alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Hujan Turun Merata, Korsda Banyuwangi Siaga 1 Banjir

JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Bahkan, pemkab telah menetapkan status siaga 1 bagi seluruh Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Banyuwangi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, saat ini Banyuwangi memasuki musim penghujan. Untuk itu, dia meminta semua pihak waspada.

Guntur menuturkan, khusus di Banyuwangi wilayah barat, berdasar data ke depan akan ada peningkatan intensitas curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir. ”Maka kita harus waspada, kita harus berjaga-jaga terhadap potensi banjir,” kata pria yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi tersebut kemarin (19/1).

Guntur menyebut, sejumlah upaya telah dipersiapkan oleh pemkab untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Salah satunya, melakukan pengerukan sungai secara rutin hingga menjaga pintu air dam selama 24 jam. ”Bahkan, kami telah menetapkan siaga 1 untuk seluruh Korsda se-Banyuwangi. Komunikasi antar Korsda terus diintensifkan, agar saat cuaca buruk atau hujan deras dapat disampaikan langsung ke hilir sebelum air datang. Bahkan khusus dam-dam besar, seperti Garit, Dam Gembleng, Dam Karangdoro dijaga 24 jam untuk antisipasi,” bebernya.

Baca Juga :  Tanah Bukan Milik Pribadi, Rumah Sedinah Tak Bisa Dapat Bantuan

Bukan itu saja, imbuh Guntur, pihaknya telah melakukan normalisasi sungai dan dam besar sejak akhir tahun lalu. Upaya normalisasi tersebut digeber hingga saat ini. ”Ada sekitar 5 dam besar dan 20 yang sedang/kecil kita lakukan pengerukan. Selain itu, sungai yang rawan banjir seperti muara Kali Lo sudah kita normalisasi pula. Termasuk Dam Garit Alasmalang yang beberapa tahun lalu sempat terjadi banjir,” kata dia.

Di sisi lain, Guntur menilai segala upaya yang telah dilakukan pemkab tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak peduli terhadap lingkungannya. Untuk itu, dia mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumahnya agar mencegah banjir. ”Namun demikian kesadaran masyarakat untuk tetap waspada menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan, dan lain-lain tetap kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banyuwangi menyatakan bahwa pada Januari–Februari 2021 Banyuwangi telah memasuki puncak musim hujan. Beberapa wilayah di Banyuwangi pun diperkirakan bakal mengalami hujan lebat.

Prakirawan BMKG Banyuwangi Ganis Dyah Limaran menuturkan, curah hujan yang berpotensi sedang-lebat diperkirakan terjadi di Banyuwangi wilayah barat. Seperti Kecamatan Kalibaru, Songgon, dan Licin. ”Di wilayah barat ini pertumbuhan awannya termasuk awan konvektif seperti kumulonimbus. Untuk itu, perlu diwaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Warga harus berhati-hati karena ada kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir,” kata dia.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Bikin Jalur Pantura Sempat Macet

Meski demikian, Ganis menyebut bahwa curah hujan di beberapa tempat yang lain pada Januari ini masih tergolong ringan-sedang. Yang artinya masih dalam batas aman. ”Seperti di Kecamatan Banyuwangi. Dilihat dari rata-rata selama Januari intensitas hujan 10–20 mm/hari, masih relatif aman,” ujarnya.

BMKG juga mencatat bahwa terjadi gelombang tinggi mencapai 3,5 meter di perairan selatan Banyuwangi dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pekan depan. ”Senin (18/1) tinggi gelombang mencapai 3,5 meter. Pada 19–22 Januari bakal menurun tergolong sedang, lalu kembali tinggi bisa mencapai 4 meter pada 23–27 Januari. Warga perlu waspada,” katanya.

Bagi nelayan yang melaut di perairan Selatan Banyuwangi, diimbau untuk tidak melakukan kegiatannya selama gelombang masih terpantau tinggi mencapai 4 meter. ”Begitu juga bagi warga yang ingin bermain di pesisir perairan ini, sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi betul-betul aman,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Bahkan, pemkab telah menetapkan status siaga 1 bagi seluruh Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Banyuwangi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, saat ini Banyuwangi memasuki musim penghujan. Untuk itu, dia meminta semua pihak waspada.

Guntur menuturkan, khusus di Banyuwangi wilayah barat, berdasar data ke depan akan ada peningkatan intensitas curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir. ”Maka kita harus waspada, kita harus berjaga-jaga terhadap potensi banjir,” kata pria yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi tersebut kemarin (19/1).

Guntur menyebut, sejumlah upaya telah dipersiapkan oleh pemkab untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Salah satunya, melakukan pengerukan sungai secara rutin hingga menjaga pintu air dam selama 24 jam. ”Bahkan, kami telah menetapkan siaga 1 untuk seluruh Korsda se-Banyuwangi. Komunikasi antar Korsda terus diintensifkan, agar saat cuaca buruk atau hujan deras dapat disampaikan langsung ke hilir sebelum air datang. Bahkan khusus dam-dam besar, seperti Garit, Dam Gembleng, Dam Karangdoro dijaga 24 jam untuk antisipasi,” bebernya.

Baca Juga :  Pohon Asam Tumbang Menutup Jalan

Bukan itu saja, imbuh Guntur, pihaknya telah melakukan normalisasi sungai dan dam besar sejak akhir tahun lalu. Upaya normalisasi tersebut digeber hingga saat ini. ”Ada sekitar 5 dam besar dan 20 yang sedang/kecil kita lakukan pengerukan. Selain itu, sungai yang rawan banjir seperti muara Kali Lo sudah kita normalisasi pula. Termasuk Dam Garit Alasmalang yang beberapa tahun lalu sempat terjadi banjir,” kata dia.

Di sisi lain, Guntur menilai segala upaya yang telah dilakukan pemkab tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak peduli terhadap lingkungannya. Untuk itu, dia mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumahnya agar mencegah banjir. ”Namun demikian kesadaran masyarakat untuk tetap waspada menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan, dan lain-lain tetap kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banyuwangi menyatakan bahwa pada Januari–Februari 2021 Banyuwangi telah memasuki puncak musim hujan. Beberapa wilayah di Banyuwangi pun diperkirakan bakal mengalami hujan lebat.

Prakirawan BMKG Banyuwangi Ganis Dyah Limaran menuturkan, curah hujan yang berpotensi sedang-lebat diperkirakan terjadi di Banyuwangi wilayah barat. Seperti Kecamatan Kalibaru, Songgon, dan Licin. ”Di wilayah barat ini pertumbuhan awannya termasuk awan konvektif seperti kumulonimbus. Untuk itu, perlu diwaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Warga harus berhati-hati karena ada kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir,” kata dia.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Bedewang dan Jambewangi, Satu Warga Meninggal

Meski demikian, Ganis menyebut bahwa curah hujan di beberapa tempat yang lain pada Januari ini masih tergolong ringan-sedang. Yang artinya masih dalam batas aman. ”Seperti di Kecamatan Banyuwangi. Dilihat dari rata-rata selama Januari intensitas hujan 10–20 mm/hari, masih relatif aman,” ujarnya.

BMKG juga mencatat bahwa terjadi gelombang tinggi mencapai 3,5 meter di perairan selatan Banyuwangi dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pekan depan. ”Senin (18/1) tinggi gelombang mencapai 3,5 meter. Pada 19–22 Januari bakal menurun tergolong sedang, lalu kembali tinggi bisa mencapai 4 meter pada 23–27 Januari. Warga perlu waspada,” katanya.

Bagi nelayan yang melaut di perairan Selatan Banyuwangi, diimbau untuk tidak melakukan kegiatannya selama gelombang masih terpantau tinggi mencapai 4 meter. ”Begitu juga bagi warga yang ingin bermain di pesisir perairan ini, sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi betul-betul aman,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/