alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Petaka Sepulang dari Family Gathering

TONGAS, Radar Bromo – Perjalanan rombongan wisata karyawan notaris  yang hendak pulang ke Banyuwangi berujung maut. Minggu dini hari (9/1), bus yang membawa puluhan penumpang tersebut mengalami kecelakaan di jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 816 +200. Rombongan baru saja mengikuti family gathering di Bandung.  

Akibat kecelakaan itu, dua penumpang meninggal dunia. Tidak hanya itu, kecelakaan yang diduga akibat sopir bus mengantuk itu mengakibatkan sembilan penumpang mengalami luka-luka hingga patah tulang kaki. Insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30, masuk Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah melalui Kanit Laka Aiptu Eko Yuli Juilavianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan di ruas jalan tol Paspro, Minggu dini hari (9/1). Bus pariwisata nopol DK 7917 FC yang dikemudikan Trias Bayu Laksono, 36, melaju dari arah Surabaya menuju Banyuwangi untuk pulang.

Baca Juga :  Tambah Sepuluh Sekolah Lagi

Namun sayang, diduga sopir asal jalan Diponegoro Kotak Kulon, Kabupaten Bondowoso itu mengantuk ketika mengemudikan bus. ”Diduga sopir bus mengantuk dan hilang konsentrasi. Akibat kejadian kecelakaan itu, dua penumpang bus meninggal dunia dan sembilan korban mengalami luka-luka,” Eko Yuli saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Eko menambahkan, saat bus melaju dengan kecepatan tinggi, mendadak hilang kendali. Bus dengan cepat  pindah dari jalur kanan ke kiri. Dalam waktu bersamaan, di depannya ada truk nopol P9974 UR yang berjalan searah. Bus pariwisata itupun menabrak truk yang dikemudikan Mashuri, 42, asal Desa /Kecamatan Singorujuh, Banyuwangi. Hingga akhirnya, bagian depan kiri bus itu ringsek setelah menghantam truk tersebut.

”Sopir bus dan truk sudah kami amankan untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut. Korban selamat sudah dievakuasi untuk mendapatkan penangananan medis di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota,” terangnya.

Baca Juga :  Tempat Kos di Cungking Digerebek, Diduga Ada Penyimpanan Benur

Korban tewas adalah Ismail Ghofi, 56, dan Siti Ulfa, 34, yang sama-sama asal Blimbingsari. Sedangkan korban luka yang  selamat ada sembilan  orang. Mereka semua asal dari Banyuwangi.  ”Informasi dari hasil keterangan, rombongan bus ini habis dari Bandung atau Jawa Barat dan hendak pulang ke Banyuwangi,” ujarnya.

Ditanya soal penyebab terjadinya kecelakaan, Kanit Laka menerangkan akibat faktor sopir bus mengantuk. Sehingga, saat melaju dengan  kecepatan tinggi, bus pindah lajur ke kiri tanpa disadari oleh sopir bus. Hingga akhirnya bus menabrak truk yang ada di depan jalur kiri. ”Bus rombongan itu ada sopir cadangannya. Kemungkinan karena ingin cepat sampai, sopir bus  memaksakan tetap mengemudi meski kondisi sudah mengantuk,” terangnya.

TONGAS, Radar Bromo – Perjalanan rombongan wisata karyawan notaris  yang hendak pulang ke Banyuwangi berujung maut. Minggu dini hari (9/1), bus yang membawa puluhan penumpang tersebut mengalami kecelakaan di jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 816 +200. Rombongan baru saja mengikuti family gathering di Bandung.  

Akibat kecelakaan itu, dua penumpang meninggal dunia. Tidak hanya itu, kecelakaan yang diduga akibat sopir bus mengantuk itu mengakibatkan sembilan penumpang mengalami luka-luka hingga patah tulang kaki. Insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30, masuk Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah melalui Kanit Laka Aiptu Eko Yuli Juilavianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan di ruas jalan tol Paspro, Minggu dini hari (9/1). Bus pariwisata nopol DK 7917 FC yang dikemudikan Trias Bayu Laksono, 36, melaju dari arah Surabaya menuju Banyuwangi untuk pulang.

Baca Juga :  Satu Suro Mandikan Ratusan Keris

Namun sayang, diduga sopir asal jalan Diponegoro Kotak Kulon, Kabupaten Bondowoso itu mengantuk ketika mengemudikan bus. ”Diduga sopir bus mengantuk dan hilang konsentrasi. Akibat kejadian kecelakaan itu, dua penumpang bus meninggal dunia dan sembilan korban mengalami luka-luka,” Eko Yuli saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Eko menambahkan, saat bus melaju dengan kecepatan tinggi, mendadak hilang kendali. Bus dengan cepat  pindah dari jalur kanan ke kiri. Dalam waktu bersamaan, di depannya ada truk nopol P9974 UR yang berjalan searah. Bus pariwisata itupun menabrak truk yang dikemudikan Mashuri, 42, asal Desa /Kecamatan Singorujuh, Banyuwangi. Hingga akhirnya, bagian depan kiri bus itu ringsek setelah menghantam truk tersebut.

”Sopir bus dan truk sudah kami amankan untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut. Korban selamat sudah dievakuasi untuk mendapatkan penangananan medis di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota,” terangnya.

Baca Juga :  Salah Injak Pedal, Agya Nyemplung Sungai

Korban tewas adalah Ismail Ghofi, 56, dan Siti Ulfa, 34, yang sama-sama asal Blimbingsari. Sedangkan korban luka yang  selamat ada sembilan  orang. Mereka semua asal dari Banyuwangi.  ”Informasi dari hasil keterangan, rombongan bus ini habis dari Bandung atau Jawa Barat dan hendak pulang ke Banyuwangi,” ujarnya.

Ditanya soal penyebab terjadinya kecelakaan, Kanit Laka menerangkan akibat faktor sopir bus mengantuk. Sehingga, saat melaju dengan  kecepatan tinggi, bus pindah lajur ke kiri tanpa disadari oleh sopir bus. Hingga akhirnya bus menabrak truk yang ada di depan jalur kiri. ”Bus rombongan itu ada sopir cadangannya. Kemungkinan karena ingin cepat sampai, sopir bus  memaksakan tetap mengemudi meski kondisi sudah mengantuk,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/