alexametrics
31 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Jumlah Lansia Terlantar di Banyuwangi Bertambah

LICIN – Jumlah lansia sebatang kara yang saat ini dirawat di Graha Rehabilitasi Sosial (Resos) milik Pemkab Banyuwangi berjumlah 13 orang. Meski tidak terlalu banyak, namun angka ini dianggap sudah maksimal jika melihat daya tampung dari graha yang ada di Desa Banjar, Kecamatan Licin, itu.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, mereka yang dirawat di Graha Resos adalah lansia di atas usia 60 tahun yang hidup sebatang kara. Sebagian dari mereka bahkan sudah kesulitan jika harus hidup sendiri. Karena itu mereka kemudian dirawat di Graha Resos.

Dibanding tahun 2017 lalu, Edy mengatakan, ada peningkatan jumlah lansia yang ditampung. Sebelumnya, hanya ada delapan orang lansia. Sedangkan saat ini jumlahnya sudah mencapai tiga belas orang. Itu pun setelah sebelumnya dikurangi dua orang lansia yang akhirnya diambil oleh keluarganya.

Baca Juga :  Gorong-Gorong Rusak, Siapkan Jembatan Sementara

”Sebenarnya kita masih bisa menampung 20-an orang lagi. Cuma kalau dipaksakan dengan jumlah itu, kita khawatir tidak nyaman. Karena sebagian bangunan yang ada di belakang kondisinya tidak layak,” terang Edy.

Karena itu, tahun depan ada dua langkah yang tengah diupayakan Dinas Sosial untuk meng-upgrade kapasitas dari Graha Resos. Yang pertama meminta renovasi melalui Dinas PU untuk menambah beberapa ruangan. Sehingga kapasitas maksimal 25 orang bisa terpenuhi di Graha Resos. Kemudian yang kedua, mengajukan Lingkungan Pondok Sosial yang rencananya dibangun di eks Lokalisasi Sumberloh, Singojuruh.

Terkait opsi yang kedua itu, mantan Kasatpol PP Banyuwangi itu menambahkan, pihaknya masih menunggu rencana anggaran tahun 2019. Karena anggaran untuk pembangunan Liponsos sendiri cukup besar, yaitu sekitar Rp 19 miliar. ”Prosesnya panjang. Karena ada pembelian lahan dan sebagainya. Minimal tahun depan target 50 persen sudah berjalan untuk Liponsos,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gagal Panen, Harga Mulai Terkerek

Ketika ditanya berapa jumlah lansia sebatang kara yang belum tercakup, Edy mengaku belum bisa memastikan. Karena selama ini Dinsos memperoleh rekomendasi dari tiap-tiap kecamatan. ”Rata-rata yang ke sini sudah 70 tahun ke atas. Sudah tidak punya famili. Kemudian tidak bisa mandiri. Yang kita cakup ini berbeda dengan program Rantang Kasih. Kalau Rantang Kasih masih bisa mandiri. Hanya saja sudah tidak bisa bekerja. Kalau itu, jumlah terakhir sekitar 874 se-Banyuwangi,” pungkas Edy.

LICIN – Jumlah lansia sebatang kara yang saat ini dirawat di Graha Rehabilitasi Sosial (Resos) milik Pemkab Banyuwangi berjumlah 13 orang. Meski tidak terlalu banyak, namun angka ini dianggap sudah maksimal jika melihat daya tampung dari graha yang ada di Desa Banjar, Kecamatan Licin, itu.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, mereka yang dirawat di Graha Resos adalah lansia di atas usia 60 tahun yang hidup sebatang kara. Sebagian dari mereka bahkan sudah kesulitan jika harus hidup sendiri. Karena itu mereka kemudian dirawat di Graha Resos.

Dibanding tahun 2017 lalu, Edy mengatakan, ada peningkatan jumlah lansia yang ditampung. Sebelumnya, hanya ada delapan orang lansia. Sedangkan saat ini jumlahnya sudah mencapai tiga belas orang. Itu pun setelah sebelumnya dikurangi dua orang lansia yang akhirnya diambil oleh keluarganya.

Baca Juga :  Judi Sabung Ayam, Dua Pria Ditangkap

”Sebenarnya kita masih bisa menampung 20-an orang lagi. Cuma kalau dipaksakan dengan jumlah itu, kita khawatir tidak nyaman. Karena sebagian bangunan yang ada di belakang kondisinya tidak layak,” terang Edy.

Karena itu, tahun depan ada dua langkah yang tengah diupayakan Dinas Sosial untuk meng-upgrade kapasitas dari Graha Resos. Yang pertama meminta renovasi melalui Dinas PU untuk menambah beberapa ruangan. Sehingga kapasitas maksimal 25 orang bisa terpenuhi di Graha Resos. Kemudian yang kedua, mengajukan Lingkungan Pondok Sosial yang rencananya dibangun di eks Lokalisasi Sumberloh, Singojuruh.

Terkait opsi yang kedua itu, mantan Kasatpol PP Banyuwangi itu menambahkan, pihaknya masih menunggu rencana anggaran tahun 2019. Karena anggaran untuk pembangunan Liponsos sendiri cukup besar, yaitu sekitar Rp 19 miliar. ”Prosesnya panjang. Karena ada pembelian lahan dan sebagainya. Minimal tahun depan target 50 persen sudah berjalan untuk Liponsos,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perjuangan Keras Anak Tukang Ojek yang Lolos Seleksi Bintara Polri

Ketika ditanya berapa jumlah lansia sebatang kara yang belum tercakup, Edy mengaku belum bisa memastikan. Karena selama ini Dinsos memperoleh rekomendasi dari tiap-tiap kecamatan. ”Rata-rata yang ke sini sudah 70 tahun ke atas. Sudah tidak punya famili. Kemudian tidak bisa mandiri. Yang kita cakup ini berbeda dengan program Rantang Kasih. Kalau Rantang Kasih masih bisa mandiri. Hanya saja sudah tidak bisa bekerja. Kalau itu, jumlah terakhir sekitar 874 se-Banyuwangi,” pungkas Edy.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/