakwa,” terangnya.

Dalam dakwaan tersebut, masih kata Robi, Sutikno  dikenakan pasal 245 KUHP.  ”Tetap harus dilakukan pemeriksaan saksi dan terdakwa. Terbukti atau tidaknya nanti tergantung dalam proses sidang,” ungkapnya.

Robi menegaskan, persidangan 13 terdakwa peredaran upal dolar dilakukan secara terpisah. Sehingga, proses sidang bisa berjalan  runtut. ”Hanya terdakwa Heru dan kawan-kawan yang menjadi satu berkas, sedangkan yang lain berkasnya senidiri-sendiri,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sidang kasus peredaran uang dolar palsu dengan enam orang terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Senin (29/6) lalu. Para terdakwa yang menjalani sidang adalah Abdul Wahab, Heru Wiratno, Buchori, Nurul Habib, Mulyadi Tri Wandono dan Nur Hidayat.

Baca Juga :  Jamaah Umrah TRIAAA Berkumpul, Tasbih Jadi Pilihan

Sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda tersebut, agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Ketut Gede Made Negara dan Supriyadi. Jaksa menghadirkan dua orang saksi yaitu Choiriyanto alias Kakek Sari Lawu dan Sutikno alias Mbah Benu. Keduanya sebagai tersangka ke tujuh dan ke delapan yang diamankan Polresta Banyuwangi. (rio/aif)

RadarBanyuwangi.id – Setelah menjadi saksi enam terdakwa dalam sidang perkara peredaran uang dolar palsu, kini Sutikno alias Mbah Benu menjalani sidang perdana secara virtual di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banyuwangi, kemarin (9/7). Terdakwa sebagai tersangka ketujuh dari 13 sindikat peredaran uang palsu (upal) dolar. Dia disebut-sebut sebagai penyedia upal dolar yang dibeli oleh enam terdakwa sebelumnya.

Sidang yang dipimpin langsung Ketua Pengadian Negeri (PN) Banyuwangi Nova Flory Bunda tersebut mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robi Kusnia Wijaya. Terdakwa Sutikno yang berasal dari  Jombang disebut-sebut sebagai  penjual upal dolar tahun pembuatan 2006 kepada Heru Wiratno. ”Terdakwa ditangkap dari pengembangan enam terdakwa sebelumnya,” cetus Robi.

Robi mengatakan, terdakwa yang menjual uang pecahan dolar pecahan 100 dolar kepada enam terdakwa yang sudah disidangkan sebelumnya. Selain sebagai penyedia, terdakwa juga dituding sebagai penjual. ”Dia (terdakwa) yang menawarkan upal dolar palsu tersebut, sehingga terjadilah traksaksi,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Tersangka Ke-13 Kasus Uang Palsu

Meski begitu, terdakwa sudah menjelaskan  jika uang dolar tersebut palsu dengan kemiripan sekitar 90 persen dari yang asli. ”Tetap didakwa sebagai penyedia, karena enam terdakwa sebelumnya mengaku jika mendapatkan upal dolar palsu tersebut dari terdakwa,” terangnya.

Dalam dakwaan tersebut, masih kata Robi, Sutikno  dikenakan pasal 245 KUHP.  ”Tetap harus dilakukan pemeriksaan saksi dan terdakwa. Terbukti atau tidaknya nanti tergantung dalam proses sidang,” ungkapnya.

Robi menegaskan, persidangan 13 terdakwa peredaran upal dolar dilakukan secara terpisah. Sehingga, proses sidang bisa berjalan  runtut. ”Hanya terdakwa Heru dan kawan-kawan yang menjadi satu berkas, sedangkan yang lain berkasnya senidiri-sendiri,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sidang kasus peredaran uang dolar palsu dengan enam orang terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Senin (29/6) lalu. Para terdakwa yang menjalani sidang adalah Abdul Wahab, Heru Wiratno, Buchori, Nurul Habib, Mulyadi Tri Wandono dan Nur Hidayat.

Baca Juga :  Bentuknya Sangat Mirip Dolar Asli

Sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda tersebut, agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Ketut Gede Made Negara dan Supriyadi. Jaksa menghadirkan dua orang saksi yaitu Choiriyanto alias Kakek Sari Lawu dan Sutikno alias Mbah Benu. Keduanya sebagai tersangka ke tujuh dan ke delapan yang diamankan Polresta Banyuwangi. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/