BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Reza Dwi Wahyu Fernanda. Reza berhasil menyingkirkan ratusan pendaftar lainnya. Mantan siswa SMA Negeri 1 Giri tersebut mengumpulkan nilai 60,00. Meski hanya anak seorang tukang ojek online (ojol), Reza berhasil membuktikan jika penerimaan bintara Polri cukup transparan.

Keberhasilan Reza ternyata tidak terlepas dari keikutsertaannya dalam bimbingan latihan (binlat) yang diadakan Kodim 0825 Banyuwangi. Latihan yang diberikan oleh Sertu Navian Wibowo, Serda Didik Budi, Sertu Andik P., dan Sertu Agus Tomi, telah mengantarkan Reza masuk sebagai siswa Bintara Polri Polda Jatim 2022.

”Alhamdulillah, saya menjadi salah satu peserta yang dinyatakan lolos sebagai siswa bintara Polri Polda Jatim 2022. Saya bisa menempuh jenjang berikutnya di Polda Jatim,” kata Reza.

Baca Juga :  Warga Pakel Datangi Perhutani, Klaim Miliki Lahan 3000 Hektare

Keberhasilan tersebut juga berkat doa orang tua serta usaha yang telah dilakukan Reza selama ini. Saat mengikuti tes penerimaan bintara di Polresta Banyuwangi, Reza selalu meminta doa kepada orang tuanya. Dia juga rajin mengikuti binlat dengan pelatih dari personel Kodim 0825 Banyuwangi.

”Sebelum mendaftarkan diri, saya meminta restu orang tua. Berkat dukungan bapak dan ibu, saya bersemangat mendaftar Polri. Kalau lolos bisa menjadi kebanggaan orang tua,” ujar anak kedua dari empat bersaudara tersebut.

Setiap mengikuti binlat, Reza selalu optimistis bisa menyelesaikan tes di Polresta Banyuwangi. Sejak duduk di bangku kelas 6 SD, Reza sudah mengikuti binlat dari Kodim 0825 Banyuwangi. ”Latihan yang diberikan oleh para personel TNI berupa kesehatan jasmani, psikologi, dan pembinaan mental. Selama binlat benar-benar terlatih seperti militer,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Minta Acara Istigotsah Tidak Disusupi Manuver Politik

Sebelumnya, Reza memang sempat pesimistis karena orang tuanya hanyalah tukang ojek online. Dia mengaku minder karena peserta lain berasal dari keluarga yang ekonominya mapan. ”Ya sempat pesimistis karena memang tidak punya uang. Ayah hanya ojol, sedangkan ibu hanya pekerja rumah tangga. Saya tidak membayangkan jika harus ada biaya untuk masuk Polri seperti kabar yang beredar adanya biaya untuk menjadi Polri,” bebernya.

Ternyata dengan adanya Polri yang presisi, penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya apa pun. ”Hingga dinyatakan lulus sebagai siswa Bintara Polda Jatim, saya tidak mengeluarkan uang untuk biaya apa pun alias gratis,” tandasnya. (aif/c1)