alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Ijen Sepi, Wisata Pantai Diserbu Pengunjung

RadarBanyuwangi.id – Budaya ngelencer setelah lebaran tampaknya tidak serta merta hilang meski pandemi belum berlalu. Kendati pemerintah membatasi kuota wisatawan di beberapa destinasi, namun beberapa tempat wisata pantai tetap diserbu pengunjung.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dua wisata pantai seperti Grand Watudodol (GWD) dan Pantai Cacalan masih menjadi destinasi favorit. Di GWD, ratusan pengunjung memenuhi berbagai sudut lokasi wisata yang berhadapan dengan Selat Bali tersebut. Ada yang sekadar piknik dengan menggelar tikar di sepanjang pantai, ada pula yang mandi dan menyewa perahu wisata seharga Rp 10 ribu per orang.

Pedagang kaki lima yang menjajakan tahu dan kelapa muda berkeliling menawari para wisatawan. Secara umum, mereka yang datang ke GWD sudah mengenakan masker dan cuci tangan. Namun setelah tiba di area pantai, banyak yang  melepaskan maskernya. Petugas berulang kali mengingatkan pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama berada di area GWD.

Semakin siang jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Bahkan ada pengunjung yang datang ke GWD dengan diangkut truk. “Sesuai edaran Gubernur, kuota di tempat wisata 50 persen dari kuota keseluruhan. Ketika sudah masuk seperti ini sulit untuk dibatasi. Apalagi mereka yang datang perorangan,” ujar Kapolsek Wongsorejo Iptu Sudarso.

Baca Juga :  334 Ribu Dosis Disuntikkan, Persentase Vaksinasi Banyuwangi Tertinggi

Mantan Kapolsek KP3 Tanjungwangi itu  hanya bisa memerintahkan anggotanya untuk mengetatkan protokol kesehatan. Mereka yang datang tetap diminta untuk mengenakan masker dan tidak bergerombol. “Ada seratus mobil yang mausk di area parkir GWD. Datanya belum direkap semua, kita hanya bisa mengimbau,” saja ujarnya.

Randi, 32, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Rogojampi menuturkan, berwisata ke GWD sudah menjadi kebiasaan keluarga setelah lebaran. Meski pandemi Covid-19 masih berjalan, dia tetap piknik bersama keluarga besarnya ke GWD untuk menikmati suasana pantai. “Hari pertama dan kedua silaturahmi, hari ketiga ngelencer,” ujar bapak satu anak itu.

Keramaian pengunjung juga terlihat di Pantai Cacalan. Meski tak sampai membeludak, tempat wisata yang terletak di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro tersebut diserbu banyak orang. Mereka memenuhi warung-warung di tepi pantai dan sisi selatan yang menyediakan pondok-pondok untuk pengunjung.

Sebagian lainya menikmati wisata perahu kano. Petugas di pintu masuk tetap melakukan skrining menggunakan thermo gun untuk pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Polresta Banyuwangi Raih Penghargaan dari Kapolda Jatim

Tak terlihat adanya pembatasan jumlah pengunjung. Semua wisatawan yang datang tetap bisa masuk ke area pantai. Kapolsek Kalipuro Iptu Hadi Waluyo mengatakan, anggotanya tetap bersiaga di kawasan tersebut untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan. “Susah jika ingin dibatasi. Kita hanya bisa memastikan semua tetap taat prokes yang masuk ke tempat wisata,” tegasnya.

Sementara itu, tempat wisata alam (TWA) Kawah Ijen yang biasanya ramaia pengunjung, justru tampak sepi kemarin. Kepala Resort TWA Ijen Sigit Haribowo mengatakan, hanya 285 pengunjung yang datang pada akhir pekan kemarin. Jumlah itu jauh dari angka kuota yang ditetapkan BKSDA untuk akhir pecan, yaitu 450 pengunjung.

Sigit mengungkapkan, sepinya pengunjung  salah satunya dampak dari penyekatan dari arah Bondowoso. Banyak wisatawan yang mengira Kawah Ijen tutup selama masa pembatasan mudik. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan hingga kawasan Kawah Ijen. “Hitunganya sepi jika dibanding hari biasa. Sehari sebelumnya hanya ada 280 pengunjung. Padahal kuota kita untuk hari biasa 350 pengunjung,” kata Sigit. (fre/aif)

RadarBanyuwangi.id – Budaya ngelencer setelah lebaran tampaknya tidak serta merta hilang meski pandemi belum berlalu. Kendati pemerintah membatasi kuota wisatawan di beberapa destinasi, namun beberapa tempat wisata pantai tetap diserbu pengunjung.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dua wisata pantai seperti Grand Watudodol (GWD) dan Pantai Cacalan masih menjadi destinasi favorit. Di GWD, ratusan pengunjung memenuhi berbagai sudut lokasi wisata yang berhadapan dengan Selat Bali tersebut. Ada yang sekadar piknik dengan menggelar tikar di sepanjang pantai, ada pula yang mandi dan menyewa perahu wisata seharga Rp 10 ribu per orang.

Pedagang kaki lima yang menjajakan tahu dan kelapa muda berkeliling menawari para wisatawan. Secara umum, mereka yang datang ke GWD sudah mengenakan masker dan cuci tangan. Namun setelah tiba di area pantai, banyak yang  melepaskan maskernya. Petugas berulang kali mengingatkan pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama berada di area GWD.

Semakin siang jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Bahkan ada pengunjung yang datang ke GWD dengan diangkut truk. “Sesuai edaran Gubernur, kuota di tempat wisata 50 persen dari kuota keseluruhan. Ketika sudah masuk seperti ini sulit untuk dibatasi. Apalagi mereka yang datang perorangan,” ujar Kapolsek Wongsorejo Iptu Sudarso.

Baca Juga :  ASDP Tetap Berlakukan Tes Antigen

Mantan Kapolsek KP3 Tanjungwangi itu  hanya bisa memerintahkan anggotanya untuk mengetatkan protokol kesehatan. Mereka yang datang tetap diminta untuk mengenakan masker dan tidak bergerombol. “Ada seratus mobil yang mausk di area parkir GWD. Datanya belum direkap semua, kita hanya bisa mengimbau,” saja ujarnya.

Randi, 32, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Rogojampi menuturkan, berwisata ke GWD sudah menjadi kebiasaan keluarga setelah lebaran. Meski pandemi Covid-19 masih berjalan, dia tetap piknik bersama keluarga besarnya ke GWD untuk menikmati suasana pantai. “Hari pertama dan kedua silaturahmi, hari ketiga ngelencer,” ujar bapak satu anak itu.

Keramaian pengunjung juga terlihat di Pantai Cacalan. Meski tak sampai membeludak, tempat wisata yang terletak di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro tersebut diserbu banyak orang. Mereka memenuhi warung-warung di tepi pantai dan sisi selatan yang menyediakan pondok-pondok untuk pengunjung.

Sebagian lainya menikmati wisata perahu kano. Petugas di pintu masuk tetap melakukan skrining menggunakan thermo gun untuk pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Sepekan Zona Kuning, Kini Banyuwangi Oranye Lagi

Tak terlihat adanya pembatasan jumlah pengunjung. Semua wisatawan yang datang tetap bisa masuk ke area pantai. Kapolsek Kalipuro Iptu Hadi Waluyo mengatakan, anggotanya tetap bersiaga di kawasan tersebut untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan. “Susah jika ingin dibatasi. Kita hanya bisa memastikan semua tetap taat prokes yang masuk ke tempat wisata,” tegasnya.

Sementara itu, tempat wisata alam (TWA) Kawah Ijen yang biasanya ramaia pengunjung, justru tampak sepi kemarin. Kepala Resort TWA Ijen Sigit Haribowo mengatakan, hanya 285 pengunjung yang datang pada akhir pekan kemarin. Jumlah itu jauh dari angka kuota yang ditetapkan BKSDA untuk akhir pecan, yaitu 450 pengunjung.

Sigit mengungkapkan, sepinya pengunjung  salah satunya dampak dari penyekatan dari arah Bondowoso. Banyak wisatawan yang mengira Kawah Ijen tutup selama masa pembatasan mudik. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan hingga kawasan Kawah Ijen. “Hitunganya sepi jika dibanding hari biasa. Sehari sebelumnya hanya ada 280 pengunjung. Padahal kuota kita untuk hari biasa 350 pengunjung,” kata Sigit. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/