alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Musim Kemarau Tiba, 60 Hotspot Bermunculan di Sumatera

JawaPos.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau memperingati sejumlah daerah yang memiliki titik hotspot. Sebab saat ini Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Bahkan untuk di Sumatera telah terdapa 60 titik hotspot. 11 di antaranya terdapat di Provinsi Riau.

Dari data BMKG Riau, ke-11 hotspot itu tersebar di enam kabupaten. Semua itu tersebar di Bengkalis 1, Inhil 1, Meranti 1, Kuansing 2, Pelalawan 5 dan , Siak 1 titik.

“Di Sumatera saat ini ada 60 titik panas, 11 diantaranya di Riau,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Riau, Slamet Riyadi sebagaimanan dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Jumat (9/6).

Disebutkannya, kendati saat ini Riau sudah masuk musim kemarau, tapi tetap ada hujan dengan intensitasnya rendah. “Saat ini kita menghimbau kewaspadaan munculnya hotspot,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pagi Daftar Polisi, Siang Ikut UNBK

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengungkapkan, kini pihaknya sedang menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap itu.

Dia meminta seluruh daerah, termasuk daerah yang rawan kebakaran agar melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Seluruh warga disarankan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Lalu semua pihak diminta aktif berpartisipasi melaporkan kepada perangkat desa, BPBD Riau, Kabupaten/Kota, aparat keamanan terdekat apabila menemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Selanjutnya, kepada perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan kehutanan agar dapat menjaga kawasan dan sekitarnya dari kebakaran.

Pelaku pembakar dan kebakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi hukum baik berupa denda maupun hukuman penjara. Untuk respon cepat laporkan kebakan hutan dan lahan ke pusat informasi BPBD 0761-855734. dan juga mengajak bersama-sama masyarakat untuk mempertahankan Riau bebas asap karhutla. “Jadi ada sanksi tegasnya untuk masalah ini, dan semua ada dalam surat edaran itu,” tegasnya. (gus/man/iil/JPG)

Baca Juga :  Tuntas Tunaikan Rukun Haji, Jamaah Sempatkan Tawaf Perpisahan

JawaPos.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau memperingati sejumlah daerah yang memiliki titik hotspot. Sebab saat ini Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Bahkan untuk di Sumatera telah terdapa 60 titik hotspot. 11 di antaranya terdapat di Provinsi Riau.

Dari data BMKG Riau, ke-11 hotspot itu tersebar di enam kabupaten. Semua itu tersebar di Bengkalis 1, Inhil 1, Meranti 1, Kuansing 2, Pelalawan 5 dan , Siak 1 titik.

“Di Sumatera saat ini ada 60 titik panas, 11 diantaranya di Riau,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Riau, Slamet Riyadi sebagaimanan dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Jumat (9/6).

Disebutkannya, kendati saat ini Riau sudah masuk musim kemarau, tapi tetap ada hujan dengan intensitasnya rendah. “Saat ini kita menghimbau kewaspadaan munculnya hotspot,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kerugian Investasi Bodong Hampir Rp 1 Miliar

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengungkapkan, kini pihaknya sedang menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap itu.

Dia meminta seluruh daerah, termasuk daerah yang rawan kebakaran agar melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Seluruh warga disarankan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Lalu semua pihak diminta aktif berpartisipasi melaporkan kepada perangkat desa, BPBD Riau, Kabupaten/Kota, aparat keamanan terdekat apabila menemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Selanjutnya, kepada perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan kehutanan agar dapat menjaga kawasan dan sekitarnya dari kebakaran.

Pelaku pembakar dan kebakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi hukum baik berupa denda maupun hukuman penjara. Untuk respon cepat laporkan kebakan hutan dan lahan ke pusat informasi BPBD 0761-855734. dan juga mengajak bersama-sama masyarakat untuk mempertahankan Riau bebas asap karhutla. “Jadi ada sanksi tegasnya untuk masalah ini, dan semua ada dalam surat edaran itu,” tegasnya. (gus/man/iil/JPG)

Baca Juga :  Satpol PP Diminta Tindak Tegas Penambang Ilegal

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/