alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Kawanan Moyet Ganggu Pengunjung Wisata Watudodol

KALIPURO – Pengujung wisata bukit dan Pantai Watudodol dalam beberapa hari ini, diganggu puluhan monyet liar. Puluhan monyet itu turun dari gunung untuk mencuri makanan dan minuman milik pengunjung yang sedang mandi di pantai.
Tidak hanya milik wisatawan, barang-barang dagangan milik warga seperti minuman ringan dan makanan ringan juga sering menjadi sasaran monyet tersebut. Ulah monyet itu dipicu karena sering kali wisatawan memberi makanan kepada monyet.
Meskipun sudah ada larangan memberi makanan kepada monyet, tetapi pengunjung masih saja memberi makan kepada hewan primata tersebut. “Sebenarnya monyet-monyet yang ada di sini hanya kehabisan sumber makanan di dalam hutan, mereka turun ke pantai untuk mencari makan,” ujar Candra, 40, Petugas kebersihan wisata bukit Watudodol.
Keberadaan monyet liar yang ada di wisata bukit Watudodol sebenarnya tidak mengganggu. Mereka juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berada di sana. “Walaupun kawanan monyet tersebut nakal tetapi mereka tidak melukai. Saya suka sama tingkah laku monet cukup menghibur,” ucap Anita, Pengunjung Bukit Watudodol.
Petugas yang ada di Bukit Watudodol sudah mengusir kawanan monyet itu. Akan tetapi tidak lama kemudian monyet tersebut kembali lagi. “Mungkin bukit ini sudah jadi rumahnya. Yang bikin saya heran mereka masih saja meminta makanan kepada pengunjung. Yang lebih parah lagi Al-Quran yang ada di makam Syeikh Maulana Ishak juga di sobek-sobek sama monyet itu,” ungkap Sunarmo, Petugas Jaga Bukit Watudodol.
Selain dibuka untuk wisata alam Bukit Watudodol juga menyimpan aura mistis. Banyak orang dari luar Banyuwangi yang menginap di makam Syeikh Maulana Ishak untuk meditasi selama berhari-hari. “Sering orang yang menginap di makam itu. Aneh-aneh ritual nya ada yang bakar dupa, kemenyan dan ada juga yang puasa bicara jadi kami pakai bahasa isyarat kalau komunikasi,” kata Sunarmo.
Kepala Urusan Teknik Kehutanan Perhutani Banyuwangi Utara, Budiharto mengatakan, pengelola sering memperingati pengunjung supaya tidak membawa makanan saat mendaki ke atas bukit. Sebenarnya monyet tersebut tidak mengganggu. Hanya saja pengunjung takut jika monyet berlarian di sekitar mereka. “Bukit Watudodol ini sepi pengunjung karena kalah dengan beberapa wisata baru yang ada di sekitar wilayah Wongsorejo. Untuk itu kami selaku pengelola hanya bisa menjaga fasilitas dan kebersihan,” tandasnya. (cw2/afi)

Baca Juga :  Ganggu Pengendara Lalu Lintas, Ranting Pohon Dikepras

KALIPURO – Pengujung wisata bukit dan Pantai Watudodol dalam beberapa hari ini, diganggu puluhan monyet liar. Puluhan monyet itu turun dari gunung untuk mencuri makanan dan minuman milik pengunjung yang sedang mandi di pantai.
Tidak hanya milik wisatawan, barang-barang dagangan milik warga seperti minuman ringan dan makanan ringan juga sering menjadi sasaran monyet tersebut. Ulah monyet itu dipicu karena sering kali wisatawan memberi makanan kepada monyet.
Meskipun sudah ada larangan memberi makanan kepada monyet, tetapi pengunjung masih saja memberi makan kepada hewan primata tersebut. “Sebenarnya monyet-monyet yang ada di sini hanya kehabisan sumber makanan di dalam hutan, mereka turun ke pantai untuk mencari makan,” ujar Candra, 40, Petugas kebersihan wisata bukit Watudodol.
Keberadaan monyet liar yang ada di wisata bukit Watudodol sebenarnya tidak mengganggu. Mereka juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berada di sana. “Walaupun kawanan monyet tersebut nakal tetapi mereka tidak melukai. Saya suka sama tingkah laku monet cukup menghibur,” ucap Anita, Pengunjung Bukit Watudodol.
Petugas yang ada di Bukit Watudodol sudah mengusir kawanan monyet itu. Akan tetapi tidak lama kemudian monyet tersebut kembali lagi. “Mungkin bukit ini sudah jadi rumahnya. Yang bikin saya heran mereka masih saja meminta makanan kepada pengunjung. Yang lebih parah lagi Al-Quran yang ada di makam Syeikh Maulana Ishak juga di sobek-sobek sama monyet itu,” ungkap Sunarmo, Petugas Jaga Bukit Watudodol.
Selain dibuka untuk wisata alam Bukit Watudodol juga menyimpan aura mistis. Banyak orang dari luar Banyuwangi yang menginap di makam Syeikh Maulana Ishak untuk meditasi selama berhari-hari. “Sering orang yang menginap di makam itu. Aneh-aneh ritual nya ada yang bakar dupa, kemenyan dan ada juga yang puasa bicara jadi kami pakai bahasa isyarat kalau komunikasi,” kata Sunarmo.
Kepala Urusan Teknik Kehutanan Perhutani Banyuwangi Utara, Budiharto mengatakan, pengelola sering memperingati pengunjung supaya tidak membawa makanan saat mendaki ke atas bukit. Sebenarnya monyet tersebut tidak mengganggu. Hanya saja pengunjung takut jika monyet berlarian di sekitar mereka. “Bukit Watudodol ini sepi pengunjung karena kalah dengan beberapa wisata baru yang ada di sekitar wilayah Wongsorejo. Untuk itu kami selaku pengelola hanya bisa menjaga fasilitas dan kebersihan,” tandasnya. (cw2/afi)

Baca Juga :  Merasa Dilecehkan, GMNI Tempuh Jalur Hukum

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/