alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Disperta-Pangan Warning Dampak Penggunaan Pestisida Berlebihan

RadarBanyuwangi.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Banyuwangi terus berupaya mengendalikan penggunaan pestisida di Bumi Blambangan. Sebab, dampak penggunaan pestisida sudah mulai berpengaruh terhadap kerusakan tanah serta organisme pengganggu tanaman yang kian tidak bisa dikendalikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan dalam acara pelepasan ekspor perdana reduktan herbisida Weed Solut-ion di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kamis lalu (17/3).

Menurut Arief, pestisida merupakan formula senyawa kimia yang digunakan para petani untuk membasmi musuh tanaman. Dengan penggunaan pestisida, hasil panen akan meningkat. Akan tetapi, penggunaan pestisida secara terus-menerus dapat memberikan dampak negatif, salah satunya kerusakan pada lahan pertanian.

Baca Juga :  Konflik Tak Kunjung Tuntas, Buruh Bumisari Datangi Kantor Pemkab

Secara umum sifat pestisida adalah pelindung manusia dari ancaman serangga, jamur, gulma, dan hewan pengganggu lainnya. Namun di sisi lain, formula senyawa kandungan pestisida ternyata juga merupakan polutan atau bahkan racun bagi keselamatan kelangsungan ekosistem lingkungan manusia. Termasuk menjadi polutan dan racun bagi tanah dan lingkungan hidupnya.

Intensitas pemakaian pestisida yang terlalu tinggi dan terus-menerus dapat menyebabkan beberapa kerugian. Antara lain pencemaran pada lingkungan pertanian, penurunan produktivitas, keracunan pada hewan, bahkan keracunan pada manusia.

Penggunaan pestisida terus-menerus, kata Arief, dapat menyebabkan tanah menjadi lebih asam dan menurunkan kesuburan tanah. Selain itu, pemakaian pestisida secara nyata akan berdampak buruk bagi tanah sekitar. ”Dengan adanya reduktan herbisida ini yang tidak terukur akan menjadi lebih terukur, karena bisa mengurangi pestisida hingga 50 persen dan ini salah satu cara untuk mengendalikan penggunaan pestisida,” jelasnya.

Baca Juga :  Tahukan Anda? Ternyata Daun Jambu Biji Bisa Mencegah Diare

Dampak terhadap penggunaan pestisida, jelas Arief, dalam jangka waktu lama tidak hanya menimbulkan kerusakan tanah, melainkan juga organisme pengganggu justru tidak dapat dikendalikan. ”Dengan reduktan herbisida ini, kita terus akan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya petani dan ini dimulai dari Banyuwangi,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Banyuwangi terus berupaya mengendalikan penggunaan pestisida di Bumi Blambangan. Sebab, dampak penggunaan pestisida sudah mulai berpengaruh terhadap kerusakan tanah serta organisme pengganggu tanaman yang kian tidak bisa dikendalikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan dalam acara pelepasan ekspor perdana reduktan herbisida Weed Solut-ion di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kamis lalu (17/3).

Menurut Arief, pestisida merupakan formula senyawa kimia yang digunakan para petani untuk membasmi musuh tanaman. Dengan penggunaan pestisida, hasil panen akan meningkat. Akan tetapi, penggunaan pestisida secara terus-menerus dapat memberikan dampak negatif, salah satunya kerusakan pada lahan pertanian.

Baca Juga :  Miliki Kualitas Bagus, Harga Buah Naga Banyuwangi di Atas Rp 10.000

Secara umum sifat pestisida adalah pelindung manusia dari ancaman serangga, jamur, gulma, dan hewan pengganggu lainnya. Namun di sisi lain, formula senyawa kandungan pestisida ternyata juga merupakan polutan atau bahkan racun bagi keselamatan kelangsungan ekosistem lingkungan manusia. Termasuk menjadi polutan dan racun bagi tanah dan lingkungan hidupnya.

Intensitas pemakaian pestisida yang terlalu tinggi dan terus-menerus dapat menyebabkan beberapa kerugian. Antara lain pencemaran pada lingkungan pertanian, penurunan produktivitas, keracunan pada hewan, bahkan keracunan pada manusia.

Penggunaan pestisida terus-menerus, kata Arief, dapat menyebabkan tanah menjadi lebih asam dan menurunkan kesuburan tanah. Selain itu, pemakaian pestisida secara nyata akan berdampak buruk bagi tanah sekitar. ”Dengan adanya reduktan herbisida ini yang tidak terukur akan menjadi lebih terukur, karena bisa mengurangi pestisida hingga 50 persen dan ini salah satu cara untuk mengendalikan penggunaan pestisida,” jelasnya.

Baca Juga :  Tidak Masuk Kelompok Tani, Beli Pupuk Subsidi Ternyata Masih Bisa

Dampak terhadap penggunaan pestisida, jelas Arief, dalam jangka waktu lama tidak hanya menimbulkan kerusakan tanah, melainkan juga organisme pengganggu justru tidak dapat dikendalikan. ”Dengan reduktan herbisida ini, kita terus akan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya petani dan ini dimulai dari Banyuwangi,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/