alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Petugas Geledah Kamar Napi, Hanya Dapat Sendok dan Pisau Modifikasi

BANYUWANGI – Kamar hunian narapidana (napi) Lapas Banyuwangi makin diperketat. Sejak ada temuan ponsel di kamar napi, Kamis lalu (31/3/2022), sipir terus memaksimalkan pengawasan. Salah satunya dengan melakukan penggeledahan di sejumlah kamar napi.

Temuan handphone tersebut membuat petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kamar hunian, Senin malam (11/4/2022). Sidak tersebut dipimpin langsung Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto setelah pelaksanaan salat Tarawih.

Puluhan petugas dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kemenkumham Jatim dikerahkan untuk menggeledah tiga kamar hunian laki-laki dan dua kamar hunian perempuan. Namun, petugas hanya mendapatkan barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Barang-barang tersebut berupa sendok besi, korek api, kartu remi, pisau, dan gunting. Sejumlah benda terlarang yang seharusnya tidak berada di dalam kamar hunian tersebut langsung diamankan oleh petugas. ”Kali ini kami melakukan sidak di kamar G-10 dan G-11 untuk blok pria, sedangkan blok wanita kami lakukan sidak ke seluruh kamar, yakni A-1 sampai A-3,” ujar Kalapas Wahyu Indarto.

Baca Juga :  Wow, Peragaan Batik Karya Warga Lapas Banyuwangi Memukau

Wahyu mengatakan, sidak tersebut bertujuan untuk memastikan kamar hunian di lapas steril dari barang-barang terlarang. Terutama, barang yang dapat membahayakan maupun menyebabkan adanya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). ”Sasaran utama kami adalah handphone, narkoba, serta barang-barang yang disinyalir dapat menyebabkan terjadinya gangguan kamtib,” kata Wahyu.

Tak hanya menggeledah isi kamar, petugas juga menggeledah badan napi. Masing-masing warga binaan diperiksa satu per satu. Selanjutnya, petugas menggeledah seluruh sudut kamar maupun area luar sekitar kamar. ”Penggeledahan tetap kami lakukan dengan humanis sehingga tidak menimbulkan resistensi dari warga binaan,” terang Wahyu.

Pada penggeledahan yang dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih 60 menit tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Hanya, ditemukan beberapa barang yang berpotensi dapat menjadi penyebab gangguan kamtib seperti sendok logam dan pisau modifikasi. ”Sidak yang kami laksanakan sebagai upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di Lapas Banyuwangi. Terlebih lagi, di bulan Ramadan kami dituntut untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,: ungkapnya.

Baca Juga :  Oknum KPLP Jember Tipu Anggota DPRD Rp 300 Juta

Wahyu menambahkan, sidak juga dimanfaatkan untuk membina para CPNS yang bertugas di Lapas Banyuwangi agar lebih memahami etika dan teknis penggeledahan. ”Para calon PNS sengaja kami latih agar lebih jeli pada saat melakukan penggeledahan. Ke depan mereka akan lebih sering terlibat dalam penggeledahan,” tandasnya. 

BANYUWANGI – Kamar hunian narapidana (napi) Lapas Banyuwangi makin diperketat. Sejak ada temuan ponsel di kamar napi, Kamis lalu (31/3/2022), sipir terus memaksimalkan pengawasan. Salah satunya dengan melakukan penggeledahan di sejumlah kamar napi.

Temuan handphone tersebut membuat petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kamar hunian, Senin malam (11/4/2022). Sidak tersebut dipimpin langsung Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto setelah pelaksanaan salat Tarawih.

Puluhan petugas dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kemenkumham Jatim dikerahkan untuk menggeledah tiga kamar hunian laki-laki dan dua kamar hunian perempuan. Namun, petugas hanya mendapatkan barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Barang-barang tersebut berupa sendok besi, korek api, kartu remi, pisau, dan gunting. Sejumlah benda terlarang yang seharusnya tidak berada di dalam kamar hunian tersebut langsung diamankan oleh petugas. ”Kali ini kami melakukan sidak di kamar G-10 dan G-11 untuk blok pria, sedangkan blok wanita kami lakukan sidak ke seluruh kamar, yakni A-1 sampai A-3,” ujar Kalapas Wahyu Indarto.

Baca Juga :  Delapan Napi Dapat Asimilasi

Wahyu mengatakan, sidak tersebut bertujuan untuk memastikan kamar hunian di lapas steril dari barang-barang terlarang. Terutama, barang yang dapat membahayakan maupun menyebabkan adanya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). ”Sasaran utama kami adalah handphone, narkoba, serta barang-barang yang disinyalir dapat menyebabkan terjadinya gangguan kamtib,” kata Wahyu.

Tak hanya menggeledah isi kamar, petugas juga menggeledah badan napi. Masing-masing warga binaan diperiksa satu per satu. Selanjutnya, petugas menggeledah seluruh sudut kamar maupun area luar sekitar kamar. ”Penggeledahan tetap kami lakukan dengan humanis sehingga tidak menimbulkan resistensi dari warga binaan,” terang Wahyu.

Pada penggeledahan yang dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih 60 menit tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Hanya, ditemukan beberapa barang yang berpotensi dapat menjadi penyebab gangguan kamtib seperti sendok logam dan pisau modifikasi. ”Sidak yang kami laksanakan sebagai upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di Lapas Banyuwangi. Terlebih lagi, di bulan Ramadan kami dituntut untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,: ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Awasi Ketat Eks Lokalisasi di Rogojampi dan Blimbingsari

Wahyu menambahkan, sidak juga dimanfaatkan untuk membina para CPNS yang bertugas di Lapas Banyuwangi agar lebih memahami etika dan teknis penggeledahan. ”Para calon PNS sengaja kami latih agar lebih jeli pada saat melakukan penggeledahan. Ke depan mereka akan lebih sering terlibat dalam penggeledahan,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/