alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Bersih-Bersih Sampah Apron Bandara Banyuwangi

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Banyuwangi bersama seluruh stakeholder melaksanakan Foreign Object Debris (FOD) atau pembersihan sampah di area airside untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan penerbangan dan kenyamanan bagi pengguna jasa penerbangan. Kegiatan FOD ini merupakan kegiatan rutin yang digelar secara berkelanjutan.

”Kegiatan ini sekaligus apel pencanangan Ramp Safety Campaign (RSC) dan Terminal Safety Campaign (TSC), sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dalam penerbangan,” ujar Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Banyuwangi Indrawansyah.

Kesadaran untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan harus ditanamkan pada masing-masing pribadi yang ada di bandara. Upaya peningkatan kesadaran ini terus digelorakan demi mewujudkan keselamatan dan kenyamanan. ”Kebersihan harus menjadi budaya. Jika melihat ada sampah atau benda asing di apron segera dipungut,” jelas Indrawansyah.

Baca Juga :  Pasang 3000 Titik LPJU Baru

Sasaran pelaksanaan FOD yaitu objek asing/puing/serpihan/material berbahaya di area runway (landasan) dan apron (tempat parkir pesawat) yang berpotensi menimbulkan bahaya terhadap keselamatan dan operasi pesawat.

Idrawansyah menyebut, pihaknya rutin melakukan sweeping FOD. Namun, terkadang masih ada saja yang terlewatkan. ”Mungkin masih ada yang tertiup angin dan lain-lain. Butuh kerja sama semua pihak di bandara untuk saling menjaga kebersihan,” jelasnya,

Tim menyisir apron ke dua arah yang berbeda. Tim yang melaksanakan sweeping menemukan benda-benda asing yang berpotensi membahayakan, seperti baut, uang koin, serpihan batu, plastik, dan lain sebagainya. Seluruhnya dikumpulkan ke dalam plastik besar untuk dibuang.

Pergerakan pesawat udara harus steril dari benda-benda asing, seperti sisa karet dan ban pesawat, batu-batu kecil sisa konstruksi, dan sebagainya. Sampah tersebut berpotensi masuk ke area sisi udara dan bisa membahayakan operasional penerbangan. (ddy/afi/c1)

Baca Juga :  Jalur Ijen dan G-Land Mulus sebelum Oktober

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Banyuwangi bersama seluruh stakeholder melaksanakan Foreign Object Debris (FOD) atau pembersihan sampah di area airside untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan penerbangan dan kenyamanan bagi pengguna jasa penerbangan. Kegiatan FOD ini merupakan kegiatan rutin yang digelar secara berkelanjutan.

”Kegiatan ini sekaligus apel pencanangan Ramp Safety Campaign (RSC) dan Terminal Safety Campaign (TSC), sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dalam penerbangan,” ujar Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Banyuwangi Indrawansyah.

Kesadaran untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan harus ditanamkan pada masing-masing pribadi yang ada di bandara. Upaya peningkatan kesadaran ini terus digelorakan demi mewujudkan keselamatan dan kenyamanan. ”Kebersihan harus menjadi budaya. Jika melihat ada sampah atau benda asing di apron segera dipungut,” jelas Indrawansyah.

Baca Juga :  Pengembangan Bandara Banyuwangi Harus Perkuat Pokdarwis

Sasaran pelaksanaan FOD yaitu objek asing/puing/serpihan/material berbahaya di area runway (landasan) dan apron (tempat parkir pesawat) yang berpotensi menimbulkan bahaya terhadap keselamatan dan operasi pesawat.

Idrawansyah menyebut, pihaknya rutin melakukan sweeping FOD. Namun, terkadang masih ada saja yang terlewatkan. ”Mungkin masih ada yang tertiup angin dan lain-lain. Butuh kerja sama semua pihak di bandara untuk saling menjaga kebersihan,” jelasnya,

Tim menyisir apron ke dua arah yang berbeda. Tim yang melaksanakan sweeping menemukan benda-benda asing yang berpotensi membahayakan, seperti baut, uang koin, serpihan batu, plastik, dan lain sebagainya. Seluruhnya dikumpulkan ke dalam plastik besar untuk dibuang.

Pergerakan pesawat udara harus steril dari benda-benda asing, seperti sisa karet dan ban pesawat, batu-batu kecil sisa konstruksi, dan sebagainya. Sampah tersebut berpotensi masuk ke area sisi udara dan bisa membahayakan operasional penerbangan. (ddy/afi/c1)

Baca Juga :  Baznas Bantu Dua Duafa Jalani Operasi Tumor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/