alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Napi Lepas Kangen lewat Video Call

RadarBanyuwangi.id – Pelayanan maksimal untuk para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus dimaksimalkan selama Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya pelayanan video call gratis yang diberikan untuk para tahanan dan narapidana.

Seluruh WBP rela mengantre untuk mendapatkan layanan gratis tersebut. Mereka tampak antusias ingin melihat kondisi keluarga di rumah. Salah satu WBP, Mohammad Jamil, tampak berseri-seri ketika melihat sang istri melalui layar komputer. ”Hai Dik, apa kabarmu?” tanya Jamil kepada perempuan berhijab yang berada di layar tersebut.

Tak sekadar menanyakan keadaan istrinya, Jamil juga menyapa kedua anaknya yang saat ini sudah menginjak dewasa. Narapidana kasus narkoba itu memang tidak pernah punya waktu lama untuk melepas kangen dengan keluarganya.

Seluruh WBP hanya diberikan kesempatan waktu 5 menit. Waktu cukup singkat itulah yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh WBP. ”Meski sebentar, itu pun sudah cukup ketika melihat anak dan istri dalam kondisi sehat. Sehingga, kangennya bisa terobati,” ujar pria asal Kalipuro tersebut.

Baca Juga :  Polsek Rogojampi Safari Ramadan

Kesempatan untuk bisa video call bersama keluarga itu memang momen yang cukup langka bagi WBP. Bisa dipastikan seluruh WBP tidak bisa setiap hari berkomunikasi dengan keluarga. Selama di dalam lapas mereka tidak diperbolehkan membawa ponsel. Dengan adanya larangan itu membuat petugas lapas bisa memantau dengan mudah para WBP.

Para petugas sedikit memberikan kelonggaran kepada WBP untuk bisa menikmati layanan video call selama momen Idul Fitri. ”Kita sudah siapkan empat unit untuk mengoptimalkan layanan,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Dengan layanan tersebut, Lapas Banyuwangi memberikan kesempatan kepada 918 napi untuk memanfaatkan layanan tersebut secara bergantian. ”Ada tiga tempat yang berbayar, itu khusus WBP yang ingin video call berbayar,” katanya.

Baca Juga :  Penitipan Makanan di Lapas Dibuat Dua Gelombang

Meski ada opsi pelayanan berbayar, lebih banyak WBP yang memilih layanan video call gratis. Bagi WBP, layanan gratis tersebut bisa menghemat kebutuhannya selama di lapas. ”Padahal, layanan berbayar bisa cukup lama dimanfaatkan WBP. Jika layanan gratis hanya 5 menit, pelayanan berbayar bisa dinikmati hingga 15 menit,” terang Wahyu.

Selama momen perayaan Idul Fitri, keamanan Lapas Banyuwangi tetap diperketat, terutama untuk layanan penitipan makanan kepada WBP. ”Untuk layanan penitipan makanan, harus melalui pemeriksaan petugas secara ketat,” ungkapnya. (rio/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Pelayanan maksimal untuk para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus dimaksimalkan selama Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya pelayanan video call gratis yang diberikan untuk para tahanan dan narapidana.

Seluruh WBP rela mengantre untuk mendapatkan layanan gratis tersebut. Mereka tampak antusias ingin melihat kondisi keluarga di rumah. Salah satu WBP, Mohammad Jamil, tampak berseri-seri ketika melihat sang istri melalui layar komputer. ”Hai Dik, apa kabarmu?” tanya Jamil kepada perempuan berhijab yang berada di layar tersebut.

Tak sekadar menanyakan keadaan istrinya, Jamil juga menyapa kedua anaknya yang saat ini sudah menginjak dewasa. Narapidana kasus narkoba itu memang tidak pernah punya waktu lama untuk melepas kangen dengan keluarganya.

Seluruh WBP hanya diberikan kesempatan waktu 5 menit. Waktu cukup singkat itulah yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh WBP. ”Meski sebentar, itu pun sudah cukup ketika melihat anak dan istri dalam kondisi sehat. Sehingga, kangennya bisa terobati,” ujar pria asal Kalipuro tersebut.

Baca Juga :  Tangan Saling Bergandengan Sembari Lantunkan Zikir

Kesempatan untuk bisa video call bersama keluarga itu memang momen yang cukup langka bagi WBP. Bisa dipastikan seluruh WBP tidak bisa setiap hari berkomunikasi dengan keluarga. Selama di dalam lapas mereka tidak diperbolehkan membawa ponsel. Dengan adanya larangan itu membuat petugas lapas bisa memantau dengan mudah para WBP.

Para petugas sedikit memberikan kelonggaran kepada WBP untuk bisa menikmati layanan video call selama momen Idul Fitri. ”Kita sudah siapkan empat unit untuk mengoptimalkan layanan,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Dengan layanan tersebut, Lapas Banyuwangi memberikan kesempatan kepada 918 napi untuk memanfaatkan layanan tersebut secara bergantian. ”Ada tiga tempat yang berbayar, itu khusus WBP yang ingin video call berbayar,” katanya.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan di Lapas, Wakil Ketua MPR Ini Bernostalgia

Meski ada opsi pelayanan berbayar, lebih banyak WBP yang memilih layanan video call gratis. Bagi WBP, layanan gratis tersebut bisa menghemat kebutuhannya selama di lapas. ”Padahal, layanan berbayar bisa cukup lama dimanfaatkan WBP. Jika layanan gratis hanya 5 menit, pelayanan berbayar bisa dinikmati hingga 15 menit,” terang Wahyu.

Selama momen perayaan Idul Fitri, keamanan Lapas Banyuwangi tetap diperketat, terutama untuk layanan penitipan makanan kepada WBP. ”Untuk layanan penitipan makanan, harus melalui pemeriksaan petugas secara ketat,” ungkapnya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/