alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Lampu Merah Mati, Pengendara Bingung

BANYUWANGI – Bagi pengendara yang hendak melintasi perempatan Jalan Kepiting, Kelurahan Kertosari, sebaiknya lebih berhati-hati. Sebab, traffic light warna merah tidak menyala. Hanya rambu yang berwarna kuning dan hijau saja yang berfungsi.

Rambu warna merah tersebut tidak berfungsi sejak empat hari yang lalu. Seharusnya lampu merah berfungsi dengan semes­tinya dan menyala sesuai dengan waktunya. Namun, ketika lampu ku­ning menyala yang seharusnya dilanjutkan dengan lampu hijau lalu lampu merah yang meng­in­s­truksikan pengendara ken­daraan untuk berhenti, justru tidak muncul.

Lampu merah yang menan­dakan kendaraan harus berhenti sejenak malah mati. Akibatnya, sejumlah pengendara salah duga dan juga kebingungan, Ditambah lagi kendaraan yang di bagian belakang tak henti-hentinya membunyikan klakson.

Baca Juga :  Sekali Panen, Hasilnya Tembus 2 Hingga 3 Kuintal

Akibat tidak berfungsinya lam­pu merah tersebut, banyak pe­ngen­­dara kendaraan yang hampir mengalami tabrakan. Namun kejadian tersebut dapat dihindari dan tidak sampai mengakibatkan kecelakaan yang berakibat fatal.

Yunita, 25, salah seorang pe­dagang es cokelat yang mangkal dekat traffic light menuturkan, banyak pengendara motor yang tiba- tiba menerobos lampu merah tersebut. Sehingga menye­babkan pengendara jalur lain men­jadi kebingungan saat me­lintasi perempatan itu. “Saya dan juga teman-teman pedagang lainnya berinisiatif memasang tanda peringatan dengan meng­gu­nakan kertas karton. Dengan tujuan agar pengendara ken­daraan bermotor tahu jika lampu merah sedang mengalami ma­salah,” kata Yunita.

Salah seorang pengendara motor, Suherman, 30, warga Ke­lurahan Kertosari mengaku, di tiang penyangga traffic light tersebut tidak disediakan papan kontak pengaduan. Sehingga membuat pengendara kebingu­ngan jika ingin komplain dan mem­beri informasi saat ada kendala di lampu merah tersebut.

Baca Juga :  Kasus Covid Melejit, Satgas Aktifkan Kembali Karantina Terpusat

“Jika seperti ini terus dikha­watirkan akan menimbulkan gejolak masyarakat akibat pe­ngendara tidak saling menga­lah. Untung saja selama lampu merah mati tidak ada kecelakaan, Na­mun jika dibiarkan seperti ini tidak menutup kemungkinan akan memicu terjadinya kecela­ka­an,” tandas Suherman. (*)

BANYUWANGI – Bagi pengendara yang hendak melintasi perempatan Jalan Kepiting, Kelurahan Kertosari, sebaiknya lebih berhati-hati. Sebab, traffic light warna merah tidak menyala. Hanya rambu yang berwarna kuning dan hijau saja yang berfungsi.

Rambu warna merah tersebut tidak berfungsi sejak empat hari yang lalu. Seharusnya lampu merah berfungsi dengan semes­tinya dan menyala sesuai dengan waktunya. Namun, ketika lampu ku­ning menyala yang seharusnya dilanjutkan dengan lampu hijau lalu lampu merah yang meng­in­s­truksikan pengendara ken­daraan untuk berhenti, justru tidak muncul.

Lampu merah yang menan­dakan kendaraan harus berhenti sejenak malah mati. Akibatnya, sejumlah pengendara salah duga dan juga kebingungan, Ditambah lagi kendaraan yang di bagian belakang tak henti-hentinya membunyikan klakson.

Baca Juga :  Persewangi U15 Bekuk Batra FC 8-0

Akibat tidak berfungsinya lam­pu merah tersebut, banyak pe­ngen­­dara kendaraan yang hampir mengalami tabrakan. Namun kejadian tersebut dapat dihindari dan tidak sampai mengakibatkan kecelakaan yang berakibat fatal.

Yunita, 25, salah seorang pe­dagang es cokelat yang mangkal dekat traffic light menuturkan, banyak pengendara motor yang tiba- tiba menerobos lampu merah tersebut. Sehingga menye­babkan pengendara jalur lain men­jadi kebingungan saat me­lintasi perempatan itu. “Saya dan juga teman-teman pedagang lainnya berinisiatif memasang tanda peringatan dengan meng­gu­nakan kertas karton. Dengan tujuan agar pengendara ken­daraan bermotor tahu jika lampu merah sedang mengalami ma­salah,” kata Yunita.

Salah seorang pengendara motor, Suherman, 30, warga Ke­lurahan Kertosari mengaku, di tiang penyangga traffic light tersebut tidak disediakan papan kontak pengaduan. Sehingga membuat pengendara kebingu­ngan jika ingin komplain dan mem­beri informasi saat ada kendala di lampu merah tersebut.

Baca Juga :  Santri Wahidiyah se-Jatim Gowes di Kabupaten Banyuwangi

“Jika seperti ini terus dikha­watirkan akan menimbulkan gejolak masyarakat akibat pe­ngendara tidak saling menga­lah. Untung saja selama lampu merah mati tidak ada kecelakaan, Na­mun jika dibiarkan seperti ini tidak menutup kemungkinan akan memicu terjadinya kecela­ka­an,” tandas Suherman. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/