alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Dolar Palsu Ternyata Akan Dipakai di Bali

RadarBanyuwangi.id – Kasus peredaran uang dolar palsu dengan 13 orang pelaku, akhirnya memasuki babak baru. Enam di antaranya mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (15/6). Enam orang terdakwa adalah Abdul Wahab, Heru Wiratno, Buchori, Nurul Habib, Muljadi Tri Wandono, dan Nur Hidayat.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda tersebut menyidangkan dua berkas perkara sekaligus. Sebab, berkas perkara dari keenam terdakwa tersebut berbeda.

Untuk terdakwa Abdul Wahab, masuk dalam berkas perkara tersendiri. Pemisahan berkas itu karena Abdul Wahab yang ditangkap pertama oleh Unit Reskrim Polresta Banyuwangi pada 5 Februari 2021 lalu.

Terdakwa Abdul Wahab tertangkap membawa 12 bundel uang dolar palsu dengan pecahan 100 dolar. Wahab juga dinyatakan sebagai kurir dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia bernopol L 1230 DT.

Dari penangkapan Wahab itulah, kemudian mengembang ke lima terdakwa lain. Kelima terdakwa adalah Heru Wiratno, Buchori, Nurul Habib, Muljadi Tri Wandono, dan Nur Hidayat. Kelimanya ditangkap saat berada di sebuah warung tahu petis dengan membawa mobil Toyota Innova Reborn bernopol W 1789 PX.

Baca Juga :  Naik Pangkat, 120 Personel Polresta Disemprot Water Cannon

Sidang dengan agenda saksi dari anggota Polresta Banyuwangi itu akhirnya berhasil mengungkap peran masing-masing terdakwa. Dari enam terdakwa, seseorang terdakwa memiliki peran sebagai donatur atau yang membiayai praktik jual-beli uang dolar palsu tersebut.

Penyandang dana untuk pembelian uang dolar palsu itu yakni Heru Wiratno. Terdakwa membeli 12 bundel uang dolar palsu seharga Rp 75 juta. Sedangkan kelima terdakwa lainnya berperan sebagai makelar atau kurir. ”Kami akhirnya mengetahui peran masing-masing terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda.

Menurut Nova, Abdul Wahab hanya berperan sebagai kurir yang membawa uang dolar palsu tersebut dari Sidoarjo ke Banyuwangi. Uang tersebut milik Heru Wiratno yang sebelumnya membeli kepada terdakwa dalam berkas lain. ”Untuk keempat terdakwa lainnya, mereka menemani Heru Wiratno dan juga mencari pembeli uang dolar palsu tersebut,” katanya kepada RadarBanyuwangi.id.

Uang yang dibawa itu, jelas Nova, ternyata akan dijualnya ke seseorang di Bali. Uang tersebut akan digunakan untuk bermain judi kasino di atas kapal. ”Dari pembelian Rp 75 juta sebanyak 12 bundel, ternyata akan dijual seharga Rp 150 juta. Keuntungannya akan dibagi oleh keenam terdakwa,” terangnya.

Baca Juga :  179 Sapi Terpapar PMK, Satu Ekor Sembuh

Sebelum membagi hasil penjualan itu, kata Nova, terdakwa Heru ternyata meminta uang modalnya untuk dikembalikan terlebih dahulu. Selanjutnya barulah hasilnya dibagi. ”Uang dolar palsu itu ternyata belum sempat beredar di Kabupaten Banyuwangi. Uang dolar palsu ini memiliki kemiripan dengan akurasi mencapai 95 persen,” jelasnya.

Nova menambahkan, sebanyak 13 terdakwa kasus uang dolar palsu ini memang beda-beda peran dan berkasnya. Sehingga, sidangnya juga dilakukan secara berbeda. ”Ada sebagian berkas yang belum masuk, mungkin masih ada di kejaksaan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kasus peredaran mata uang dolar palsu. Dalam pengungkapan kasus itu, sebanyak 13 orang yang sudah ditetapkan tersangka. Dengan barang bukti (BB) uang dolar palsu segala jenis pecahan senilai Rp 4,5 triliun. (rio/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Kasus peredaran uang dolar palsu dengan 13 orang pelaku, akhirnya memasuki babak baru. Enam di antaranya mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (15/6). Enam orang terdakwa adalah Abdul Wahab, Heru Wiratno, Buchori, Nurul Habib, Muljadi Tri Wandono, dan Nur Hidayat.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda tersebut menyidangkan dua berkas perkara sekaligus. Sebab, berkas perkara dari keenam terdakwa tersebut berbeda.

Untuk terdakwa Abdul Wahab, masuk dalam berkas perkara tersendiri. Pemisahan berkas itu karena Abdul Wahab yang ditangkap pertama oleh Unit Reskrim Polresta Banyuwangi pada 5 Februari 2021 lalu.

Terdakwa Abdul Wahab tertangkap membawa 12 bundel uang dolar palsu dengan pecahan 100 dolar. Wahab juga dinyatakan sebagai kurir dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia bernopol L 1230 DT.

Dari penangkapan Wahab itulah, kemudian mengembang ke lima terdakwa lain. Kelima terdakwa adalah Heru Wiratno, Buchori, Nurul Habib, Muljadi Tri Wandono, dan Nur Hidayat. Kelimanya ditangkap saat berada di sebuah warung tahu petis dengan membawa mobil Toyota Innova Reborn bernopol W 1789 PX.

Baca Juga :  Saksi Beberkan Kronologi Kasus Dolar Palsu

Sidang dengan agenda saksi dari anggota Polresta Banyuwangi itu akhirnya berhasil mengungkap peran masing-masing terdakwa. Dari enam terdakwa, seseorang terdakwa memiliki peran sebagai donatur atau yang membiayai praktik jual-beli uang dolar palsu tersebut.

Penyandang dana untuk pembelian uang dolar palsu itu yakni Heru Wiratno. Terdakwa membeli 12 bundel uang dolar palsu seharga Rp 75 juta. Sedangkan kelima terdakwa lainnya berperan sebagai makelar atau kurir. ”Kami akhirnya mengetahui peran masing-masing terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda.

Menurut Nova, Abdul Wahab hanya berperan sebagai kurir yang membawa uang dolar palsu tersebut dari Sidoarjo ke Banyuwangi. Uang tersebut milik Heru Wiratno yang sebelumnya membeli kepada terdakwa dalam berkas lain. ”Untuk keempat terdakwa lainnya, mereka menemani Heru Wiratno dan juga mencari pembeli uang dolar palsu tersebut,” katanya kepada RadarBanyuwangi.id.

Uang yang dibawa itu, jelas Nova, ternyata akan dijualnya ke seseorang di Bali. Uang tersebut akan digunakan untuk bermain judi kasino di atas kapal. ”Dari pembelian Rp 75 juta sebanyak 12 bundel, ternyata akan dijual seharga Rp 150 juta. Keuntungannya akan dibagi oleh keenam terdakwa,” terangnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Pengirim Paket Berisi Benur

Sebelum membagi hasil penjualan itu, kata Nova, terdakwa Heru ternyata meminta uang modalnya untuk dikembalikan terlebih dahulu. Selanjutnya barulah hasilnya dibagi. ”Uang dolar palsu itu ternyata belum sempat beredar di Kabupaten Banyuwangi. Uang dolar palsu ini memiliki kemiripan dengan akurasi mencapai 95 persen,” jelasnya.

Nova menambahkan, sebanyak 13 terdakwa kasus uang dolar palsu ini memang beda-beda peran dan berkasnya. Sehingga, sidangnya juga dilakukan secara berbeda. ”Ada sebagian berkas yang belum masuk, mungkin masih ada di kejaksaan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kasus peredaran mata uang dolar palsu. Dalam pengungkapan kasus itu, sebanyak 13 orang yang sudah ditetapkan tersangka. Dengan barang bukti (BB) uang dolar palsu segala jenis pecahan senilai Rp 4,5 triliun. (rio/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/