alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Pelabuhan Ketapang Sepi Penumpang, THR Anak Buah Kapal Macet

RadarBanyuwangi.id – Larangan mudik yang berdampak kepada sepinya pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang berdampak kepada para pekerja. Beberapa anak buah kapal (ABK) yang beroperasi di Pelabuhan ASDP Ketapang mengaku belum mendapatkan tunjangan hari raya (THR) hingga H minus 3 lebaran, kemarin (9/5).

Keluhan tersebut diungkapkan KY, 42, salah satu ABK. Dia mengatakan hingga kemarin belum ada kejelasan kapanTHR dari perusahannya diberikan. Beberapa rekan seprofesinya dari perusahan yang berbeda mengaku sudah mendapat THR meski hanya 50 persen atau separuh dari yang biasanya diterima. “Tahun lalu separuh, tahun ini tidak ada sama sekali. Kita tahu pelabuhan sedang sepi, tapi ini hak kami. Perusahaan seharusnya tetap mengeluarkan THR,” kata KY.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi I Putu Widiana mengatakan terkait kebijakan THR memang berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainya. Sejak pandemi Covid-19 melanda tahun lalu, memang ada beberapa perusahaan yang tidak bisa membayar THR secara utuh. Ada yang membayar 50 persen, sisanya menyusul di bulan berikutnya.

Baca Juga :  Dirregident Apresiasi Penerapan PPKM Darurat di ASDP Ketapang

Ada juga yang hanya 30 persen. Putu mengaku mendapat banyak keluhan dari kepala cabang perusahaan pelayaran yang menjelaskan  jika manajemen tidak memperoleh pemasukan selama pandemi. “Tahun ini gambaranya memang ada yang belum membayar THR sama sekali, ada yang mampu, tapi hanya separuh.” jelasnya.

Putu menambahkan, faktor income yang ada saat ini ikut memperberat keuangan perusahaan. Dengan adanya pembatasan penumpang akibat larangan mudik membuat kondisi keuangan perusahaan semakin berat, bahkan biaya operasional kapal banyak yang tidak terbayar. Meski demikian, putu mengaku sudah mengimbau anggotanya untuk bisa membayarkan THR.

Meskipun tidak penuh 100 persen, perusahaan bisa menggunakan skema mencicil. 50 persen atau 30 persen dari jumlah THR yang harus diterima oleh karyawan. “Saya rasa kalau tidak mampu masih jauh. Perusahaan masih mampu meskipun hanya 30 persen, tergantung manajemen. Yang penting karyawan bisa merasakan hari raya,” kata Putu.

Baca Juga :  Pasutri Tertimpa Pohon Tumbang saat Berkendara

Gapasdap saat ini hanya mengoperasikan  23 kapal selama larangan mudik. Masing-masing dermaga, yang sebelumnya mengoperasikan 5 kapal, kini dibatasi menjadi 4 kapal. “Sebelum larangan mudik kemarin sempat bagus. Banyak pemudik dari Bali yang curi start pulang. Kita prediksi lagi nanti jumlah penumpang naik setelah lebaran ketupat,” pungkasnya. (fre/aif)

RadarBanyuwangi.id – Larangan mudik yang berdampak kepada sepinya pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang berdampak kepada para pekerja. Beberapa anak buah kapal (ABK) yang beroperasi di Pelabuhan ASDP Ketapang mengaku belum mendapatkan tunjangan hari raya (THR) hingga H minus 3 lebaran, kemarin (9/5).

Keluhan tersebut diungkapkan KY, 42, salah satu ABK. Dia mengatakan hingga kemarin belum ada kejelasan kapanTHR dari perusahannya diberikan. Beberapa rekan seprofesinya dari perusahan yang berbeda mengaku sudah mendapat THR meski hanya 50 persen atau separuh dari yang biasanya diterima. “Tahun lalu separuh, tahun ini tidak ada sama sekali. Kita tahu pelabuhan sedang sepi, tapi ini hak kami. Perusahaan seharusnya tetap mengeluarkan THR,” kata KY.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi I Putu Widiana mengatakan terkait kebijakan THR memang berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainya. Sejak pandemi Covid-19 melanda tahun lalu, memang ada beberapa perusahaan yang tidak bisa membayar THR secara utuh. Ada yang membayar 50 persen, sisanya menyusul di bulan berikutnya.

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan Lebaran Tembus 90 Ribu

Ada juga yang hanya 30 persen. Putu mengaku mendapat banyak keluhan dari kepala cabang perusahaan pelayaran yang menjelaskan  jika manajemen tidak memperoleh pemasukan selama pandemi. “Tahun ini gambaranya memang ada yang belum membayar THR sama sekali, ada yang mampu, tapi hanya separuh.” jelasnya.

Putu menambahkan, faktor income yang ada saat ini ikut memperberat keuangan perusahaan. Dengan adanya pembatasan penumpang akibat larangan mudik membuat kondisi keuangan perusahaan semakin berat, bahkan biaya operasional kapal banyak yang tidak terbayar. Meski demikian, putu mengaku sudah mengimbau anggotanya untuk bisa membayarkan THR.

Meskipun tidak penuh 100 persen, perusahaan bisa menggunakan skema mencicil. 50 persen atau 30 persen dari jumlah THR yang harus diterima oleh karyawan. “Saya rasa kalau tidak mampu masih jauh. Perusahaan masih mampu meskipun hanya 30 persen, tergantung manajemen. Yang penting karyawan bisa merasakan hari raya,” kata Putu.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Penumpang Kapal Turun Drastis

Gapasdap saat ini hanya mengoperasikan  23 kapal selama larangan mudik. Masing-masing dermaga, yang sebelumnya mengoperasikan 5 kapal, kini dibatasi menjadi 4 kapal. “Sebelum larangan mudik kemarin sempat bagus. Banyak pemudik dari Bali yang curi start pulang. Kita prediksi lagi nanti jumlah penumpang naik setelah lebaran ketupat,” pungkasnya. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/