alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Mabes Polri Minta Waspadai Surat Tugas Palsu

RadarBanyuwangi.id – Selama libur Hari Raya Idul Fitri, pos-pos penyekatan mudik/balik diperketat. Kemarin (11/5) Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Nanang Avianto melihat langsung kondisi posko penyekatan di Pelabuhan ASDP Ketapang.

Jenderal bintang dua itu juga ikut masuk ke dalam kapal yang tengah menunggu jadwal berlayar. Selama di kapal, Nanang memastikan penyekatan mudik benar-benar berjalan efektif. ”Sebelumnya kita sudah melakukan latihan pra-operasi dari tahun ke tahun. Kali ini kita memastikan orang tidak mudik dan diminta di rumah saja,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, upaya ketat pemerintah membatasi pemudik semata-mata untuk menekan angka penularan virus korona. Jangan sampai terjadi ledakan kasus Covid seperti di India.  Ketika situasi sudah tidak terkontrol seperti di India, sangat terlihat bagaimana mencekamnya situasi di sana. ”Jangan sampai diri kita merasakan situasi seperti di India. Lebih baik tidak usah mudik,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Pulau Sapeken Start Mudik Lebih Awal

Selama melakukan peninjauan di Jawa Timur, Nanang memastikan protap penyekatan berjalan sesuai dengan harapan pemerintah. Seperti menanyakan izin jalan, bukti rapid test, termasuk pengecekan kondisi fisik dari mereka yang melakukan perjalanan. ”Ada prosedur pengecekan fisik di tempat, termasuk petugas kesehatan. Jangan sampai ada penularan dari mereka. Jangan sampai surat-surat yang dibawa tersebut aspal,” tegas lulusan Akpol 1990 itu.

Menurut Nanang pos-pos penyekatan mudik  berjalan cukup baik, terutama di wilayah Banyuwangi. Meski begitu masih ada potensi orang-orang yang lolos penyekatan, walau persentasenya sangat kecil. ”Saya lihat dari wilayah Kota Banyuwangi sampai kawasan penyekatan, masyarakat sudah patuh. Petugas tidak terlalu berat bertugas melakukan penyekatan,” imbuhnya.

Nanang mengingatkan agar pengamanan difokuskan untuk mengamati aktivitas masyarakat di tengah Hari Raya Idul Fitri. Ada kebiasaan masyarakat melakukan perjalanan ke tempat wisata pasca salat Id yang juga berpotensi untuk menjadikan penularan virus korona. ”Kalau kebijakan pemerintah daerah menutup tempat wisata, ya sudah kita bisa mengikuti. Tapi kalau tetap buka kita harus mengawal. Mudik tidak diperbolehkan meskipun di dalam rayon. Saya tahu ini ritual, semua harus bisa menahan diri dulu,” pintanya.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Pejalan Kaki Naik 300 Persen

Diungkapkan Nanang, dari data Satgas Covid-19 pusat ada potensi 7 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 18,9 juta orang yang ngotot melakukan mudik pada musim Lebaran 2021. Karena itu Satgas Covid-19 melakukan pemberlakuan larangan mudik sebagai strategi menghindari pertemuan fisik. ”Kita berharap penyekatan dari semua Polres yang akan ke Banyuwangi, termasuk dari arah Bali bisa melakukan penyekatan sehingga bisa mencegah lonjakan,” pungkas Nanang. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Selama libur Hari Raya Idul Fitri, pos-pos penyekatan mudik/balik diperketat. Kemarin (11/5) Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Nanang Avianto melihat langsung kondisi posko penyekatan di Pelabuhan ASDP Ketapang.

Jenderal bintang dua itu juga ikut masuk ke dalam kapal yang tengah menunggu jadwal berlayar. Selama di kapal, Nanang memastikan penyekatan mudik benar-benar berjalan efektif. ”Sebelumnya kita sudah melakukan latihan pra-operasi dari tahun ke tahun. Kali ini kita memastikan orang tidak mudik dan diminta di rumah saja,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, upaya ketat pemerintah membatasi pemudik semata-mata untuk menekan angka penularan virus korona. Jangan sampai terjadi ledakan kasus Covid seperti di India.  Ketika situasi sudah tidak terkontrol seperti di India, sangat terlihat bagaimana mencekamnya situasi di sana. ”Jangan sampai diri kita merasakan situasi seperti di India. Lebih baik tidak usah mudik,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Tersangka Kedua sebagai Pemasok Pil Trex

Selama melakukan peninjauan di Jawa Timur, Nanang memastikan protap penyekatan berjalan sesuai dengan harapan pemerintah. Seperti menanyakan izin jalan, bukti rapid test, termasuk pengecekan kondisi fisik dari mereka yang melakukan perjalanan. ”Ada prosedur pengecekan fisik di tempat, termasuk petugas kesehatan. Jangan sampai ada penularan dari mereka. Jangan sampai surat-surat yang dibawa tersebut aspal,” tegas lulusan Akpol 1990 itu.

Menurut Nanang pos-pos penyekatan mudik  berjalan cukup baik, terutama di wilayah Banyuwangi. Meski begitu masih ada potensi orang-orang yang lolos penyekatan, walau persentasenya sangat kecil. ”Saya lihat dari wilayah Kota Banyuwangi sampai kawasan penyekatan, masyarakat sudah patuh. Petugas tidak terlalu berat bertugas melakukan penyekatan,” imbuhnya.

Nanang mengingatkan agar pengamanan difokuskan untuk mengamati aktivitas masyarakat di tengah Hari Raya Idul Fitri. Ada kebiasaan masyarakat melakukan perjalanan ke tempat wisata pasca salat Id yang juga berpotensi untuk menjadikan penularan virus korona. ”Kalau kebijakan pemerintah daerah menutup tempat wisata, ya sudah kita bisa mengikuti. Tapi kalau tetap buka kita harus mengawal. Mudik tidak diperbolehkan meskipun di dalam rayon. Saya tahu ini ritual, semua harus bisa menahan diri dulu,” pintanya.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Pejalan Kaki Naik 300 Persen

Diungkapkan Nanang, dari data Satgas Covid-19 pusat ada potensi 7 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 18,9 juta orang yang ngotot melakukan mudik pada musim Lebaran 2021. Karena itu Satgas Covid-19 melakukan pemberlakuan larangan mudik sebagai strategi menghindari pertemuan fisik. ”Kita berharap penyekatan dari semua Polres yang akan ke Banyuwangi, termasuk dari arah Bali bisa melakukan penyekatan sehingga bisa mencegah lonjakan,” pungkas Nanang. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/