alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Pahlawan Masa Kini Berkiprah Membangun Daerah

BANYUWANGI – Pahlawan biasanya diidentikkan dengan sosok yang memanggul senjata untuk mengusir penjajah. Namun, tidak demikian dengan era sekarang. Dalam momen peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November hari ini, semua warga negara bisa menjadi pahlawan. 

Para tenaga pendidik yang ditugaskan di daerah terpencil bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru yang lain. Mereka mengajar di tempat yang minim sarana dan prasarana pendidikan. Kendati demikian, para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, tetap bersemangat mengabdi untuk negeri. 

Semangat membangun negeri juga ditunjukkan para pahlawan devisa. Tak sedikit warga Banyuwangi yang bekerja di luar negeri sukses mengais rezeki. Begitu pulang kampung, mereka membangun usaha baru di tanah kelahirannya. Semangat kepahlawanan juga ditunjukkan para pejuang lingkungan yang menyulap kawasan pantai menjadi destinasi wisata baru.           

Baca Juga :  Nyepi Aman, Umat Hindu Ucapkan Terima Kasih

Di era sekarang, semangat kepahlawanan bisa ditorehkan dengan menunjukkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, serta mengharumkan nama daerah. Terus berprestasi membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing. 

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, peringatan Hari Pahlawan selayaknya menjadi momentum menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada warga untuk mengisi kemerdekaan. Setiap insan masyarakat Indonesia seyogianya memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk membangun negeri sesuai dengan potensi, sumber daya, serta profesi dan pekerjaan masing-masing.

Dikatakan Ipuk, jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI tidak cukup hanya sekadar dikenang. Lebih dari itu, semangat kepahlawanan itu harus dijadikan inspirasi setiap warga untuk ikut berkontribusi dalam membangun negeri, tidak terkecuali membangun kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan Tahun 2021, ’Pahlawanku Inspirasiku’,” ujarnya.

Baca Juga :  Kondisi Tak Memungkinkan, Sidang Terdakwa M Yunus Ditunda Pekan Depan

Apalagi di masa pandemi saat ini, setiap orang bisa menjadi pahlawan yang bergerak bersama-sama menangani Covid-19. Mulai para tenaga kesehatan (nakes), relawan penanganan Covid-19, para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang terus-menerus mengampanyekan protokol kesehatan (prokes), hingga para guru yang terus berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa di masa sulit seperti ini. ”Bahkan, setiap individu yang selalu menaati prokes pun bisa menjadi pahlawan. Karena mereka telah ikut berjuang melindungi diri dan orang-orang terdekatnya dari bahaya Covid-19,” ujarnya. 

BANYUWANGI – Pahlawan biasanya diidentikkan dengan sosok yang memanggul senjata untuk mengusir penjajah. Namun, tidak demikian dengan era sekarang. Dalam momen peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November hari ini, semua warga negara bisa menjadi pahlawan. 

Para tenaga pendidik yang ditugaskan di daerah terpencil bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru yang lain. Mereka mengajar di tempat yang minim sarana dan prasarana pendidikan. Kendati demikian, para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, tetap bersemangat mengabdi untuk negeri. 

Semangat membangun negeri juga ditunjukkan para pahlawan devisa. Tak sedikit warga Banyuwangi yang bekerja di luar negeri sukses mengais rezeki. Begitu pulang kampung, mereka membangun usaha baru di tanah kelahirannya. Semangat kepahlawanan juga ditunjukkan para pejuang lingkungan yang menyulap kawasan pantai menjadi destinasi wisata baru.           

Baca Juga :  Warga Ramai-Ramai Datangi TMP di Hari Pahlawan

Di era sekarang, semangat kepahlawanan bisa ditorehkan dengan menunjukkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, serta mengharumkan nama daerah. Terus berprestasi membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing. 

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, peringatan Hari Pahlawan selayaknya menjadi momentum menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada warga untuk mengisi kemerdekaan. Setiap insan masyarakat Indonesia seyogianya memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk membangun negeri sesuai dengan potensi, sumber daya, serta profesi dan pekerjaan masing-masing.

Dikatakan Ipuk, jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI tidak cukup hanya sekadar dikenang. Lebih dari itu, semangat kepahlawanan itu harus dijadikan inspirasi setiap warga untuk ikut berkontribusi dalam membangun negeri, tidak terkecuali membangun kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan Tahun 2021, ’Pahlawanku Inspirasiku’,” ujarnya.

Baca Juga :  Rayakan Agustusan, P3KLB dan Joko Thole Banyuwangi Gelar Tasyakuran

Apalagi di masa pandemi saat ini, setiap orang bisa menjadi pahlawan yang bergerak bersama-sama menangani Covid-19. Mulai para tenaga kesehatan (nakes), relawan penanganan Covid-19, para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang terus-menerus mengampanyekan protokol kesehatan (prokes), hingga para guru yang terus berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa di masa sulit seperti ini. ”Bahkan, setiap individu yang selalu menaati prokes pun bisa menjadi pahlawan. Karena mereka telah ikut berjuang melindungi diri dan orang-orang terdekatnya dari bahaya Covid-19,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/