alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

DPC Peradi Gelar UPA, Tetap Terapkan Prokes Ketat

RadarBanyuwangi.id Sebanyak 46 orang mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi, Sabtu (10/4).

Pelaksanaan UPA dipusatkan di ball room Hotel Kokoon Banyuwangi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni tetap mengenakan masker selama berada di dalam ruangan. Tidak itu saja, para peserta UPA juga dicek suhu tubuhnya saat masuk ke dalam ruang ujian. Bahkan, peserta juga diminta untuk menyerahkan hasil rapid test antigen dengan hasil negatif. “ Ini semata-mata untuk menjaga sekaligus mematuhi anjuran pemerintah,” ungkap Sekretaris DPC Peradi Banyuwangi, Eko Sutrisno.

Dalam UPA kali ini, kata Eko tempat duduk peserta juga diatur dengan jarak yang sangat aman yakni dua meter. Dalam UPA kali ini, juga dihadiri langsung Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Togar SM Sijabat, S.H. “Penyelenggaraan UPA ini, panitia outsourcing semua, kami dari DPC Peradi dan dari DPN Peradi hanya mengawasi jalannya ujian,” katanya.

Baca Juga :  Mirip Asli, Konjen Amerika Pastikan Dolar Palsu

Sebelum mengikuti UPA ini, terlebih dahulu DPC Peradi Banyuwangi menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bertempat di Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng. “Jadi peserta ujian ini telah mengikuti pendidikan profesi advokat selama dua bulan, dan kali ini mengikuti ujian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Banyuwangi, Misnadi mengatakan, banyak calon advokat yang mengikuti PKPA hingga UPA. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya.

Tahapan untuk menjadi advokat di Peradi, lanjut Misnadi dilakukan sangat ketat. Namun demikian, walaupun diselenggarakan secara ketat, calon advokat tetap antusias.

Menurut Misnadi, tingginya animo untuk menjadi advokat justru merupakan buah dari penerapan regulasi yang ketat dalam menyeleksi calon advokat. Untuk bisa menyelenggarakan ujian profesi advokat, lanjut Misnadi, tidak sembarangan. Ada sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan DPN Peradi.

Baca Juga :  Ketua PN Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Usai mengikuti UPA, pengumuman kelulusan baru akan disampaikan enam minggu ke depan. Setelah diumumkan, baru para calon advokat terlebih dahulu magang selama dua tahun sebelum mereka diangkat dan diambil sumpah jabatan profesi sebagai advokat. “ Harapannya tentu, para peserta UPA ini bisa lulus semuanya dan menjadi advokat yang andal, baik dari segi keilmuan dan etika profesi,” pungkasnya. (ddy)

RadarBanyuwangi.id Sebanyak 46 orang mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi, Sabtu (10/4).

Pelaksanaan UPA dipusatkan di ball room Hotel Kokoon Banyuwangi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni tetap mengenakan masker selama berada di dalam ruangan. Tidak itu saja, para peserta UPA juga dicek suhu tubuhnya saat masuk ke dalam ruang ujian. Bahkan, peserta juga diminta untuk menyerahkan hasil rapid test antigen dengan hasil negatif. “ Ini semata-mata untuk menjaga sekaligus mematuhi anjuran pemerintah,” ungkap Sekretaris DPC Peradi Banyuwangi, Eko Sutrisno.

Dalam UPA kali ini, kata Eko tempat duduk peserta juga diatur dengan jarak yang sangat aman yakni dua meter. Dalam UPA kali ini, juga dihadiri langsung Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Togar SM Sijabat, S.H. “Penyelenggaraan UPA ini, panitia outsourcing semua, kami dari DPC Peradi dan dari DPN Peradi hanya mengawasi jalannya ujian,” katanya.

Baca Juga :  Mirip Asli, Konjen Amerika Pastikan Dolar Palsu

Sebelum mengikuti UPA ini, terlebih dahulu DPC Peradi Banyuwangi menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bertempat di Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng. “Jadi peserta ujian ini telah mengikuti pendidikan profesi advokat selama dua bulan, dan kali ini mengikuti ujian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Banyuwangi, Misnadi mengatakan, banyak calon advokat yang mengikuti PKPA hingga UPA. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya.

Tahapan untuk menjadi advokat di Peradi, lanjut Misnadi dilakukan sangat ketat. Namun demikian, walaupun diselenggarakan secara ketat, calon advokat tetap antusias.

Menurut Misnadi, tingginya animo untuk menjadi advokat justru merupakan buah dari penerapan regulasi yang ketat dalam menyeleksi calon advokat. Untuk bisa menyelenggarakan ujian profesi advokat, lanjut Misnadi, tidak sembarangan. Ada sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan DPN Peradi.

Baca Juga :  Bikin Bau, Peternakan Ayam Licin Diprotes

Usai mengikuti UPA, pengumuman kelulusan baru akan disampaikan enam minggu ke depan. Setelah diumumkan, baru para calon advokat terlebih dahulu magang selama dua tahun sebelum mereka diangkat dan diambil sumpah jabatan profesi sebagai advokat. “ Harapannya tentu, para peserta UPA ini bisa lulus semuanya dan menjadi advokat yang andal, baik dari segi keilmuan dan etika profesi,” pungkasnya. (ddy)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/