alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pemeriksaan GeNose Berlaku di Stasiun Ketapang

BANYUWANGI PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kian mempermudah layanan keberangkatan bagi calon penumpang. Mulai Rabu (10/3), PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan deteksi Covid-19, GeNose C-19.

Layanan ini bisa diakses pelanggan atau pengguna jasa layanan kereta api di dua stasiun, yakni stasiun Jember dan Stasiun Ketapang. Untuk mendapatkan layanan, pelanggan KA hanya dikenakan biaya Rp 20 ribu.

Harga ini jauh lebih murah dibanding rapid test antigen maupun tes polymerase chain reaction (PCR). ”Hadirnya layanan pemeriksaan GeNose C-19 ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan yang kami berikan bagi pelanggan KA dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh,” ujar Pelaksana Harian Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra.

Menurut Radhit, layanan pemeriksaan GeNose C-19 merupakan hasil sinergi antara KAI dan Rajawali Nusindo serta Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No 20 Tahun 2021, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C-19 atau rapid test antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Baca Juga :  Residivis Pembobol Rumah Keok

Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Syarat Untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C-19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C-19. ”Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan,” jelas Radhit.

KAI Daop 9 Jember akan memastikan bahwa yang dapat naik KA adalah pelanggan yang dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah. ”Penambahan penyediaan layanan ini juga merupakan perwujudan dari dukungan KAI Bangga Buatan Indonesia,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Radhit, layanan GeNose C-19 disambut antusias pelanggan atau pengguna jasa layanan transportasi kereta api. Layanan ini jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan tes cepat antigen yang sebelumnya menjadi syarat perjalanan. Selain itu, hasil yang lebih cepat keluar sangat membantu penumpang dalam merencanakan perjalanan.

Baca Juga :  Airlangga: Alhamdulillah, Pekan Pertama Ramadan, Pandemi Terus Membaik

”GeNose ini merupakan alternatif, penumpang yang sudah memiliki hasil tes cepat antigen juga masih tetap kami layani. GeNose ini hadir sebagai alternatif karena harganya yang lebih murah. Penumpang hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja,” terang Radhitya.

Sementara itu, salah seorang calon penumpang KA, Sunarsono, 50, mengaku sangat terbantu dengan adanya syarat pemeriksaan GeNose C-19 yang disediakan di stasiun. ”Prosesnya lebih mudah tidak perlu lagi takut disuntik jarum atau disodok hidungnya seperti tes rapid antigen atau antibodi, cukup hanya meniup saja sudah bisa. Harganya juga murah dan sangat terjangkau. Jadi, tidak waswas mau pergi naik kereta api,” ujarnya.

Sunarsono mengaku pernah mengikuti tes cepat antibodi dan antigen. Maklum, dia terbilang sering melakukan perjalanan menggunakan KA. Namun, masa berlaku rapid test menurutnya terlalu singkat. ”Kalau seperti ini lebih mudah, hanya Rp 20 ribu saya kira masih mampu dan terjangkau. Apalagi prosesnya juga sangat mudah, yang penting tidak makan dan minum selama 30 menit sebelum pemeriksaan kecuali minum air putih,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

BANYUWANGI PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kian mempermudah layanan keberangkatan bagi calon penumpang. Mulai Rabu (10/3), PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan deteksi Covid-19, GeNose C-19.

Layanan ini bisa diakses pelanggan atau pengguna jasa layanan kereta api di dua stasiun, yakni stasiun Jember dan Stasiun Ketapang. Untuk mendapatkan layanan, pelanggan KA hanya dikenakan biaya Rp 20 ribu.

Harga ini jauh lebih murah dibanding rapid test antigen maupun tes polymerase chain reaction (PCR). ”Hadirnya layanan pemeriksaan GeNose C-19 ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan yang kami berikan bagi pelanggan KA dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh,” ujar Pelaksana Harian Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra.

Menurut Radhit, layanan pemeriksaan GeNose C-19 merupakan hasil sinergi antara KAI dan Rajawali Nusindo serta Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No 20 Tahun 2021, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C-19 atau rapid test antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Baca Juga :  Fokus Penuhi Target, Dinkes Genjot Pelaksanaan Vaksinasi

Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Syarat Untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C-19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C-19. ”Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan,” jelas Radhit.

KAI Daop 9 Jember akan memastikan bahwa yang dapat naik KA adalah pelanggan yang dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah. ”Penambahan penyediaan layanan ini juga merupakan perwujudan dari dukungan KAI Bangga Buatan Indonesia,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Radhit, layanan GeNose C-19 disambut antusias pelanggan atau pengguna jasa layanan transportasi kereta api. Layanan ini jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan tes cepat antigen yang sebelumnya menjadi syarat perjalanan. Selain itu, hasil yang lebih cepat keluar sangat membantu penumpang dalam merencanakan perjalanan.

Baca Juga :  Covid-19 dan Ekonomi Tetap Yang Utama

”GeNose ini merupakan alternatif, penumpang yang sudah memiliki hasil tes cepat antigen juga masih tetap kami layani. GeNose ini hadir sebagai alternatif karena harganya yang lebih murah. Penumpang hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja,” terang Radhitya.

Sementara itu, salah seorang calon penumpang KA, Sunarsono, 50, mengaku sangat terbantu dengan adanya syarat pemeriksaan GeNose C-19 yang disediakan di stasiun. ”Prosesnya lebih mudah tidak perlu lagi takut disuntik jarum atau disodok hidungnya seperti tes rapid antigen atau antibodi, cukup hanya meniup saja sudah bisa. Harganya juga murah dan sangat terjangkau. Jadi, tidak waswas mau pergi naik kereta api,” ujarnya.

Sunarsono mengaku pernah mengikuti tes cepat antibodi dan antigen. Maklum, dia terbilang sering melakukan perjalanan menggunakan KA. Namun, masa berlaku rapid test menurutnya terlalu singkat. ”Kalau seperti ini lebih mudah, hanya Rp 20 ribu saya kira masih mampu dan terjangkau. Apalagi prosesnya juga sangat mudah, yang penting tidak makan dan minum selama 30 menit sebelum pemeriksaan kecuali minum air putih,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/