alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Mabuk Pil Koplo, Dua Pemuda Diringkus

SONGGON – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Songgon berhasil mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pemakai pil koplo jenis trihexyphenidyl. Kedua pemuda yang diamankan itu yakni Rio Hartono, 21 dan Nur Hidayat, 30. Keduanya warga Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.

Kapolsek Songgon, AKP Bakin mengatakan, awal penangkapan terhadap kedua pemuda itu atas informasi masyarakat. Jumat malam (13/4) sekitar pukul 21.30 anggota Polsek Songgon di pimpin Kanit Reskrim Aiptu Subakti sedang berpatroli di wilayah Desa Sumberbulu.

Saat sedang patroli itu, polisi mendapatkan informasi dari warga, bahwa di warung nasi goreng yang berada di Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu disinyalir sering dilakukan transaksi pil koplo oleh pemuda yang nongkrong di warung tersebut.

Baca Juga :  Beri Kenyamanan Puasa, Peredaran Petasan Diawasi

Usai mendapat kabar itu, anggota polsek langsung melakukan pengintaian dan penyergapan, Hasilnya, aparat berhasil mengamankan 20 butir pil koplo yang sedang di transaksikan oleh Rio Hartono kepada salah seorang pembeli yang tak lain adalah saksi NV.

Setelah diinterogasi, barang yang di bawa oleh Rio Hartono tersebut mengaku adalah milik Nur Hidayat. Sejurus kemudian anggota Polsek Songgon langsung mencari keberadaan Nur Hidayat yang mencoba kabur dan bersembunyi di kebun belakang warung nasi goreng dalam kondisi mabuk.

Dari Nur Hidayat itulah, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 997 pil koplo. “Tersangka Nur Hidayat ini menunjukkan sisa barang yang hendak diedarkan sebanyak 997 butir yang di sembunyikan di semak-semak. Selanjutnya keduanya kami amankan ke Mapolsek Songgon,” jelas AKP Bakin.

Baca Juga :  Merasa Di-PHK Spihak, Pekerja Tambang Mengadu ke Disnaker

Saat ini, anggota Polsek Songgon juga masih melakukan pengembangan atas pengungkapan peredaran pil koplo tersebut. Kedua pemuda asal Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu itu akan dijerat pasal 197 Sub 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (ddy/als)

SONGGON – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Songgon berhasil mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pemakai pil koplo jenis trihexyphenidyl. Kedua pemuda yang diamankan itu yakni Rio Hartono, 21 dan Nur Hidayat, 30. Keduanya warga Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.

Kapolsek Songgon, AKP Bakin mengatakan, awal penangkapan terhadap kedua pemuda itu atas informasi masyarakat. Jumat malam (13/4) sekitar pukul 21.30 anggota Polsek Songgon di pimpin Kanit Reskrim Aiptu Subakti sedang berpatroli di wilayah Desa Sumberbulu.

Saat sedang patroli itu, polisi mendapatkan informasi dari warga, bahwa di warung nasi goreng yang berada di Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu disinyalir sering dilakukan transaksi pil koplo oleh pemuda yang nongkrong di warung tersebut.

Baca Juga :  Merasa Di-PHK Spihak, Pekerja Tambang Mengadu ke Disnaker

Usai mendapat kabar itu, anggota polsek langsung melakukan pengintaian dan penyergapan, Hasilnya, aparat berhasil mengamankan 20 butir pil koplo yang sedang di transaksikan oleh Rio Hartono kepada salah seorang pembeli yang tak lain adalah saksi NV.

Setelah diinterogasi, barang yang di bawa oleh Rio Hartono tersebut mengaku adalah milik Nur Hidayat. Sejurus kemudian anggota Polsek Songgon langsung mencari keberadaan Nur Hidayat yang mencoba kabur dan bersembunyi di kebun belakang warung nasi goreng dalam kondisi mabuk.

Dari Nur Hidayat itulah, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 997 pil koplo. “Tersangka Nur Hidayat ini menunjukkan sisa barang yang hendak diedarkan sebanyak 997 butir yang di sembunyikan di semak-semak. Selanjutnya keduanya kami amankan ke Mapolsek Songgon,” jelas AKP Bakin.

Baca Juga :  Beri Kenyamanan Puasa, Peredaran Petasan Diawasi

Saat ini, anggota Polsek Songgon juga masih melakukan pengembangan atas pengungkapan peredaran pil koplo tersebut. Kedua pemuda asal Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu itu akan dijerat pasal 197 Sub 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (ddy/als)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/