alexametrics
31 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Sidak PT PBS, Komisi III Disuguhi Bangunan Kantor yang Mangkrak

RadarBanyuwangi.id – Komisi III DPRD menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah aset milik Pemkab Banyuwangi. Dewan mendesak eksekutif mengoptimalkan aset-aset tersebut agar target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini tercapai.

Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi III Emy Wahyuni Dwi Lestari itu digeber dua hari berturut-turut sejak Kamis (11/6) hingga kemarin (12/6). Pada hari pertama, dewan menggelar sidak terhadap aset pemkab yang sempat dikelola PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) dan PT Putra Banyuwangi Sejati (Trabasti). Sedangkan kemarin, para wakil rakyat melakukan sidak terhadap aset pemkab berupa tanah puluhan hektare yang berlokasi di wilayah Kecamatan Muncar.

Emy mengatakan, saat melakukan sidak terhadap aset yang sempat dikelola PT PBS, pihaknya mendapati tanah dan bangunan kantor serta kapal yang terbengkalai. ”Kami akan berkoordinasi dengan pihak pengelola aset pemkab, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hal ini harus segera dicarikan jalan keluar mengingat dahulu, akadnya PT PBS sewa kapal ke pemkab,” ujarnya kepada RadarBanyuwangi.id.

Sedangkan terkait PT Trabasti, imbuh Emy, saat melakukan sidak pihaknya mendapati ada beberapa mobil dan bangunan kantor yang terbengkalai. Sedangkan lahan yang ditempati kantor perusahaan tersebut milik PT Perhutani.

Baca Juga :  Jam Kerja Pemkab Dikurangi

Belum cukup sampai di situ, para anggota Komisi III juga menggelar sidak ke lokasi aset tanah milik pemkab yang dikelola salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perkebunan Kelapa Blambangan di Kecamatan Muncar. Dari luas lahan mencapai 86 hektare yang dikelola BUMD, kini 10 hektare di antaranya telah dimanfaatkan untuk Balai Latihan Kerja (BLK) dan satu hektare untuk sirkuit BMX. ”Kami akan tanyakan ke instansi yang terkait, apakah sewa atau retribusinya sudah masuk atau tidak. Kami juga akan tanyakan pemanfaatan sisa lahan yang lain,” kata dia.

Emy menambahkan, pihaknya melakukan sidak terhadap aset-aset daerah tersebut agar bisa menginventarisasi aset-aset yang kini terbengkalai. ”Sekaligus memacu agar aset-aset tersebut lebih produktif,” imbuhnya.

Bahkan, Emy menyatakan pihaknya juga akan melakukan sidak ke aset-aset yang lain. Termasuk pasar pariwisata terpadu, dormitory tourism, dan lain-lain. ”Ini tupoksi Komisi III. Sebagaimana kita tahu, sejak 2017 sampai sekarang target PAD kita tidak pernah tercapai. Saat pembahasan Perubahan-APBD, kita turunkan target. Kami berharap hal itu tidak terjadi tahun 2021 ini. Kami ingin tahun ini target PAD kita terpenuhi,” harapnya.

Baca Juga :  Jumlah Pelanggar Lalu Lintas di Banyuwangi Turun Drastis, Kok Bisa?

Sekadar diketahui, pada APBD 2021 pendapatan asli daerah ditarget sebesar Rp 592,74 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cahyanto mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sepakat dengan harapan legislatif agar semua aset daerah dapat dioptimalkan. Dia pun menyatakan sejauh ini pihak BPKAD sudah melakukan berbagai upaya agar seluruh aset milik daerah dapat dioptimalkan. “Termasuk aset yang sempat dikelola PT PBS, PT Trabasti, maupun PDAU,” ujarnya.

          Cahyanto menambahkan, sejauh ini aset-aset tersebut belum dapat dioptimalkan lantaran terganjal sejumlah kendala. Namun demikian, upaya-upaya penyelesaian telah dilakukan. “Kami juga berkonsultasi kepada aparat penegak hukum dan inspektorat,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Komisi III DPRD menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah aset milik Pemkab Banyuwangi. Dewan mendesak eksekutif mengoptimalkan aset-aset tersebut agar target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini tercapai.

Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi III Emy Wahyuni Dwi Lestari itu digeber dua hari berturut-turut sejak Kamis (11/6) hingga kemarin (12/6). Pada hari pertama, dewan menggelar sidak terhadap aset pemkab yang sempat dikelola PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) dan PT Putra Banyuwangi Sejati (Trabasti). Sedangkan kemarin, para wakil rakyat melakukan sidak terhadap aset pemkab berupa tanah puluhan hektare yang berlokasi di wilayah Kecamatan Muncar.

Emy mengatakan, saat melakukan sidak terhadap aset yang sempat dikelola PT PBS, pihaknya mendapati tanah dan bangunan kantor serta kapal yang terbengkalai. ”Kami akan berkoordinasi dengan pihak pengelola aset pemkab, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hal ini harus segera dicarikan jalan keluar mengingat dahulu, akadnya PT PBS sewa kapal ke pemkab,” ujarnya kepada RadarBanyuwangi.id.

Sedangkan terkait PT Trabasti, imbuh Emy, saat melakukan sidak pihaknya mendapati ada beberapa mobil dan bangunan kantor yang terbengkalai. Sedangkan lahan yang ditempati kantor perusahaan tersebut milik PT Perhutani.

Baca Juga :  Apkasi Beri Masukan Menteri ATR

Belum cukup sampai di situ, para anggota Komisi III juga menggelar sidak ke lokasi aset tanah milik pemkab yang dikelola salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perkebunan Kelapa Blambangan di Kecamatan Muncar. Dari luas lahan mencapai 86 hektare yang dikelola BUMD, kini 10 hektare di antaranya telah dimanfaatkan untuk Balai Latihan Kerja (BLK) dan satu hektare untuk sirkuit BMX. ”Kami akan tanyakan ke instansi yang terkait, apakah sewa atau retribusinya sudah masuk atau tidak. Kami juga akan tanyakan pemanfaatan sisa lahan yang lain,” kata dia.

Emy menambahkan, pihaknya melakukan sidak terhadap aset-aset daerah tersebut agar bisa menginventarisasi aset-aset yang kini terbengkalai. ”Sekaligus memacu agar aset-aset tersebut lebih produktif,” imbuhnya.

Bahkan, Emy menyatakan pihaknya juga akan melakukan sidak ke aset-aset yang lain. Termasuk pasar pariwisata terpadu, dormitory tourism, dan lain-lain. ”Ini tupoksi Komisi III. Sebagaimana kita tahu, sejak 2017 sampai sekarang target PAD kita tidak pernah tercapai. Saat pembahasan Perubahan-APBD, kita turunkan target. Kami berharap hal itu tidak terjadi tahun 2021 ini. Kami ingin tahun ini target PAD kita terpenuhi,” harapnya.

Baca Juga :  Sopir Damkar Ikuti Pelatihan Skill di Polda Jatim

Sekadar diketahui, pada APBD 2021 pendapatan asli daerah ditarget sebesar Rp 592,74 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cahyanto mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sepakat dengan harapan legislatif agar semua aset daerah dapat dioptimalkan. Dia pun menyatakan sejauh ini pihak BPKAD sudah melakukan berbagai upaya agar seluruh aset milik daerah dapat dioptimalkan. “Termasuk aset yang sempat dikelola PT PBS, PT Trabasti, maupun PDAU,” ujarnya.

          Cahyanto menambahkan, sejauh ini aset-aset tersebut belum dapat dioptimalkan lantaran terganjal sejumlah kendala. Namun demikian, upaya-upaya penyelesaian telah dilakukan. “Kami juga berkonsultasi kepada aparat penegak hukum dan inspektorat,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Los Baru Pasar Rogojampi Bisa Dipakai

Ekspedisi Baby Lobster Dibekuk

PPP Konsolidasi Tim Pemenang Caleg

Artikel Terbaru

/