23.7 C
Banyuwangi
Tuesday, March 28, 2023

Meninggal Gegara Tertimpa Pohon hingga Terpeleset di Dapur Rumah

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Banyuwangi memakan korban jiwa. Dua nyawa melayang gara-gara dampak bencana alam tersebut.

Di Blimbingsari, pasangan suami istri (pasutri) tertimpa pohon roboh di jalan. Sang suami meninggal, sedangkan istrinya selamat. Sementara di Kepatihan, seorang warga meninggal karena terpeleset ketika tengah membersihkan genangan di lantai dapur.

Peristiwa nahas yang dialami Supriyadi, 54, dan Siti Dewi, 48, terjadi pukul 23.30 di jalan raya Dusun Tegalwero, Desa/Kecamatan Blimbingsari. Malam itu, pasutri asal Rogojampi yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernopol DK 6028 BH melintas di jalan raya Blimbingsari, tepatnya di sebelah utara SDN 3 Blimbingsari.

”Pasutri tersebut mengendarai sepeda motor. Saat melintas di jalan raya, keduanya tertimpa pohon roboh,” ujar Babinsa Blimbingsari Serda Hudori yang ikut melakukan evakuasi korban.

Pasutri tersebut baru saja bertandang ke rumah kerabatnya. Supriyadi meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Siti Dewi mengalami luka-luka. Keduanya langsung dievakuasi ke RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

Baca Juga :  Keluarga Korban KRI Nanggala 402 Dapat Prioritas Masuk PPPK dan TNI AL

Petugas dibantu warga sempat kerepotan melakukan evakuasi korban. Pasalnya, selain waktunya tengah malam, pohon yang tumbang juga lumayan besar. Proses evakuasi butuh waktu cukup lama. Sembari menunggu kedatangan petugas, warga menggunakan peralatan seadanya membantu mengevakuasi korban yang tertindih pohon besar.

”Saya sudah berulang kali mengusulkan kepada dinas terkait agar pohon trembesi segera dipotong. Ketika hujan deras disertai angin kencang, sangat membahayakan pengendara,” ujar Hibbul Hadi, warga Desa Karangbendo.

Pohon di tepi jalan Karangbendo cukup lebat. Hibbul mengusulkan agar pohon yang kondisinya sudah miring segera dipotong. ”Ternyata betul, pohonnya roboh dan menghantam pengendara motor sampai meninggal dunia. Kalau sudah seperti ini siapa yang tanggung jawab,” sesal Hibbul.

Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono membenarkan kronologi kejadian pasutri yang tertimpa pohon saat mengendarai motor di jalan raya. ”Yang meninggal suaminya. Istrinya hanya mengalami luka bengkak di bagian kepala sisi belakang,” jelas Sudarsono.

Baca Juga :  Kuota Haji Banyuwangi Tunggu Keputusan Pusat

Musibah gara-gara dampak cuaca ekstrem juga menimpa Jumadi, 49, warga Lingkungan Krajan, RT 03 RW 03, Kelurahan Kepatihan. Korban ditemukan pada Minggu (12/2) pukul 21.00 dalam posisi tertelungkup di samping rak piring.

Korban yang hanya mengenakan kaus dan celana pendek ditemukan oleh keluarganya. Pihak keluarga langsung meminta bantuan dan warga melaporkan ke Polsek Banyuwangi. ”Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengeluarkan darah,” ujar Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin saat dikonfirmasi Senin (13/2).

Sebelum meninggal, korban diduga terjatuh saat berjalan menuju dapur. Posisi korban tertelungkup di sebelah rak piring atau di bawah kompor. ”Jasad korban langsung kita evakuasi ke RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis,” katanya.

Berdasarkan hasil visum, jelas Kusmin, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Luka lebam dan pendarahan di mulut korban diakibatkan karena benturan. ”Dugaan kuat memang korban terpeleset dan terjatuh saat berada di dapur,” terangnya. (ddy/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Banyuwangi memakan korban jiwa. Dua nyawa melayang gara-gara dampak bencana alam tersebut.

Di Blimbingsari, pasangan suami istri (pasutri) tertimpa pohon roboh di jalan. Sang suami meninggal, sedangkan istrinya selamat. Sementara di Kepatihan, seorang warga meninggal karena terpeleset ketika tengah membersihkan genangan di lantai dapur.

Peristiwa nahas yang dialami Supriyadi, 54, dan Siti Dewi, 48, terjadi pukul 23.30 di jalan raya Dusun Tegalwero, Desa/Kecamatan Blimbingsari. Malam itu, pasutri asal Rogojampi yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernopol DK 6028 BH melintas di jalan raya Blimbingsari, tepatnya di sebelah utara SDN 3 Blimbingsari.

”Pasutri tersebut mengendarai sepeda motor. Saat melintas di jalan raya, keduanya tertimpa pohon roboh,” ujar Babinsa Blimbingsari Serda Hudori yang ikut melakukan evakuasi korban.

Pasutri tersebut baru saja bertandang ke rumah kerabatnya. Supriyadi meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Siti Dewi mengalami luka-luka. Keduanya langsung dievakuasi ke RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

Baca Juga :  Tim Sukses Cagub-Cawagub Nomor 2 Tanda Tangani APK Pilgub Jatim

Petugas dibantu warga sempat kerepotan melakukan evakuasi korban. Pasalnya, selain waktunya tengah malam, pohon yang tumbang juga lumayan besar. Proses evakuasi butuh waktu cukup lama. Sembari menunggu kedatangan petugas, warga menggunakan peralatan seadanya membantu mengevakuasi korban yang tertindih pohon besar.

”Saya sudah berulang kali mengusulkan kepada dinas terkait agar pohon trembesi segera dipotong. Ketika hujan deras disertai angin kencang, sangat membahayakan pengendara,” ujar Hibbul Hadi, warga Desa Karangbendo.

Pohon di tepi jalan Karangbendo cukup lebat. Hibbul mengusulkan agar pohon yang kondisinya sudah miring segera dipotong. ”Ternyata betul, pohonnya roboh dan menghantam pengendara motor sampai meninggal dunia. Kalau sudah seperti ini siapa yang tanggung jawab,” sesal Hibbul.

Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono membenarkan kronologi kejadian pasutri yang tertimpa pohon saat mengendarai motor di jalan raya. ”Yang meninggal suaminya. Istrinya hanya mengalami luka bengkak di bagian kepala sisi belakang,” jelas Sudarsono.

Baca Juga :  Kuota Haji Banyuwangi Tunggu Keputusan Pusat

Musibah gara-gara dampak cuaca ekstrem juga menimpa Jumadi, 49, warga Lingkungan Krajan, RT 03 RW 03, Kelurahan Kepatihan. Korban ditemukan pada Minggu (12/2) pukul 21.00 dalam posisi tertelungkup di samping rak piring.

Korban yang hanya mengenakan kaus dan celana pendek ditemukan oleh keluarganya. Pihak keluarga langsung meminta bantuan dan warga melaporkan ke Polsek Banyuwangi. ”Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengeluarkan darah,” ujar Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin saat dikonfirmasi Senin (13/2).

Sebelum meninggal, korban diduga terjatuh saat berjalan menuju dapur. Posisi korban tertelungkup di sebelah rak piring atau di bawah kompor. ”Jasad korban langsung kita evakuasi ke RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis,” katanya.

Berdasarkan hasil visum, jelas Kusmin, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Luka lebam dan pendarahan di mulut korban diakibatkan karena benturan. ”Dugaan kuat memang korban terpeleset dan terjatuh saat berada di dapur,” terangnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/