alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Seluruh Lapak Pasar Banyuwangi Disemprot Disinfektan

RadarBanyuwangi.id – Menyusul temuan tiga pengunjung Pasar Banyuwangi yang positif Covid-19, akses menuju Jalan Satsuit Tubun ditutup kemarin. Penutupan disertai dengan penyemprotan disinfektan ke seluruh stand-stand pasar.

Penyemprotan melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Palang Merah Indonesia (PMI).  Sasaran penyeprotan ke sejumlah ruko dan lapak para pedagang pasar. Sejumlah jalan poros di sekitar lokasi juga disemprot.

Sedangkan pengalihan arus lalu lintas dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 10.00. Penutupan jalur tersebut, dilakukan selama penyemprotan dilakukan. ”Kami lakukan penyemprotan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kabagops, Kompol Agung Setya Budi.

Penyemprotan dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan virus korona sehingga kinerja pelayanan publik bisa terus berlangsung. Setelah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. ”Jadi aktivitas masyarakat di sekitar pasar juga tidak merasa terganggu, sehingga mereka bisa beraktivitas seperti biasanya,” katanya.

Baca Juga :  Kerap Nongkrong di Pasar Blambangan, Alex Ternyata Gembong Curanmor

Meski begitu, jelas Agung, aktivitas masyarakat tetap harus mengikuti aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang telah dilakukan. PPKM Darurat tersebut dilakukan hingga 20 Juli mendatang. ”Kami harap masyarakat bisa tetap menjaga dan mangikuti anjuran pemerintah,” terangnya.

Selain itu, masyarakan terus diingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan seperti penggunaan masker, rajin cuci tangan dan tetap menjaga social distancing. ”Protokol kesehatan juga tetap harus diterapkan, agar pandemi Covid-19 juga segera berakhir,” ungkapnya.

Agung menambahkan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional di masa PPKM Darurat ini memang sangat tepat dilaksanakan. Agar bisa cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. ”Pandemi Covid-19 belum berakhir, mari kita bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah hal yang tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  25 Ribu Benur Lolos di Tiga Pelabuhan

Salah satu pedagang Pasar Banyuwangi, Nur Laili mengaku khawatir dengan penyebaran Covid-19 saat ini. ”Semoga ini menjadi akhir dari pandemi aaar ekonomi masyarakat bisa kembali pulih,” kata lelaki 30 tahun tersebut.

Menurut Laili, adanya penyemprotan dianggap cukup bagus. Hal itu bisa mengurangi kekhawatiran para pedagang dengan penyebaran Covid-19. ”Pusat pembelanjaan yang harus menjadi perhatian khusus, karena cukup banyak masyarakat dari seluruh kalangan datang,” terang warga Kecamatan Glagah tersebut. (rio/aif)

RadarBanyuwangi.id – Menyusul temuan tiga pengunjung Pasar Banyuwangi yang positif Covid-19, akses menuju Jalan Satsuit Tubun ditutup kemarin. Penutupan disertai dengan penyemprotan disinfektan ke seluruh stand-stand pasar.

Penyemprotan melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Palang Merah Indonesia (PMI).  Sasaran penyeprotan ke sejumlah ruko dan lapak para pedagang pasar. Sejumlah jalan poros di sekitar lokasi juga disemprot.

Sedangkan pengalihan arus lalu lintas dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 10.00. Penutupan jalur tersebut, dilakukan selama penyemprotan dilakukan. ”Kami lakukan penyemprotan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kabagops, Kompol Agung Setya Budi.

Penyemprotan dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan virus korona sehingga kinerja pelayanan publik bisa terus berlangsung. Setelah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. ”Jadi aktivitas masyarakat di sekitar pasar juga tidak merasa terganggu, sehingga mereka bisa beraktivitas seperti biasanya,” katanya.

Baca Juga :  Meski Hasilnya Negatif, Tetap Harus Jalani Isolasi Mandiri

Meski begitu, jelas Agung, aktivitas masyarakat tetap harus mengikuti aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang telah dilakukan. PPKM Darurat tersebut dilakukan hingga 20 Juli mendatang. ”Kami harap masyarakat bisa tetap menjaga dan mangikuti anjuran pemerintah,” terangnya.

Selain itu, masyarakan terus diingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan seperti penggunaan masker, rajin cuci tangan dan tetap menjaga social distancing. ”Protokol kesehatan juga tetap harus diterapkan, agar pandemi Covid-19 juga segera berakhir,” ungkapnya.

Agung menambahkan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional di masa PPKM Darurat ini memang sangat tepat dilaksanakan. Agar bisa cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. ”Pandemi Covid-19 belum berakhir, mari kita bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah hal yang tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Relawan Bantu Penyemprotan Disinfektan Cegah Covid-19

Salah satu pedagang Pasar Banyuwangi, Nur Laili mengaku khawatir dengan penyebaran Covid-19 saat ini. ”Semoga ini menjadi akhir dari pandemi aaar ekonomi masyarakat bisa kembali pulih,” kata lelaki 30 tahun tersebut.

Menurut Laili, adanya penyemprotan dianggap cukup bagus. Hal itu bisa mengurangi kekhawatiran para pedagang dengan penyebaran Covid-19. ”Pusat pembelanjaan yang harus menjadi perhatian khusus, karena cukup banyak masyarakat dari seluruh kalangan datang,” terang warga Kecamatan Glagah tersebut. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/