alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

MUI Imbau Pedagang Hormati Ramadan

RadarBanyuwangi.id – Regulasi baku berupa pembatasan jam operasional warung makan di tengah bulan Ramadan memang tak lagi diterapkan. Kendati demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi mengimbau para pedagang makanan dan minuman untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Salah satunya dengan menyiasati tempat usaha mereka jika tetap buka di siang hari, yakni dengan menutup sebagian warung agar tidak terlalu tampak dari luar. ”Karena ini bulan puasa, ya alangkah lebih baiknya saling menghormati. Bagi warga yang menjual makanan karena kebutuhan ekonomi, ya cara menghormatinya jika berjualan makanan dengan cara ditutup tirai, sehingga tidak terlalu nampak bagi warga sekitar,” ujar Ketua MUI Banyuwangi KH M. Yamin.

Baca Juga :  Kasasi Ali Heri Sanjaya Ditolak, MA Kuatkan Hukuman Mati

Pria yang juga Ketua FKUB Banyuwangi itu menambahkan, menutup warung makan di siang hari dengan tirai merupakan langkah yang bijak oleh pedagang. Karena dengan begitu makanan dan minuman yang disajikan tidak terlihat secara vulgar dari luar.

Berdasar pantauan yang dilakukan dan laporan dari anggota MUI Banyuwangi, hingga hari keempat bulan puasa tahun ini, memang tidak begitu banyak warung yang buka di siang hari. Namun, hal itu tak menjadi jaminan untuk beberapa hari ke depan. Sebab, biasanya sejumlah warung akan buka kembali setelah tujuh hari puasa berjalan.

Karena itu,Yamin berharap pengusaha warung tetap konsisten memasang tirai hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. ”Berjualan di bulan puasa tak dilarang, namun intinya yang terpenting sekali lagi, tetap saling menghormati,” tegasnya.

Baca Juga :  Drainase Tersumbat, Jalan Raya Kabat Mirip Aliran Sungai

Sementara itu, saat disinggung mengenai tempat hiburan malam, Yamin meghimbau agar ditutup sementara selama bulan Ramadan ini. Sebab selain kurang tepat, hiburan malam seringkali identik dengan hal yang negatif, seperti salah satunya minuman keras.

Jika pengusaha tempat hiburan malam memaksakan diri tetap beroperasi selama Ramadan, imbuh Yamin, bukan tak mungkin justru menimbulkan masalah tersendiri bagi masyarakat sekitar, yang ujungnya akan mengganggu keamanan wilayah setempat. ”Perlu ada langkah bijak dari semua pihak untuk saling menghormati selama bulan puasa ini,” tandasnya. (fre/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Regulasi baku berupa pembatasan jam operasional warung makan di tengah bulan Ramadan memang tak lagi diterapkan. Kendati demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi mengimbau para pedagang makanan dan minuman untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Salah satunya dengan menyiasati tempat usaha mereka jika tetap buka di siang hari, yakni dengan menutup sebagian warung agar tidak terlalu tampak dari luar. ”Karena ini bulan puasa, ya alangkah lebih baiknya saling menghormati. Bagi warga yang menjual makanan karena kebutuhan ekonomi, ya cara menghormatinya jika berjualan makanan dengan cara ditutup tirai, sehingga tidak terlalu nampak bagi warga sekitar,” ujar Ketua MUI Banyuwangi KH M. Yamin.

Baca Juga :  Layanan RSI Fatimah Tetap Optimal Sepanjang Ramadan

Pria yang juga Ketua FKUB Banyuwangi itu menambahkan, menutup warung makan di siang hari dengan tirai merupakan langkah yang bijak oleh pedagang. Karena dengan begitu makanan dan minuman yang disajikan tidak terlihat secara vulgar dari luar.

Berdasar pantauan yang dilakukan dan laporan dari anggota MUI Banyuwangi, hingga hari keempat bulan puasa tahun ini, memang tidak begitu banyak warung yang buka di siang hari. Namun, hal itu tak menjadi jaminan untuk beberapa hari ke depan. Sebab, biasanya sejumlah warung akan buka kembali setelah tujuh hari puasa berjalan.

Karena itu,Yamin berharap pengusaha warung tetap konsisten memasang tirai hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. ”Berjualan di bulan puasa tak dilarang, namun intinya yang terpenting sekali lagi, tetap saling menghormati,” tegasnya.

Baca Juga :  Drainase Tersumbat, Jalan Raya Kabat Mirip Aliran Sungai

Sementara itu, saat disinggung mengenai tempat hiburan malam, Yamin meghimbau agar ditutup sementara selama bulan Ramadan ini. Sebab selain kurang tepat, hiburan malam seringkali identik dengan hal yang negatif, seperti salah satunya minuman keras.

Jika pengusaha tempat hiburan malam memaksakan diri tetap beroperasi selama Ramadan, imbuh Yamin, bukan tak mungkin justru menimbulkan masalah tersendiri bagi masyarakat sekitar, yang ujungnya akan mengganggu keamanan wilayah setempat. ”Perlu ada langkah bijak dari semua pihak untuk saling menghormati selama bulan puasa ini,” tandasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/