alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Ajak MUI Berperan Aktif dalam Pembangunan

BANYUWANGI Bupati Ipuk Fiestiandani membuka secara resmi rapat koordinasi Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi di Café Hedon, Kecamatan Giri, kemarin (14/11). Pada kesempatan tersebut, Ipuk mengajak seluruh jajaran MUI untuk turut terlibat aktif dalam proses pembangunan di Banyuwangi.

Menurut Ipuk, selama MUI di tingkat kabupaten telah cukup berperan aktif dalam menemani Pemkab Banyuwangi untuk melakukan pembangunan. Aktif memberikan masukan-masukan dalam kebijakan daerah. “Hal ini, saya harapkan, tidak hanya di tingkat kabupaten. Namun, juga bisa dilakukan pula di tingkat kecamatan,” harapnya.

Ipuk menuturkan, MUI yang memiliki struktur kepengurusan sampai tingkat kecamatan selama ini belum mendapatkan peran optimal dalam mendorong pembangunan daerah. Keberadaannya hanya terlibat dalam serangkaian seremonial keagamaan. “Kami akan mendorong pula seluruh camat di Banyuwangi untuk memberi ruang kepada para ulama yang ada di MUI untuk dilibatkan secara aktif. Begitu pula para kiai, mohon kiranya juga dapat memberikan bimbingan kepada jajaran pemerintah. Terutama dalam pembangunan mental masyarakat,” terang Ipuk.

Baca Juga :  PHB Ajak Pemuda Banyuwangi Berhijrah

Selain itu, Ipuk juga mengharapkan, MUI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh ormas keagamaan di Banyuwangi. “Jika terjadi persoalan keagamaan di tengah masyarakat, kami menaruh harapan besar, MUI bisa menjadi rumah besar sekaligus penengah atas persoalan-persoalan tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhammad Yamin menyambut antusias apa yang menjadi harapan dari pemimpin Banyuwangi tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini pemerintah telah memberi ruang yang cukup luas bagi MUI untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. “Ajakan dari Bupati ini, menjadi cambuk bagi kami untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada masyarakat,” ujarnya.

Yamin menambahkan, selama ini pemkab juga secara rutin memberikan support anggaran guna operasional organisasi. “Terima kasih atas segala kepercayaan Bupati. Tentu, ini adalah amanat yang akan terus kami jaga dan akan kami berikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi rakyat Banyuwangi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Denda Rp 1 Juta

Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri oleh seluruh jajaran MUI Kabupaten Banyuwangi dan perwakilan dari pengurus MUI di tingkat kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. rerata mereka adalah para ulama, kiai dan perwakilan ormas keagamaan yang ada di Banyuwangi. Seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Al-Irsyad. Rakor ini bertujuan untuk membahas sejumlah program kerja yang akan dilakukan oleh MUI pada tahun mendatang. Di antaranya adalah upaya untuk memasyarakatkan Islam Washatiyah (moderat) dan sejumlah pelatihan-pelatihan keumatan. 

BANYUWANGI Bupati Ipuk Fiestiandani membuka secara resmi rapat koordinasi Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi di Café Hedon, Kecamatan Giri, kemarin (14/11). Pada kesempatan tersebut, Ipuk mengajak seluruh jajaran MUI untuk turut terlibat aktif dalam proses pembangunan di Banyuwangi.

Menurut Ipuk, selama MUI di tingkat kabupaten telah cukup berperan aktif dalam menemani Pemkab Banyuwangi untuk melakukan pembangunan. Aktif memberikan masukan-masukan dalam kebijakan daerah. “Hal ini, saya harapkan, tidak hanya di tingkat kabupaten. Namun, juga bisa dilakukan pula di tingkat kecamatan,” harapnya.

Ipuk menuturkan, MUI yang memiliki struktur kepengurusan sampai tingkat kecamatan selama ini belum mendapatkan peran optimal dalam mendorong pembangunan daerah. Keberadaannya hanya terlibat dalam serangkaian seremonial keagamaan. “Kami akan mendorong pula seluruh camat di Banyuwangi untuk memberi ruang kepada para ulama yang ada di MUI untuk dilibatkan secara aktif. Begitu pula para kiai, mohon kiranya juga dapat memberikan bimbingan kepada jajaran pemerintah. Terutama dalam pembangunan mental masyarakat,” terang Ipuk.

Baca Juga :  Berdayakan Ekonomi Rakyat lewat UMKM

Selain itu, Ipuk juga mengharapkan, MUI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh ormas keagamaan di Banyuwangi. “Jika terjadi persoalan keagamaan di tengah masyarakat, kami menaruh harapan besar, MUI bisa menjadi rumah besar sekaligus penengah atas persoalan-persoalan tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhammad Yamin menyambut antusias apa yang menjadi harapan dari pemimpin Banyuwangi tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini pemerintah telah memberi ruang yang cukup luas bagi MUI untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. “Ajakan dari Bupati ini, menjadi cambuk bagi kami untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada masyarakat,” ujarnya.

Yamin menambahkan, selama ini pemkab juga secara rutin memberikan support anggaran guna operasional organisasi. “Terima kasih atas segala kepercayaan Bupati. Tentu, ini adalah amanat yang akan terus kami jaga dan akan kami berikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi rakyat Banyuwangi,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Lelang Jabatan Dilantik Bertahap

Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri oleh seluruh jajaran MUI Kabupaten Banyuwangi dan perwakilan dari pengurus MUI di tingkat kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. rerata mereka adalah para ulama, kiai dan perwakilan ormas keagamaan yang ada di Banyuwangi. Seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Al-Irsyad. Rakor ini bertujuan untuk membahas sejumlah program kerja yang akan dilakukan oleh MUI pada tahun mendatang. Di antaranya adalah upaya untuk memasyarakatkan Islam Washatiyah (moderat) dan sejumlah pelatihan-pelatihan keumatan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/