alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Ini Penyebab Warung Remang-remang LCM Tetap Jadi Pangkalan PSK

KALIPURO –  Geliat warung remang-remang di LCM Ketapang mengusik Satpol PP. Minggu malam (10/9),  anggota Satpol PP sebatas mendata para wanita yang mangkal di warung remang dekat pelabuhan LCM Ketapang tersebut.

Kedatangan Satpol PP tersebut tidak membuat takut para wanita yang mangkal di wisma-wisma. Mereka justru dengan santai duduk-duduk di ruang tamu wisma sembari berbincang dengan tamu.

Sejak warung remang Ketapang diberitakan bergeliat lagi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatpolPP) Banyuwangi, Edi Supriyono langsung  memerintahkan anggotanya untuk memantau  eks-lokalisasi PSK tersebut.

Pemantauan tidak hanya di LCM, tapi juga di Warung Panjang, Ketapang. Dari pemantauan yang dilakukan Minggu malam itu (10/9), petugas mencatat ada 46 pramusaji di LCM dan 23 warung,  Di Warung Panjang ada 33 pramusaji dan 11 warung.

Baca Juga :  Memasyarakatkan Program Banyuwangi Rebound Butuh Peran Pers

Edi Supriyono membantah di dua warung tersebut berlangsung kegiatan prostitusi. “Dari pemantauan yang dilakukan sudah tidak ada praktik prostitusi,” tegas Edi.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, usai pendataan, para PSK kembali mangkal di warung remang LCM.  “Iya, semalam memang ada razia. Tapi sebelumnya kami sudah dapat informasi,” ucap Bunga (samaran), 25, PSK asal Bondowoso.

Diberitakan sebelumnya, meski disebut sudah lama ditutup, aktivitas warung remang-remang di kawasan Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM), Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro ternyata “kambuh” lagi. Puluhan wanita yang disinyalir berpraktik sebagai pekerja seks komersial (PSK), tiap malam terlihat melayani para pria hidung belang.

Diduga, warung remang LCM itu sudah cukup lama beroperasi kembali. Sayang, aktivitas mereka menjajakan diri tersebut terkesan aman-aman saja. Aparat kepolisian setempat sudah berulang kali merazia praktik mesum tersebut. Namun, hari ini dirazia, besoknya buka praktik lagi. (kri/aif/c1)     

Baca Juga :  Ruliyono Instruksikan Kader Golkar Beli Gabah Langsung dari Petani

KALIPURO –  Geliat warung remang-remang di LCM Ketapang mengusik Satpol PP. Minggu malam (10/9),  anggota Satpol PP sebatas mendata para wanita yang mangkal di warung remang dekat pelabuhan LCM Ketapang tersebut.

Kedatangan Satpol PP tersebut tidak membuat takut para wanita yang mangkal di wisma-wisma. Mereka justru dengan santai duduk-duduk di ruang tamu wisma sembari berbincang dengan tamu.

Sejak warung remang Ketapang diberitakan bergeliat lagi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatpolPP) Banyuwangi, Edi Supriyono langsung  memerintahkan anggotanya untuk memantau  eks-lokalisasi PSK tersebut.

Pemantauan tidak hanya di LCM, tapi juga di Warung Panjang, Ketapang. Dari pemantauan yang dilakukan Minggu malam itu (10/9), petugas mencatat ada 46 pramusaji di LCM dan 23 warung,  Di Warung Panjang ada 33 pramusaji dan 11 warung.

Baca Juga :  Lontong Bumbu Miswati dimodali Baznas

Edi Supriyono membantah di dua warung tersebut berlangsung kegiatan prostitusi. “Dari pemantauan yang dilakukan sudah tidak ada praktik prostitusi,” tegas Edi.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, usai pendataan, para PSK kembali mangkal di warung remang LCM.  “Iya, semalam memang ada razia. Tapi sebelumnya kami sudah dapat informasi,” ucap Bunga (samaran), 25, PSK asal Bondowoso.

Diberitakan sebelumnya, meski disebut sudah lama ditutup, aktivitas warung remang-remang di kawasan Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM), Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro ternyata “kambuh” lagi. Puluhan wanita yang disinyalir berpraktik sebagai pekerja seks komersial (PSK), tiap malam terlihat melayani para pria hidung belang.

Diduga, warung remang LCM itu sudah cukup lama beroperasi kembali. Sayang, aktivitas mereka menjajakan diri tersebut terkesan aman-aman saja. Aparat kepolisian setempat sudah berulang kali merazia praktik mesum tersebut. Namun, hari ini dirazia, besoknya buka praktik lagi. (kri/aif/c1)     

Baca Juga :  BPOM Tarik Peredaran Sarden

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/