alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Cuaca Ekstrem, Pelabuhan Sempat Ditutup Satu Jam

KALIPURO – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banyuwangi berdampak juga terhadap aktivitas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kondisi ini membuat Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ketapang di bawah perintah Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) mewanti-wanti kepada operator kapal untuk lebih hati-hati.

Kemenhub Dirjen Hubla pun mengeluarkan warning untuk pelayaran. Diperkirakan gelombang ombak dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter di wilayah pantai Jawa, Bali, serta sekitar Samudera Hindia.

Kepala UPP Kelas III Ketapang Eka Cakrawala melalui petugas kesyahbandaran Widodo mengatakan, cuaca memang sulit diprediksi. Untuk perairan Selat Bali bulan ini masih kondusif dibandingkan dua bulan yang lalu. ”Cuaca disertai angin serta kabut berawan muncul setiap bulan November hingga April,” ujar Widodo.

Baca Juga :  400 Pil Trek Diterima dari Teman Suami

Akibat cuaca tersebut Rabu kemarin (15/11), lalu lintas pelayaran di Selat Bali sempat ditutup sementara. Penyebabnya angin kencang serta jarak pandang yang kurang dari lima meter. Untuk saat ini diperkirakan gelombang ombak setinggi 0,5 hingga 1,5 meter. ”Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sempat kita tutup selama satu jam,” kata Widodo.

Namun, penutupan tersebut tak sampai  menyebabkan penumpukan kendaraan di kantong parkir pelabuhan maupun kemacetan di jalan raya. ”Aktivitas pelayaran Ketapang-Gilimanuk ditutup antara pukul 14.30 hingga 15.45,” ungkap Widodo.

Manager Operasional PT ASDP Ketapang Ardy Ekapaty menjelaskan, saat ini total armada Kapal Motor Penumpang (KMP) sebanyak 53 unit, Namun yang beroperasi di Selat Bali sebanyak 32 KMP. Sebanyak 20 KMP beroperasi di dermaga Mobile Bridge (MB) dan 12 KMP beroperasi di dermaga Landing Craft Machine (LCM).

Baca Juga :  Asyiknya Mancing di Pantai Pacemengan

”Demi keselamatan penumpang jika cuaca sedang tidak bersahabat UPP Kelas III Ketapang yang bertugas dan berhak mengizinkan kapal berlayar atau tidak,” kata Ardy.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Agung Nugroho mengatakan, awan tebal masih menyelimuti seluruh wilayah Banyuwangi hingga dua pekan mendatang. Angin kencang yang disertai petir dan hujan lebat akan terus mengguyur wilayah Banyuwangi. ”Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih akan mengguyur. Gelombang di sekitar pantai selatan Banyuwangi diperkirakan mencapai tinggi dua meter,” tandas Agung.

KALIPURO – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banyuwangi berdampak juga terhadap aktivitas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kondisi ini membuat Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ketapang di bawah perintah Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) mewanti-wanti kepada operator kapal untuk lebih hati-hati.

Kemenhub Dirjen Hubla pun mengeluarkan warning untuk pelayaran. Diperkirakan gelombang ombak dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter di wilayah pantai Jawa, Bali, serta sekitar Samudera Hindia.

Kepala UPP Kelas III Ketapang Eka Cakrawala melalui petugas kesyahbandaran Widodo mengatakan, cuaca memang sulit diprediksi. Untuk perairan Selat Bali bulan ini masih kondusif dibandingkan dua bulan yang lalu. ”Cuaca disertai angin serta kabut berawan muncul setiap bulan November hingga April,” ujar Widodo.

Baca Juga :  Satpol PP Akhirnya Tertibkan PKL yang Membandel

Akibat cuaca tersebut Rabu kemarin (15/11), lalu lintas pelayaran di Selat Bali sempat ditutup sementara. Penyebabnya angin kencang serta jarak pandang yang kurang dari lima meter. Untuk saat ini diperkirakan gelombang ombak setinggi 0,5 hingga 1,5 meter. ”Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sempat kita tutup selama satu jam,” kata Widodo.

Namun, penutupan tersebut tak sampai  menyebabkan penumpukan kendaraan di kantong parkir pelabuhan maupun kemacetan di jalan raya. ”Aktivitas pelayaran Ketapang-Gilimanuk ditutup antara pukul 14.30 hingga 15.45,” ungkap Widodo.

Manager Operasional PT ASDP Ketapang Ardy Ekapaty menjelaskan, saat ini total armada Kapal Motor Penumpang (KMP) sebanyak 53 unit, Namun yang beroperasi di Selat Bali sebanyak 32 KMP. Sebanyak 20 KMP beroperasi di dermaga Mobile Bridge (MB) dan 12 KMP beroperasi di dermaga Landing Craft Machine (LCM).

Baca Juga :  Perjuangan Keras Anak Tukang Ojek yang Lolos Seleksi Bintara Polri

”Demi keselamatan penumpang jika cuaca sedang tidak bersahabat UPP Kelas III Ketapang yang bertugas dan berhak mengizinkan kapal berlayar atau tidak,” kata Ardy.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Agung Nugroho mengatakan, awan tebal masih menyelimuti seluruh wilayah Banyuwangi hingga dua pekan mendatang. Angin kencang yang disertai petir dan hujan lebat akan terus mengguyur wilayah Banyuwangi. ”Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih akan mengguyur. Gelombang di sekitar pantai selatan Banyuwangi diperkirakan mencapai tinggi dua meter,” tandas Agung.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/