alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Sakit, Warga Mojokerto Diturunkan dari Bus Wisata

JawaPos.com – Abdul Halim, 43, seorang wisatawan asal Kabupaten Mojokerto, diturunkan dari bus wisata di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi kemarin (9/1). Abdul diduga terpaksa ditinggalkan oleh rombongan bus karena kondisinya sakit dengan gejala yang mengarah Covid.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, sekitar pukul 04.00 dini hari kemarin (9/1), bus berwarna hijau menurunkan penumpang yang sakit tersebut di depan rumah warga di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru. Selanjutnya, bus melanjutkan perjalanannya ke wisata Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. ”Pasien itu kondisi tubuhnya panas tinggi, lemah, dan mengalami sesak napas,” ujarnya.

Baca Juga :  Penambalan Jalan Serentak Dimulai sejak Pertengahan Ramadan

Selanjutnya, petugas BPBD yang bertugas di checkpoint Kalibaru dengan berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap, menjemput penumpang asal Dusun Sambikerep, RT 2 RW 1, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerjo itu. Selanjutnya, pasien dibawa ke Puskesmas Kalibaru Kulon.

Eka menyebutkan, hingga siang kemarin kondisi pasien belum sadarkan diri. Pasien tersebut masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Kalibaru Kulon. ”Pasien masih belum dapat dimintai keterangan. Petugas hanya menemukan kartu identitas pasien yang ada di dalam dompetnya,” terangnya.

Untuk saat ini, kata Eka, petugas BPBD Banyuwangi masih berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi untuk melacak keberadaan bus yang membawa rombongan wisata dari Mojokerto itu. Informasi sementara, bus belum sampai di Pulau Merah dan masih mengantarkan rombongan untuk makan. ”Kami kesulitan melacak bus tersebut lantaran tak ada yang mengetahui nomor polisi dan ciri-ciri kendaraan yang membawa rombongan wisata itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemiripan Upal dengan Uang Asli Hanya 25 Persen

Eka menyebut, pasien diduga sengaja diturunkan di Kecamatan Kalibaru karena dikhawatirkan akan menulari rombongan di dalam bus tersebut. Sopir diduga tidak mau mengambil pilihan lain dan terpaksa menurunkan salah satu penumpang tersebut. Kemudian rombonga langsung meneruskan perjalanan ke Pulau Merah. ”Jika pasien itu nantinya positif Covid-19, akan segera kami pulangkan ke Kabupaten Mojokerto,” pungkas Eka. (kri/bay/c1)

JawaPos.com – Abdul Halim, 43, seorang wisatawan asal Kabupaten Mojokerto, diturunkan dari bus wisata di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi kemarin (9/1). Abdul diduga terpaksa ditinggalkan oleh rombongan bus karena kondisinya sakit dengan gejala yang mengarah Covid.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, sekitar pukul 04.00 dini hari kemarin (9/1), bus berwarna hijau menurunkan penumpang yang sakit tersebut di depan rumah warga di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru. Selanjutnya, bus melanjutkan perjalanannya ke wisata Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. ”Pasien itu kondisi tubuhnya panas tinggi, lemah, dan mengalami sesak napas,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyelenggara Berdalih Cari Bibit-Bibit Pembalap

Selanjutnya, petugas BPBD yang bertugas di checkpoint Kalibaru dengan berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap, menjemput penumpang asal Dusun Sambikerep, RT 2 RW 1, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerjo itu. Selanjutnya, pasien dibawa ke Puskesmas Kalibaru Kulon.

Eka menyebutkan, hingga siang kemarin kondisi pasien belum sadarkan diri. Pasien tersebut masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Kalibaru Kulon. ”Pasien masih belum dapat dimintai keterangan. Petugas hanya menemukan kartu identitas pasien yang ada di dalam dompetnya,” terangnya.

Untuk saat ini, kata Eka, petugas BPBD Banyuwangi masih berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi untuk melacak keberadaan bus yang membawa rombongan wisata dari Mojokerto itu. Informasi sementara, bus belum sampai di Pulau Merah dan masih mengantarkan rombongan untuk makan. ”Kami kesulitan melacak bus tersebut lantaran tak ada yang mengetahui nomor polisi dan ciri-ciri kendaraan yang membawa rombongan wisata itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Urus SIM Dapat Vaksin Gratis

Eka menyebut, pasien diduga sengaja diturunkan di Kecamatan Kalibaru karena dikhawatirkan akan menulari rombongan di dalam bus tersebut. Sopir diduga tidak mau mengambil pilihan lain dan terpaksa menurunkan salah satu penumpang tersebut. Kemudian rombonga langsung meneruskan perjalanan ke Pulau Merah. ”Jika pasien itu nantinya positif Covid-19, akan segera kami pulangkan ke Kabupaten Mojokerto,” pungkas Eka. (kri/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/