alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Tabur Bunga di Lokasi Karamnya KRI Nanggala

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peringatan Hari Pahlawan kemarin diwarnai dengan tabur bunga di perairan Selat Bali. Tabur bunga berlangsung di atas geladak KRI Surabaya-591. Jajaran pejabat Forpimda menaburkan bunga di lokasi karamnya KRI Nanggala-402.     

Tabur bunga kemarin diikuti perwakilan dari Lanal, Kodim 0825, Polresta, Kejaksaan Negeri, Pengadilan, dan Pemkab Banyuwangi. Prosesi tabur bunga dipimpin Kolonel Laut (P) Andike Sri Mutia. Lantunan lagu Gugur Bunga ikut mengiringi prosesi tabur bunga di atas kapal perang hingga usai.

”Tabur bunga ini sebagai wujud cinta kasih kita kepada para pahlawan. Sengaja kita lakukan di atas titik tenggelamnya KRI Nanggala agar bisa mengenang kepahlawanan para prajurit yang gugur,” ujar Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori

Baca Juga :  RSUD Blambangan Buka Layanan Tes PCR

Selain di Selat Bali, tabur bunga juga dilakukan di TMP Wisma Raga Satria Laut 0032 dan TMP Wisma Raga Satria. Lanal juga masih menunggu realisasi usulan jalan atas nama dua kru KRI Nanggala asal Banyuwangi. ”Dengan semangat pahlawan, kami berharap bisa segera membangun negeri setelah masa pandemi,” kata Ansori.

Sekkab Banyuwangi Mujiono mengatakan, terkait nama jalan untuk dua kru KRI Nanggala, yaitu Sertu (Anm) Pandu Yudha Kusuma dan Serka (Anm) Dedi Hari Susilo, saat ini pemkab tengah mengkaji titik jalan yang strategis. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa tetap mengingat dua putra Banyuwangi yang gugur tersebut. ”Kita cari yang paling mudah untuk dilihat dan diingat, semoga semangat pahlawan bisa terus kita ikuti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Puluhan Cengkih di Lahan Sengketa Dibabat

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, tema Hari Pahlawan ”Pahlawanku Insipirasiku” memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat. Pahlawan tak hanya diingat, tapi juga harus dijadikan teladan. ”Perjuangan pahlawan jangan sampai terhenti, harus kita lanjutkan sebagai teladan,” pungkasnya.

KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu. Seluruh awaknya dinyatakan gugur. Kasal Laksamana Yudo Margono menyebut KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah menjadi tiga bagian. Dari 53 awak kapal tersebut, dua prajurit TNI AL berasal dari Banyuwangi. Mereka adalah Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo. Pandu bertugas sebagai operator senjata 2, sedangkan Dedi sebagai juru diesel 1. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peringatan Hari Pahlawan kemarin diwarnai dengan tabur bunga di perairan Selat Bali. Tabur bunga berlangsung di atas geladak KRI Surabaya-591. Jajaran pejabat Forpimda menaburkan bunga di lokasi karamnya KRI Nanggala-402.     

Tabur bunga kemarin diikuti perwakilan dari Lanal, Kodim 0825, Polresta, Kejaksaan Negeri, Pengadilan, dan Pemkab Banyuwangi. Prosesi tabur bunga dipimpin Kolonel Laut (P) Andike Sri Mutia. Lantunan lagu Gugur Bunga ikut mengiringi prosesi tabur bunga di atas kapal perang hingga usai.

”Tabur bunga ini sebagai wujud cinta kasih kita kepada para pahlawan. Sengaja kita lakukan di atas titik tenggelamnya KRI Nanggala agar bisa mengenang kepahlawanan para prajurit yang gugur,” ujar Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori

Baca Juga :  Reformasi Transportasi Umum

Selain di Selat Bali, tabur bunga juga dilakukan di TMP Wisma Raga Satria Laut 0032 dan TMP Wisma Raga Satria. Lanal juga masih menunggu realisasi usulan jalan atas nama dua kru KRI Nanggala asal Banyuwangi. ”Dengan semangat pahlawan, kami berharap bisa segera membangun negeri setelah masa pandemi,” kata Ansori.

Sekkab Banyuwangi Mujiono mengatakan, terkait nama jalan untuk dua kru KRI Nanggala, yaitu Sertu (Anm) Pandu Yudha Kusuma dan Serka (Anm) Dedi Hari Susilo, saat ini pemkab tengah mengkaji titik jalan yang strategis. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa tetap mengingat dua putra Banyuwangi yang gugur tersebut. ”Kita cari yang paling mudah untuk dilihat dan diingat, semoga semangat pahlawan bisa terus kita ikuti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penambalan Jalan Serentak Dimulai sejak Pertengahan Ramadan

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, tema Hari Pahlawan ”Pahlawanku Insipirasiku” memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat. Pahlawan tak hanya diingat, tapi juga harus dijadikan teladan. ”Perjuangan pahlawan jangan sampai terhenti, harus kita lanjutkan sebagai teladan,” pungkasnya.

KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu. Seluruh awaknya dinyatakan gugur. Kasal Laksamana Yudo Margono menyebut KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah menjadi tiga bagian. Dari 53 awak kapal tersebut, dua prajurit TNI AL berasal dari Banyuwangi. Mereka adalah Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo. Pandu bertugas sebagai operator senjata 2, sedangkan Dedi sebagai juru diesel 1. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/