alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

ETLE Statis Mulai Beroperasi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Para pengendara ataupun pengguna jalan tampaknya harus lebih mematuhi peraturan lalu lintas. Satlantas Polresta Banyuwangi bukan hanya mengaktifkan mobile electronic traffic law enforcement (ETLE), tetapi juga bisa menindak para pelanggar dengan sistem ETLE statis.

Penindakan ETLE statis dengan  mengaktifkan kamera pengawas yang dipasang di tiga simpul pusat kota Banyuwangi. Tiga titik tersebut berada di Simpang Tiga Sukowidi, Simpang Lima Banyuwangi, dan Jalan Raya Letjen S Parman.

Kamera pengawas tersebut akan menyasar sejumlah pelanggar lalu lintas. Di antaranya tidak mengenakan sabuk pengaman, tidak mengenakan helm menerobos lampu merah dan berboncengan tiga. Penegakan ETLE statis, juga akan merekam dan mengambil foto pelanggar.  Bukti pelanggaran selanjutnya akan dikonfirmasi ke pemilik kendaraan sesuai dengan pelat nomor kendaraan.

Selama operasi, Polresta Banyuwangi  menyiagakan satu personel atau operator yang bertugas untuk mengawasi hasil rekaman dan foto para pelanggar. Yang kemudian petugas akan mencari identitas pemilik kendaraan melalui Samsat Banyuwangi.

Baca Juga :  Jembatan Ambruk Belum Diperbaiki

”Untuk semua ETLE sudah siap beroperasi dan ada tiga titik penempatan kamera untuk melakukan perekaman pelanggaran lalu lintas,” ujar Kastlantas Polresta Banyuwagi Kompol Rian Septia Kurniawan melalui Baur Tilang Satlantas Polresta Banyuwangi Aipda Ivan Hendro.

Dalam sistem ETLE jelas Hendro, ada petugas yang standby sebagai operator pengawas. Operator tersebut yang nantinya mengecek hasil rekaman dan mencari data pelanggar melalui nomor plat kendaraan di Samsat Banyuwangi. ”Dari data tersebut, petugas menerbitkan surat konfirmasi yang nantinya akan dikirimkan melalui kantor pos ke alamat pemilik kendaraan,” ungkapnya.

Hendro mengatakan, dengan penerapan ETLE dapat membantu masyarakat terkait pelanggaran lalu lintas dan terkait keamanan. Sistem ETLE juga dapat memonitor jika terjadi tindak pidana di jalan raya.

”Konsepnya adalah pengawasan ada foto dan rekaman video. Sistem ini penting sekali untuk keamanan, bisa juga melihat apabila terjadi tindak pidana, dan ini sebagai alat bukti,” jelasnya.

Kebijakan ETLE, masih kata Hendro, cukup membuat kinerja kepolisian lebih efektif. Pelaksanaan tilang tidak harus menghadirkan petugas memantau secara konvensional dan berinteraksi dengan pengendara yang melakukan pelanggaran atau tatap muka. ”Pengendara lalu lintas akan diberi tahu mengenai sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan melalui surat atau notifikasi lewat ponsel, seperti halnya dengan para pelanggar yang ditindak dengan mobile ETLE,” ungkapnya.

Baca Juga :  PWI Pakaikan Rompi Anti Peluru, Polisi Tegaskan Tidak Takut Teroris

Hendro menabahkan, meski semua sistem ETLE sudah aktif. Para pelanggar lalu lintas yang sudah ditindak oleh mobile ETLE, tidak akan dapat ditindak dengan system ETLE Slstatis. ”Jadi tindakan ETLE itu hanya bisa dilakukan sekali dalam sehari. Makanya, pelanggar yang sudah terekam ETLE Mobile tidak akan bisa ditindak dengan ETLE statis dalam sehari itu juga. Terkecuali saat hari yang berbeda, maka pelanggar akan tetap bisa ditindak. Misalnya, jika hari ini terekam mobile ETLE melakukan pelanggaran dan besoknya terekam ETLE statis melakukan pelanggaran. Maka tetap bisa ditindak dan dilakukan pengiriman surat dua kali sesuai dengan pelanggaran,” jelasnya. (rio/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Para pengendara ataupun pengguna jalan tampaknya harus lebih mematuhi peraturan lalu lintas. Satlantas Polresta Banyuwangi bukan hanya mengaktifkan mobile electronic traffic law enforcement (ETLE), tetapi juga bisa menindak para pelanggar dengan sistem ETLE statis.

Penindakan ETLE statis dengan  mengaktifkan kamera pengawas yang dipasang di tiga simpul pusat kota Banyuwangi. Tiga titik tersebut berada di Simpang Tiga Sukowidi, Simpang Lima Banyuwangi, dan Jalan Raya Letjen S Parman.

Kamera pengawas tersebut akan menyasar sejumlah pelanggar lalu lintas. Di antaranya tidak mengenakan sabuk pengaman, tidak mengenakan helm menerobos lampu merah dan berboncengan tiga. Penegakan ETLE statis, juga akan merekam dan mengambil foto pelanggar.  Bukti pelanggaran selanjutnya akan dikonfirmasi ke pemilik kendaraan sesuai dengan pelat nomor kendaraan.

Selama operasi, Polresta Banyuwangi  menyiagakan satu personel atau operator yang bertugas untuk mengawasi hasil rekaman dan foto para pelanggar. Yang kemudian petugas akan mencari identitas pemilik kendaraan melalui Samsat Banyuwangi.

Baca Juga :  Mobil Avanza dan Motor Supra Adu Moncong

”Untuk semua ETLE sudah siap beroperasi dan ada tiga titik penempatan kamera untuk melakukan perekaman pelanggaran lalu lintas,” ujar Kastlantas Polresta Banyuwagi Kompol Rian Septia Kurniawan melalui Baur Tilang Satlantas Polresta Banyuwangi Aipda Ivan Hendro.

Dalam sistem ETLE jelas Hendro, ada petugas yang standby sebagai operator pengawas. Operator tersebut yang nantinya mengecek hasil rekaman dan mencari data pelanggar melalui nomor plat kendaraan di Samsat Banyuwangi. ”Dari data tersebut, petugas menerbitkan surat konfirmasi yang nantinya akan dikirimkan melalui kantor pos ke alamat pemilik kendaraan,” ungkapnya.

Hendro mengatakan, dengan penerapan ETLE dapat membantu masyarakat terkait pelanggaran lalu lintas dan terkait keamanan. Sistem ETLE juga dapat memonitor jika terjadi tindak pidana di jalan raya.

”Konsepnya adalah pengawasan ada foto dan rekaman video. Sistem ini penting sekali untuk keamanan, bisa juga melihat apabila terjadi tindak pidana, dan ini sebagai alat bukti,” jelasnya.

Kebijakan ETLE, masih kata Hendro, cukup membuat kinerja kepolisian lebih efektif. Pelaksanaan tilang tidak harus menghadirkan petugas memantau secara konvensional dan berinteraksi dengan pengendara yang melakukan pelanggaran atau tatap muka. ”Pengendara lalu lintas akan diberi tahu mengenai sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan melalui surat atau notifikasi lewat ponsel, seperti halnya dengan para pelanggar yang ditindak dengan mobile ETLE,” ungkapnya.

Baca Juga :  Truk Tebu bikin kesabaran sampe level dewa

Hendro menabahkan, meski semua sistem ETLE sudah aktif. Para pelanggar lalu lintas yang sudah ditindak oleh mobile ETLE, tidak akan dapat ditindak dengan system ETLE Slstatis. ”Jadi tindakan ETLE itu hanya bisa dilakukan sekali dalam sehari. Makanya, pelanggar yang sudah terekam ETLE Mobile tidak akan bisa ditindak dengan ETLE statis dalam sehari itu juga. Terkecuali saat hari yang berbeda, maka pelanggar akan tetap bisa ditindak. Misalnya, jika hari ini terekam mobile ETLE melakukan pelanggaran dan besoknya terekam ETLE statis melakukan pelanggaran. Maka tetap bisa ditindak dan dilakukan pengiriman surat dua kali sesuai dengan pelanggaran,” jelasnya. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/