alexametrics
25.1 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Siap Sukseskan KTT G20, PLN Pastikan Keandalan Sistem Suplai Listrik ke Bali

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebagai komitmen dukungan penuh pada rangkaian kegiatan internasional KTT G20 yang sudah mulai berlangsung, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Timur dan Bali (UIT JBM) mendampingi Executive Vice President Transmisi Jawa Madura Bali, Eko Yudo Pramono melakukan pengecekan pada lokasi-lokasi yang menjadi jalur utama suplai listrik ke Pulau Bali, Kamis (14/7).Sebesar 30 persen, energi listrik di Bali merupakan suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton yang dialirkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan diteruskan menggunakan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) Ketapang.

Dalam kunjungannya, Eko Yudo menyapa dan berdiskusi dengan garda terdepan pengamanan keandalan sistem kelistrikan di setiap Gardu Induk (GI) di Situbondo dan Banyuwangi untuk memberikan semangat dan mengingatkan pentingnya menjaga andalnya sistem untuk sukseskan G20.

Baca Juga :  Tim Metrologi Sasar Timbangan Rogojampi

“Kami selalu melakukan pemantauan terkait keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung G20 ini. Kesuksesan dalam perhelatan internasional tersebut salah satunya adalah suplai listrik yang tidak mengalami gangguan. Oleh karena itu, dari awal Juni kemarin kami sudah melakukan pemeliharaan dari Jaringan Transmisi, Gardu Induk serta Cable Head,” terangnya saat melakukan kunjungan ke GI Banyuwangi.

Lebih lanjut, Eko Yudo mengatakan bahwa PLN juga telah melakukan peremajaan material yang sudah tidak optimal pada sistem Tegangan Tinggi.
“Keandalan sistem adalah yang utama untuk penyaluran listrik ke Bali tetap maksimal. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan para stakholder untuk melakukan penjagaan pada infrastruktur PLN agar terhindar dari gangguan eksternal, seperti layang-layang,” lanjutnya.

Pihaknya juga telah melakukan pengecekan kesiapan pada GI yang merupakan pemasok utama venue G20 (GI Nusa Dua, GI Pecatu, GI Bandara, GI Sanur, dan GI Kapal) pada Senin dan Selasa (18-19/7) sebelum menuju Jawa Timur.
Di tempat sama, General Manager PLN UIT JBM, Didik F. Dakhlan menambahkan untuk saat ini suplai listrik ke Bali mencapai 270 MW.

Baca Juga :  PLN Peduli Bantu Kampoeng Batara Papring Banyuwangi

“Beban puncak di Bali saat ini mencapai 765 MW, dalam kegiatan G20 nanti pasti akan meningkat. Kami terus mengantisipasi kemungkinan yang kerapkali menjadi penyebab-penyebab terjadinya gangguan karena suplai listrik dari sistem Jatim ke sistem Bali ini sangat penting,” ujar Didik.

Dengan kontinuitas penyaluran listrik yang andal, sistem kelistrikan di Bali sangat terbantukan. Dikarenakan apabila terjadinya gangguan pada sistem Paiton – Banyuwangi, dalam satu hari PLN mengeluarkan biaya sekitar Rp 13 miliar untuk mengoperasikan pembangkit berbahan bakar solar. (*)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebagai komitmen dukungan penuh pada rangkaian kegiatan internasional KTT G20 yang sudah mulai berlangsung, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Timur dan Bali (UIT JBM) mendampingi Executive Vice President Transmisi Jawa Madura Bali, Eko Yudo Pramono melakukan pengecekan pada lokasi-lokasi yang menjadi jalur utama suplai listrik ke Pulau Bali, Kamis (14/7).Sebesar 30 persen, energi listrik di Bali merupakan suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton yang dialirkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan diteruskan menggunakan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) Ketapang.

Dalam kunjungannya, Eko Yudo menyapa dan berdiskusi dengan garda terdepan pengamanan keandalan sistem kelistrikan di setiap Gardu Induk (GI) di Situbondo dan Banyuwangi untuk memberikan semangat dan mengingatkan pentingnya menjaga andalnya sistem untuk sukseskan G20.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Pastikan Keandalan Listrik Terjaga

“Kami selalu melakukan pemantauan terkait keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung G20 ini. Kesuksesan dalam perhelatan internasional tersebut salah satunya adalah suplai listrik yang tidak mengalami gangguan. Oleh karena itu, dari awal Juni kemarin kami sudah melakukan pemeliharaan dari Jaringan Transmisi, Gardu Induk serta Cable Head,” terangnya saat melakukan kunjungan ke GI Banyuwangi.

Lebih lanjut, Eko Yudo mengatakan bahwa PLN juga telah melakukan peremajaan material yang sudah tidak optimal pada sistem Tegangan Tinggi.
“Keandalan sistem adalah yang utama untuk penyaluran listrik ke Bali tetap maksimal. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan para stakholder untuk melakukan penjagaan pada infrastruktur PLN agar terhindar dari gangguan eksternal, seperti layang-layang,” lanjutnya.

Pihaknya juga telah melakukan pengecekan kesiapan pada GI yang merupakan pemasok utama venue G20 (GI Nusa Dua, GI Pecatu, GI Bandara, GI Sanur, dan GI Kapal) pada Senin dan Selasa (18-19/7) sebelum menuju Jawa Timur.
Di tempat sama, General Manager PLN UIT JBM, Didik F. Dakhlan menambahkan untuk saat ini suplai listrik ke Bali mencapai 270 MW.

Baca Juga :  Palang KA Sudah Ditutup, Banyak Warga Tetap Nekat Terobos Rel

“Beban puncak di Bali saat ini mencapai 765 MW, dalam kegiatan G20 nanti pasti akan meningkat. Kami terus mengantisipasi kemungkinan yang kerapkali menjadi penyebab-penyebab terjadinya gangguan karena suplai listrik dari sistem Jatim ke sistem Bali ini sangat penting,” ujar Didik.

Dengan kontinuitas penyaluran listrik yang andal, sistem kelistrikan di Bali sangat terbantukan. Dikarenakan apabila terjadinya gangguan pada sistem Paiton – Banyuwangi, dalam satu hari PLN mengeluarkan biaya sekitar Rp 13 miliar untuk mengoperasikan pembangkit berbahan bakar solar. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/