alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

FLD Ditangkap Selundupkan Sabu, Keluarga Malu Keluar Rumah

BANYUWANGI – Kasus hukum yang menjerat FLD terkait narkoba mengejutkan keluarganya yang tinggal di Rogojampi. Mereka tidak menyangka kalau FLD  sampai kedapatan membawa sabu-sabu.  

Salah seorang tetangga FLD yang enggan disebutkan namanya menuturkan, setiap harinya FLD bersama suaminya, WW, berjualan ayam potong di simpang tiga dekat Stasiun Rogojampi. ”Saya sempat dengar jika FLD ditangkap di lapas saat menjenguk kakaknya,” ujar perempuan berinisal TN ini.

Dugaan itu semakin mendekati kebenaran karena FLD memang memiliki kakak kandung yang ditangkap polisi tahun 2018 lalu dan kini mendekam di Lapas Banyuwangi.  Namun, kabar di medsos tersebut masih belum dipercaya sepenuhnya.

TN baru yakin setelah membaca berita di media massa jika petugas lapas menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu. ”Saya mengenal betul dan ciri-cirinya sama persis dengan FLD,” katanya.

Sejak beredar kabar di medsos dan pemberitaan mengenai penangkapan FLD di Lapas Banyuwangi, rumah keluarganya di Kampung Candian, Dusun Maduran, Desa Rogojampi terlihat sepi. Kemarin (14/3) ketika Jawa Pos  Radar Banyuwangi mendatangi rumah tersebut, pintunya tertutup rapat. Suami dan tiga anak FLD juga tidak berani keluar rumah. 

”Saya prihatin dan kasihan. Ketiga anaknya masih kecil dan menginjak remaja. Minggu kemarin (12/3) masih keluar rumah. Hari ini (kemarin) tidak kelihatan keluar rumah sama sekali,” ungkap TN.

TN mengenal FLD dan WW cukup baik dengan tetangga. Dia tidak menyangka jika FLD ditangkap gara-gara menyelundupkan sabu-sabu yang hendak diantarkan kepada kakaknya di penjara. ”Saya kasihan anak-anaknya yang masih kecil dan remaja, mereka pasti terbebani mentalnya mengetahui ibunya ditangkap karena kasus itu,” ujar TN. 

Baca Juga :  Oknum Polisi Nyabu Dituntut 4,5 Tahun

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas sipir berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu yang diselipkan dalam sabun batang ke Lapas Kelas I Banyuwangi, Sabtu (12/3/2022). Pelakunya adalah seorang ibu rumah tangga asal Rogojampi berinisial FLD, 36.

Barang haram tersebut sedianya hendak dikirim ke MG, napi kasus narkoba yang sudah divonis lima tahun penjara  Penyelundupan sabu-sabu tersebut atas suruhan MG yang tak lain adalah kakak kandung FLD.

MG tinggal di  blok F9. Dia kesandung kasus narkoba sejak 19 November 2018 lalu dengan barang bukti (BB) dua paket sabu seberat 0,54 gram. MG divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp 800 juta subsider  empat bulan kurungan.

Gara-gara perintah MG, FLD kini harus menginap di hotel Prodeo Polresta Banyuwangi. Untuk mengelabuhi perugas jaga, enam paket sabu tersebut disembunyikan di dalam tiga sabun batang. Barang terlarang tersebut dicampur dengan nasi, ayam goreng, roti dan mie instan, yang dititipkan di layanan penitipan barang dan makanan Lapas Banyuwangi.  ”Untuk kesekian kalinya kami menggagalkan penyelundupan narkobga ke Lapas. Kami menangkap seorang wanita yang nekat menyelundupkan sabu ke dalam Lapas,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Aksi tersebut terbongkar setelah petugas di layanan penitipan barang dan makanan mendapati barang terlarang tersebut. Barang tersebut didapati dari seorang berinisial FLD, yang hendak dikirimkan kepada MG. ”FLD menitipkan barang dan makanan berupa nasi, ayam goreng, roti, mie instan dan enam sabun batang. Ketika petugas memeriksa sabun batang itulah, muncul kecurigaan saat melihat ada goresan pada sabun batang,” terangnya.

Baca Juga :  PCNU Instruksikan Banser dan Pagar Nusa Jaga Pesantren

Benar saja,  ternyata di dalam sabun terdapat sabu yang dibungkus rapi di dalam sedotan. Atas temuan itu petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh barang titipan yang dibawa FLD. ”Hasilnya ditemukan enam paket sabu yang tersebar dalam tiga buah sabun batang. Kami langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan awal, MG mengaku memesan barang haram tersebut melalui sambungan Wartelsus Lapas Banyuwangi. MG mengaku memesan barang terlarang itu kepada rekannya berinisiall GF yang masuk daftar pencarian orang (DPO). ”Ternyata benar, MG memesan sabu kepada rekannya yang berada di luar lapas. Selanjutnya barang dikirim ke Lapas lewat kurir seorang wanita berinsial FLD,’’ jelasnya.

Wahyu menambahkan, Lapas Banyuwangi akan terus melakukan perang terhadap peredaran gelap narkoba. ”Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melakukan pengawasan dan pemeriksaan yang ketat terhadap seluruh barang maupun orang yang hendak masuk kedalam Lapas Banyuwangi,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Kasus hukum yang menjerat FLD terkait narkoba mengejutkan keluarganya yang tinggal di Rogojampi. Mereka tidak menyangka kalau FLD  sampai kedapatan membawa sabu-sabu.  

Salah seorang tetangga FLD yang enggan disebutkan namanya menuturkan, setiap harinya FLD bersama suaminya, WW, berjualan ayam potong di simpang tiga dekat Stasiun Rogojampi. ”Saya sempat dengar jika FLD ditangkap di lapas saat menjenguk kakaknya,” ujar perempuan berinisal TN ini.

Dugaan itu semakin mendekati kebenaran karena FLD memang memiliki kakak kandung yang ditangkap polisi tahun 2018 lalu dan kini mendekam di Lapas Banyuwangi.  Namun, kabar di medsos tersebut masih belum dipercaya sepenuhnya.

TN baru yakin setelah membaca berita di media massa jika petugas lapas menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu. ”Saya mengenal betul dan ciri-cirinya sama persis dengan FLD,” katanya.

Sejak beredar kabar di medsos dan pemberitaan mengenai penangkapan FLD di Lapas Banyuwangi, rumah keluarganya di Kampung Candian, Dusun Maduran, Desa Rogojampi terlihat sepi. Kemarin (14/3) ketika Jawa Pos  Radar Banyuwangi mendatangi rumah tersebut, pintunya tertutup rapat. Suami dan tiga anak FLD juga tidak berani keluar rumah. 

”Saya prihatin dan kasihan. Ketiga anaknya masih kecil dan menginjak remaja. Minggu kemarin (12/3) masih keluar rumah. Hari ini (kemarin) tidak kelihatan keluar rumah sama sekali,” ungkap TN.

TN mengenal FLD dan WW cukup baik dengan tetangga. Dia tidak menyangka jika FLD ditangkap gara-gara menyelundupkan sabu-sabu yang hendak diantarkan kepada kakaknya di penjara. ”Saya kasihan anak-anaknya yang masih kecil dan remaja, mereka pasti terbebani mentalnya mengetahui ibunya ditangkap karena kasus itu,” ujar TN. 

Baca Juga :  Material Pagar Jembatan GOR yang Ambruk Mulai Dibersihkan

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas sipir berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu yang diselipkan dalam sabun batang ke Lapas Kelas I Banyuwangi, Sabtu (12/3/2022). Pelakunya adalah seorang ibu rumah tangga asal Rogojampi berinisial FLD, 36.

Barang haram tersebut sedianya hendak dikirim ke MG, napi kasus narkoba yang sudah divonis lima tahun penjara  Penyelundupan sabu-sabu tersebut atas suruhan MG yang tak lain adalah kakak kandung FLD.

MG tinggal di  blok F9. Dia kesandung kasus narkoba sejak 19 November 2018 lalu dengan barang bukti (BB) dua paket sabu seberat 0,54 gram. MG divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp 800 juta subsider  empat bulan kurungan.

Gara-gara perintah MG, FLD kini harus menginap di hotel Prodeo Polresta Banyuwangi. Untuk mengelabuhi perugas jaga, enam paket sabu tersebut disembunyikan di dalam tiga sabun batang. Barang terlarang tersebut dicampur dengan nasi, ayam goreng, roti dan mie instan, yang dititipkan di layanan penitipan barang dan makanan Lapas Banyuwangi.  ”Untuk kesekian kalinya kami menggagalkan penyelundupan narkobga ke Lapas. Kami menangkap seorang wanita yang nekat menyelundupkan sabu ke dalam Lapas,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Aksi tersebut terbongkar setelah petugas di layanan penitipan barang dan makanan mendapati barang terlarang tersebut. Barang tersebut didapati dari seorang berinisial FLD, yang hendak dikirimkan kepada MG. ”FLD menitipkan barang dan makanan berupa nasi, ayam goreng, roti, mie instan dan enam sabun batang. Ketika petugas memeriksa sabun batang itulah, muncul kecurigaan saat melihat ada goresan pada sabun batang,” terangnya.

Baca Juga :  Napi Selundupkan Sabu ke Lapas Banyuwangi

Benar saja,  ternyata di dalam sabun terdapat sabu yang dibungkus rapi di dalam sedotan. Atas temuan itu petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh barang titipan yang dibawa FLD. ”Hasilnya ditemukan enam paket sabu yang tersebar dalam tiga buah sabun batang. Kami langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan awal, MG mengaku memesan barang haram tersebut melalui sambungan Wartelsus Lapas Banyuwangi. MG mengaku memesan barang terlarang itu kepada rekannya berinisiall GF yang masuk daftar pencarian orang (DPO). ”Ternyata benar, MG memesan sabu kepada rekannya yang berada di luar lapas. Selanjutnya barang dikirim ke Lapas lewat kurir seorang wanita berinsial FLD,’’ jelasnya.

Wahyu menambahkan, Lapas Banyuwangi akan terus melakukan perang terhadap peredaran gelap narkoba. ”Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melakukan pengawasan dan pemeriksaan yang ketat terhadap seluruh barang maupun orang yang hendak masuk kedalam Lapas Banyuwangi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/