alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Penyidik Telusuri Aset Kasus Investasi Bodong

RadarBanyuwangi.id – Laporan para warga Lingkungan Kebunjeruk, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, tampaknya ditindak lanjuti cukup serius oleh Polresta Banyuwangi. Polresta Banyuwangi langsung memperdalam penyidikan yang sedang berlangsung intensif sepekan terakhir.

Korban kasus investasi bodong itu, cukup membuat penyidik cukup kesulitan. Dengan harus memeriksa satu per satu para korban di Polresta Banyuwangi. ”Laporan itu sudah kita tindak lanjuti, saat ini masih tahap penyelidikan,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priambodo.

Menurut Priambodo, kasus investasi bodong tersebut memang saat ini tengah marak. Modusnya memang menawarkan keuntungan yang cukup lumayan tidak masuk akal. ”Khusus laporan warga Kelurahan Lateng itu, para korban masih tengah dimintai keterangan. Karena korbannya memang cukup banyak,” katanya.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi APBDes Tegalharjo Bisa Bertambah

Dari laporan itu, jelas Priambodo, setidaknya korban sekitar 50 orang yang menjadi member. Itu, belum termasuk korban yang tidak menjadi member atau ikut grup investasi bodong. ”Makanya banyaknya korban itu, akan kami jadikan satu terlebih dahulu. Sehingga, bisa runtut dan dikemas menjadi satu laporan polisi (LP),” terangnya.

Untuk kerugian para korban sendiri, masih kata dia, nanti penyidik akan mencoba menelusuri aset atau kegunaan uang para korban. Namun tetap berdasarkan laporan para korban. ”Nanti kita coba telusuri penggunaannya terlebih dahulu, jika memang ada aset maka tidak menutup kemungkinan aset tersebut dijadikan barang bukti (BB),” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Lingkungan Kebunjeruk, Kelurahan Lateng merasa tertipu dengan investasi bodong yang ditawarkan Zahro Suraya, warga Lateng. Mereka ramai-ramai melaporkan investasi tersebut ke Polresta Banyuwangi, Rabu pekan lalu (7/4). Setidaknya ada 25 warga yang terdaftar menjadi korban investasi bodong tersebut. Para korban tergiur dengan janji keuntungan hingga 50 persen dari modal yang disetorkan. Mereka mengalami kerugian sekitar Rp 758 juta.(rio/bay)

Baca Juga :  Proyek Normalisasi Rampung, Jalan Menuju Ijen Makin Lebar

RadarBanyuwangi.id – Laporan para warga Lingkungan Kebunjeruk, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, tampaknya ditindak lanjuti cukup serius oleh Polresta Banyuwangi. Polresta Banyuwangi langsung memperdalam penyidikan yang sedang berlangsung intensif sepekan terakhir.

Korban kasus investasi bodong itu, cukup membuat penyidik cukup kesulitan. Dengan harus memeriksa satu per satu para korban di Polresta Banyuwangi. ”Laporan itu sudah kita tindak lanjuti, saat ini masih tahap penyelidikan,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priambodo.

Menurut Priambodo, kasus investasi bodong tersebut memang saat ini tengah marak. Modusnya memang menawarkan keuntungan yang cukup lumayan tidak masuk akal. ”Khusus laporan warga Kelurahan Lateng itu, para korban masih tengah dimintai keterangan. Karena korbannya memang cukup banyak,” katanya.

Baca Juga :  Proyek Normalisasi Rampung, Jalan Menuju Ijen Makin Lebar

Dari laporan itu, jelas Priambodo, setidaknya korban sekitar 50 orang yang menjadi member. Itu, belum termasuk korban yang tidak menjadi member atau ikut grup investasi bodong. ”Makanya banyaknya korban itu, akan kami jadikan satu terlebih dahulu. Sehingga, bisa runtut dan dikemas menjadi satu laporan polisi (LP),” terangnya.

Untuk kerugian para korban sendiri, masih kata dia, nanti penyidik akan mencoba menelusuri aset atau kegunaan uang para korban. Namun tetap berdasarkan laporan para korban. ”Nanti kita coba telusuri penggunaannya terlebih dahulu, jika memang ada aset maka tidak menutup kemungkinan aset tersebut dijadikan barang bukti (BB),” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Lingkungan Kebunjeruk, Kelurahan Lateng merasa tertipu dengan investasi bodong yang ditawarkan Zahro Suraya, warga Lateng. Mereka ramai-ramai melaporkan investasi tersebut ke Polresta Banyuwangi, Rabu pekan lalu (7/4). Setidaknya ada 25 warga yang terdaftar menjadi korban investasi bodong tersebut. Para korban tergiur dengan janji keuntungan hingga 50 persen dari modal yang disetorkan. Mereka mengalami kerugian sekitar Rp 758 juta.(rio/bay)

Baca Juga :  Jelang Natal, Belasan Pelabuhan Rakyat Bakal Diawasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/