alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Dinkes Periksa Jajanan Pasar Takjil Empat Kali Sebulan

RadarBanyuwangi.id – Kemunculan pasar takjil selama Ramadan tahun ini semakin merebak. Tak hanya di Kecamatan Banyuwangi saja, pasar takjil didirikan hampir di tiap kecamatan di Bumi Blambangan.

Dinas Kesehatan Banyuwangi bekerja sama dengan Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan melakukan pengawasan ke setiap pasar takjil. Terutama untuk memastikan makanan yang dijajakan para pedagang adalah makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. ”Kita akan ambil sampling dari pedagang yang berjualan. Hari pertama di Kecamatan Banyuwangi sudah kita lakukan pemeriksaan sampel makanan secara acak dan langsung dicek kandunganya,” kata Kepala Dinkes Banyuwangi dr Widji Lestariono.

Pria yang karib disapa Rio itu menambahkan, pemeriksaan sampel dilakukan untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak. Di antaranya makanan yang mengandung Rhodamin B, yakni pewarna sintetis berwarna merah yang digunakan untuk industri kertas dan tekstil. Kemudian metanil yellow atau kuning metanil, zat kimia berwarna kuning yang juga digunakan untuk tekstil. Kemudian boraks dan formalin yang umumnya ditemukan di produk rumah tangga seperti detergen, plastik, dan perabotan kayu. ”Kita ambil sampel terutama yang berwarna mencolok,” jelas Rio.

Baca Juga :  Jalan Rusak Akibat Truk Pengangkut Material Bakal Dimusyawarahkan

Untuk pasar takjil yang ada di kecamatan, Rio mengatakan jika tugas pengawasan akan diserahkan kepada petugas puskesmas. Minimal dalam sebulan ini akan dilakukan sampai empat kali pemeriksaan dan pengambilan sampel. Dengan harapan bisa mencegah para pedagang nakal yang menggunakan zat-zat berbahaya untuk dikonsumsi.

Selain melakukan pemeriksaan kualitas makanan yang diperjualbelikan, pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi itu mengatakan akan mengawasi prokes para penjual di pasar takjil. Jika nantinya ada kerumunan yang dianggap berbahaya, bukan tidak mungkin Satgas Covid-19 kecamatan akan membubarkan pasar takjil. ”Saat ini kita memang sudah zona kuning. Tapi tidak boleh lengah, tetap harus waspada,” tandasnya. (fre/afi/c1)

Baca Juga :  Tujuh Sentra Takjil Dibuka di Pusat Kota Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id – Kemunculan pasar takjil selama Ramadan tahun ini semakin merebak. Tak hanya di Kecamatan Banyuwangi saja, pasar takjil didirikan hampir di tiap kecamatan di Bumi Blambangan.

Dinas Kesehatan Banyuwangi bekerja sama dengan Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan melakukan pengawasan ke setiap pasar takjil. Terutama untuk memastikan makanan yang dijajakan para pedagang adalah makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. ”Kita akan ambil sampling dari pedagang yang berjualan. Hari pertama di Kecamatan Banyuwangi sudah kita lakukan pemeriksaan sampel makanan secara acak dan langsung dicek kandunganya,” kata Kepala Dinkes Banyuwangi dr Widji Lestariono.

Pria yang karib disapa Rio itu menambahkan, pemeriksaan sampel dilakukan untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak. Di antaranya makanan yang mengandung Rhodamin B, yakni pewarna sintetis berwarna merah yang digunakan untuk industri kertas dan tekstil. Kemudian metanil yellow atau kuning metanil, zat kimia berwarna kuning yang juga digunakan untuk tekstil. Kemudian boraks dan formalin yang umumnya ditemukan di produk rumah tangga seperti detergen, plastik, dan perabotan kayu. ”Kita ambil sampel terutama yang berwarna mencolok,” jelas Rio.

Baca Juga :  Tarawih Bubar, Polisi Atur Lalin Depan Masjid

Untuk pasar takjil yang ada di kecamatan, Rio mengatakan jika tugas pengawasan akan diserahkan kepada petugas puskesmas. Minimal dalam sebulan ini akan dilakukan sampai empat kali pemeriksaan dan pengambilan sampel. Dengan harapan bisa mencegah para pedagang nakal yang menggunakan zat-zat berbahaya untuk dikonsumsi.

Selain melakukan pemeriksaan kualitas makanan yang diperjualbelikan, pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi itu mengatakan akan mengawasi prokes para penjual di pasar takjil. Jika nantinya ada kerumunan yang dianggap berbahaya, bukan tidak mungkin Satgas Covid-19 kecamatan akan membubarkan pasar takjil. ”Saat ini kita memang sudah zona kuning. Tapi tidak boleh lengah, tetap harus waspada,” tandasnya. (fre/afi/c1)

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Sentra Sandang Kurang Bergairah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/