alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Hiu Tutul Terdampar di Pantai Ngagelan Alas Purwo

TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar Genteng – Satu lagi hiu terdampar di pantai. Kali ini, hiu jenis tutul dengan panjang 7,56 meter dan lebar 2 meter, terdampar di Pantai Ngagelan, daerah Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Ikan raksasa itu ditemukan pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 05.00, oleh anggota Seksi Pengelolaan Penyu Semi Alami (PPSA), TN AP, Suparno, 39. Saat itu, ia sedang patroli pencarian telur penyu. “Saat patroli melihat ada bangkai ikan di pantai,” katanya kemarin (9/8).

Menurut Suparno, hiu tutul yang ditemukan sudah mati di Pantai Ngagelan itu, diperkirakan baru terdampar dan mati karena kondisinya masih segar. “Saat ditemukan masih ada darahnya, warna kulitnya juga masih segar, mungkin terdampar pada Jumat malam (5/8),” ujarnya.

Setelah menemukan bangkai hiu itu, Suparno langsung melaporkan ke Seksi Pengelolaan TNAP. Tim dari Resort Bedul juga langsung datang untuk mengidentifikasi. “Diduga hiu ini mati di laut lalu terdampar di Pantai Ngagelan,” ungkap pria asal Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo itu.

Baca Juga :  Aksi Tim Lanal BWI Bebaskan Hiu yang Terjebak di Kolam PLTU Paiton

Kepala Seksi Pengelolaan TN AP, Probo Wresniadji menyampaikan hiu tutul yang mati dan terdampar di Pantai Ngagelan itu, itu bukan yang kali pertama. Pada 2018, juga pernah ada hiu berukuran besar mati dan terdampar di pantai itu. “Selama saya bertugas di sini (TNAP), ini sudah yang kedua kalinya,” tuturnya.

Probo menyebut TN AP tidak akan mengevakuasi bangkai hiu jenis tutul berukuran besar itu. Bangkai itu, akan dibiarkan di pantai untuk keberlangsungan rantai makanan di lokasi tersebut. “Bangkai hiu itu bisa menjadi makanan biawak hingga babi hutan yang ada di sekitar pantai,” katanya.

Lokasi terdamparnya hiu tutul itu, masih kata Probo, juga jauh dari keramaian. Sehingga, bila bangkai itu tidak dievakuasi tidak akan menggangu aktivitas orang. “Karena lokasinya jarang dijamah orang, kalau mengeluarkan bau busuk tidak mengganggu,” dalihnya.

Baca Juga :  Tarif Rapid Antigen Turun Lagi

Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Lita Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendatangi lokasi terdamparnya hiu tutul tersebut. “Kami sudah cek di lokasi untuk memastikan kebenaran ada hiu tutul yang mati dan terdampar di Pantai Ngagelan,” katanya.

Mantan Kasi Humas Polresta Banyuwangi itu juga sudah menginstruksikan anggotanya, untuk memasang garis polisi di sekitar bangkai hiu yang mulai mengeluarkan bau busuk tersebut. “Dipasangi police line agar masyarakat atau pengunjung tidak melintas dan mendekat ke lokasi tersebut,” cetusnya.(sas/abi)

TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar Genteng – Satu lagi hiu terdampar di pantai. Kali ini, hiu jenis tutul dengan panjang 7,56 meter dan lebar 2 meter, terdampar di Pantai Ngagelan, daerah Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Ikan raksasa itu ditemukan pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 05.00, oleh anggota Seksi Pengelolaan Penyu Semi Alami (PPSA), TN AP, Suparno, 39. Saat itu, ia sedang patroli pencarian telur penyu. “Saat patroli melihat ada bangkai ikan di pantai,” katanya kemarin (9/8).

Menurut Suparno, hiu tutul yang ditemukan sudah mati di Pantai Ngagelan itu, diperkirakan baru terdampar dan mati karena kondisinya masih segar. “Saat ditemukan masih ada darahnya, warna kulitnya juga masih segar, mungkin terdampar pada Jumat malam (5/8),” ujarnya.

Setelah menemukan bangkai hiu itu, Suparno langsung melaporkan ke Seksi Pengelolaan TNAP. Tim dari Resort Bedul juga langsung datang untuk mengidentifikasi. “Diduga hiu ini mati di laut lalu terdampar di Pantai Ngagelan,” ungkap pria asal Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo itu.

Baca Juga :  Hiu Tutul Bermunculan di Teluk Pangpang

Kepala Seksi Pengelolaan TN AP, Probo Wresniadji menyampaikan hiu tutul yang mati dan terdampar di Pantai Ngagelan itu, itu bukan yang kali pertama. Pada 2018, juga pernah ada hiu berukuran besar mati dan terdampar di pantai itu. “Selama saya bertugas di sini (TNAP), ini sudah yang kedua kalinya,” tuturnya.

Probo menyebut TN AP tidak akan mengevakuasi bangkai hiu jenis tutul berukuran besar itu. Bangkai itu, akan dibiarkan di pantai untuk keberlangsungan rantai makanan di lokasi tersebut. “Bangkai hiu itu bisa menjadi makanan biawak hingga babi hutan yang ada di sekitar pantai,” katanya.

Lokasi terdamparnya hiu tutul itu, masih kata Probo, juga jauh dari keramaian. Sehingga, bila bangkai itu tidak dievakuasi tidak akan menggangu aktivitas orang. “Karena lokasinya jarang dijamah orang, kalau mengeluarkan bau busuk tidak mengganggu,” dalihnya.

Baca Juga :  Gandeng Relawan Pajak, Beri Asistensi Pengisian SPT

Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Lita Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendatangi lokasi terdamparnya hiu tutul tersebut. “Kami sudah cek di lokasi untuk memastikan kebenaran ada hiu tutul yang mati dan terdampar di Pantai Ngagelan,” katanya.

Mantan Kasi Humas Polresta Banyuwangi itu juga sudah menginstruksikan anggotanya, untuk memasang garis polisi di sekitar bangkai hiu yang mulai mengeluarkan bau busuk tersebut. “Dipasangi police line agar masyarakat atau pengunjung tidak melintas dan mendekat ke lokasi tersebut,” cetusnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Biasa Berdasi, Bersarung Juga Oke

Vaksinasi Hewan Kembali Dilanjutkan

Kecamatan Banyuwangi Masuk Dapil II

Harga Cabai Perlahan mulai Turun

Artikel Terbaru

/