alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Penutupan Tempat Isolasi di Balai Diklat Dikaji Lagi

RadarBanyuwangi.id – Penutupan tempat isolasi pasien korona di Balai Diklat Licin berdampak terhadap kenaikan angka Covid-19. Sejak tempat tersebut ditutup, angka penularan Covid-19 di Banyuwangi mengalami fluktuasi.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, rencana dibukanya balai diklat masih dalam kajian. Menurutnya, balai diklat dianggap lebih efektif menekan angka penularan Covid-19 dibanding tempat isolasi lain di kecamatan. ”Kalau di balai diklat, penanganan pasien tidak hanya secara umum, tapi juga psikis. Pasien diajak olahraga setiap hari,” kata Arman.

Sebelumnya, Balai Diklat Licin ditutup dengan pertimbangan jumlah pasien Covid terus berkurang. Pertimbangan lainnya, pengiriman pasien dari beberapa wilayah di Banyuwangi dianggap kurang efektif. Sehingga muncul kebijakan untuk mengalihkan ke isolasi karantina tingkat kecamatan agar pengawasannya lebih mudah.

Baca Juga :  Meski Hasilnya Negatif, Tetap Harus Jalani Isolasi Mandiri

Mereka yang positif dan dinyatakan OTG ditempatkan di rumah isolasi yang sudah disiapkan oleh satgas kecamatan. Penjemputanya dilakukan dengan kendaraan Covid hunter agar mempercepat proses perpindahan pasien. ”Untuk Balai Diklat Licin kita sedang upayakan untuk bisa dibuka kembali,” kata Arman.

Selain menyiapkan Balai Diklat Licin sebagai kawasan isolasi terpusat, pihaknya akan mengevaluasi penerapan hukuman bagi masyarakat yang nekat menggelar kegiatan di tengah pandemi. Dalam beberapa pekan terakhir Banyuwangi kembali masuk zona oranye. Banyak kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa bisa memicu kenaikan angka Covid-19.

Kejadian terakhir lomba road race di Marina Boom. Untuk meningkatkan efek jera, Satgas tengah menyiapkan hukuman yang bisa diterapkan kepada pelanggar prokes. Mulai denda seperti yang disebutkan di Perbup atau penerapan undang-undang karantina yang bisa berujung pidana. ”Yang denda sudah kita terapkan beberapa bulan ini, tapi masih belum efektif. Kita sedang siapkan anev (analisa dan evaluasi, Red) lagi untuk mengkaji hukuman yang efektif,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Baca Juga :  Lagi, Muhammadiyah Bantu Air Minum Warga Wongsorejo

RadarBanyuwangi.id – Penutupan tempat isolasi pasien korona di Balai Diklat Licin berdampak terhadap kenaikan angka Covid-19. Sejak tempat tersebut ditutup, angka penularan Covid-19 di Banyuwangi mengalami fluktuasi.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, rencana dibukanya balai diklat masih dalam kajian. Menurutnya, balai diklat dianggap lebih efektif menekan angka penularan Covid-19 dibanding tempat isolasi lain di kecamatan. ”Kalau di balai diklat, penanganan pasien tidak hanya secara umum, tapi juga psikis. Pasien diajak olahraga setiap hari,” kata Arman.

Sebelumnya, Balai Diklat Licin ditutup dengan pertimbangan jumlah pasien Covid terus berkurang. Pertimbangan lainnya, pengiriman pasien dari beberapa wilayah di Banyuwangi dianggap kurang efektif. Sehingga muncul kebijakan untuk mengalihkan ke isolasi karantina tingkat kecamatan agar pengawasannya lebih mudah.

Baca Juga :  Insentif Jaspel Nakes Covid-19 Belum Terbayar

Mereka yang positif dan dinyatakan OTG ditempatkan di rumah isolasi yang sudah disiapkan oleh satgas kecamatan. Penjemputanya dilakukan dengan kendaraan Covid hunter agar mempercepat proses perpindahan pasien. ”Untuk Balai Diklat Licin kita sedang upayakan untuk bisa dibuka kembali,” kata Arman.

Selain menyiapkan Balai Diklat Licin sebagai kawasan isolasi terpusat, pihaknya akan mengevaluasi penerapan hukuman bagi masyarakat yang nekat menggelar kegiatan di tengah pandemi. Dalam beberapa pekan terakhir Banyuwangi kembali masuk zona oranye. Banyak kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa bisa memicu kenaikan angka Covid-19.

Kejadian terakhir lomba road race di Marina Boom. Untuk meningkatkan efek jera, Satgas tengah menyiapkan hukuman yang bisa diterapkan kepada pelanggar prokes. Mulai denda seperti yang disebutkan di Perbup atau penerapan undang-undang karantina yang bisa berujung pidana. ”Yang denda sudah kita terapkan beberapa bulan ini, tapi masih belum efektif. Kita sedang siapkan anev (analisa dan evaluasi, Red) lagi untuk mengkaji hukuman yang efektif,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Baca Juga :  Peserta Wajib Hadiri Technical Meeting

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/