alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Rem Blong, Tabrak Lereng Erek-Erek, Pasutri Situbondo Berpulang

JawaPos.com– Tanjakan Erek-erek lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, memakan korban jiwa kemarin (14/4). Pasangan suami istri (pasutri) asal Kampung Singoatmojo, Desa/Kecamatan Arjasa, Situbondo (STB), ditemukan meninggal dunia dalam posisi terkapar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Motor yang dikendarai pasutri tersebut diduga mengalami rem blong di jalan menurun tak jauh dari tikungan Erek-erek.

Pasutri asal STB yang berpulang itu adalah Choirul Faizin Asari, 30, dan Nurhatimah, 32. Keduanya diketahui mengendarai motor Honda Vario P 6023 EY.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanitlaka) Polres Banyuwangi Ipda Ardhi Bitha Kumala mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan beberapa saksi. Menurut saksi yang berada di lokasi kejadian, awalnya motor Honda Vario Nopol P 6023 EY yang dikendarai oleh Choirul dan istrinya itu melaju dari arah barat.

Baca Juga :  Perkara Sudah Inkrah, Narkotika 11,54 Gram Dimusnahkan

Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di jalan menikung dan menurun tajam itu, tiba-tiba mengalami blong rem depan. Karena jalan menurun tajam dan motor melaju kencang, pengendara tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Motor tersebut akhirnya out of control (oleng) lalu menabrak serumpun pohon pinus berukuran besar di pinggir jalan.

Akibat kecelakaan tunggal itu, pasutri asal STB tersebut mengalami benturan sangat keras. Nyawa keduanya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di lokasi kejadian. ”Setelah meninggal dunia, korban kemudian di bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” ujar Ardhi.

Dari hasil olah TKP, petugas juga menemukan adanya bekas tabrakan pada pohon. Petugas juga menemukan sisa darah korban yang masih menempel di rumpun pohon pinus besar. Kondisi bagian depan motor ringsek dan rusak berat.

Baca Juga :  Penerbangan di Bandara Kembali Normal

Di tikungan tersebut, kata Ardhi, sebelumnya telah dipasang rambu-rambu garis pembatas. Pemasangan rambu itu bertujuan agar pengendara lebih berhati-hati. Dia juga mengimbau agar masyarakat yang hendak ke tempat wisata Kawah Gunung Ijen yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, lebih dahulu mempersiapkan kondisi kendaraannya dengan baik. ”Saran kami, gunakan kendaraan yang manual dan hindari menggunakan kendaraan jenis matic. Karena jalur yang akan dilintasi sangat ekstrem,” ujarnya.

Ardhi mengakui, kawasan Erek-erek terkenal dengan tanjakan dan medan jalan menurun curam. Selain kondisi kendaraan, dia juga menyarankan agar pengendara juga menyiapkan kondisi kesehatan. ”Apabila lelah, lebih baik istirahat terlebih dahulu. Jangan memaksa berkendara dalam kondisi lelah,” imbaunya.

JawaPos.com– Tanjakan Erek-erek lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, memakan korban jiwa kemarin (14/4). Pasangan suami istri (pasutri) asal Kampung Singoatmojo, Desa/Kecamatan Arjasa, Situbondo (STB), ditemukan meninggal dunia dalam posisi terkapar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Motor yang dikendarai pasutri tersebut diduga mengalami rem blong di jalan menurun tak jauh dari tikungan Erek-erek.

Pasutri asal STB yang berpulang itu adalah Choirul Faizin Asari, 30, dan Nurhatimah, 32. Keduanya diketahui mengendarai motor Honda Vario P 6023 EY.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanitlaka) Polres Banyuwangi Ipda Ardhi Bitha Kumala mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan beberapa saksi. Menurut saksi yang berada di lokasi kejadian, awalnya motor Honda Vario Nopol P 6023 EY yang dikendarai oleh Choirul dan istrinya itu melaju dari arah barat.

Baca Juga :  Ratusan Perawat Raker di Atas Kapal

Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di jalan menikung dan menurun tajam itu, tiba-tiba mengalami blong rem depan. Karena jalan menurun tajam dan motor melaju kencang, pengendara tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Motor tersebut akhirnya out of control (oleng) lalu menabrak serumpun pohon pinus berukuran besar di pinggir jalan.

Akibat kecelakaan tunggal itu, pasutri asal STB tersebut mengalami benturan sangat keras. Nyawa keduanya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di lokasi kejadian. ”Setelah meninggal dunia, korban kemudian di bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” ujar Ardhi.

Dari hasil olah TKP, petugas juga menemukan adanya bekas tabrakan pada pohon. Petugas juga menemukan sisa darah korban yang masih menempel di rumpun pohon pinus besar. Kondisi bagian depan motor ringsek dan rusak berat.

Baca Juga :  Toko Sembako Nyambi Jualan Miras

Di tikungan tersebut, kata Ardhi, sebelumnya telah dipasang rambu-rambu garis pembatas. Pemasangan rambu itu bertujuan agar pengendara lebih berhati-hati. Dia juga mengimbau agar masyarakat yang hendak ke tempat wisata Kawah Gunung Ijen yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, lebih dahulu mempersiapkan kondisi kendaraannya dengan baik. ”Saran kami, gunakan kendaraan yang manual dan hindari menggunakan kendaraan jenis matic. Karena jalur yang akan dilintasi sangat ekstrem,” ujarnya.

Ardhi mengakui, kawasan Erek-erek terkenal dengan tanjakan dan medan jalan menurun curam. Selain kondisi kendaraan, dia juga menyarankan agar pengendara juga menyiapkan kondisi kesehatan. ”Apabila lelah, lebih baik istirahat terlebih dahulu. Jangan memaksa berkendara dalam kondisi lelah,” imbaunya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/