alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Peminat Ilmu Falakiyah Kecil

RadarBanyuwangi.id – Penentuan awal bulan hijriyah, seperti Ramadan seringkali menggunakan metode rukyatul hilal. Meski terkesan gampang, tapi orang yang memiliki kemampuan ini sangat sedikit.

Itu disampaikan ketua Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi, Ghufron Mustofa dalam pelatihan rukyatul hilal di IAI Ibrahimy Genteng, kemarin.  Menurutnya, kalangan santri maupun mahasiswa yang konsen di bidang ilmu falakiyah cukup sedikit. Itu karena cukup rumit, dan ilmu astronomi ini juga kurang digalakkan, padahal kebutuhannya sangat penting. “Ini hampir sama ilmu faroid atau pembagian waris, SDM di bidang falakiyah sangat sedikit,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi itu, berbagai cara sudah dilakukan. Termasuk menggelar sejumlah pelatihan. Dalam pelatihan, para peserta diberi penjelasan mengenai hukum rukyat, praktik pengamatan bulan menggunakan peralatan manual maupun digital. “Dalam pelatihan peserta kita ajari menggunakan global station, kaidah hukum juga kita sampaikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jumlah Lansia Terlantar di Banyuwangi Bertambah

Gufron berharap ke depan banyak lembaga pendidikan yang tergerak untuk menggalakkan keilmuan ini. Sebab, ilmu ini sangat penting untuk penentuan ibadah yang berkaitan dengan waktu, seperti pelaksanaan salat, puasa, dan haji. “Pesantren mulai ada yang fokus, seperti Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, semoga semakin banyak,” jelasnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Penentuan awal bulan hijriyah, seperti Ramadan seringkali menggunakan metode rukyatul hilal. Meski terkesan gampang, tapi orang yang memiliki kemampuan ini sangat sedikit.

Itu disampaikan ketua Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi, Ghufron Mustofa dalam pelatihan rukyatul hilal di IAI Ibrahimy Genteng, kemarin.  Menurutnya, kalangan santri maupun mahasiswa yang konsen di bidang ilmu falakiyah cukup sedikit. Itu karena cukup rumit, dan ilmu astronomi ini juga kurang digalakkan, padahal kebutuhannya sangat penting. “Ini hampir sama ilmu faroid atau pembagian waris, SDM di bidang falakiyah sangat sedikit,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi itu, berbagai cara sudah dilakukan. Termasuk menggelar sejumlah pelatihan. Dalam pelatihan, para peserta diberi penjelasan mengenai hukum rukyat, praktik pengamatan bulan menggunakan peralatan manual maupun digital. “Dalam pelatihan peserta kita ajari menggunakan global station, kaidah hukum juga kita sampaikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Hujan Deras, Jalur Menuju Kawah Ijen Tertutup Material Longsor

Gufron berharap ke depan banyak lembaga pendidikan yang tergerak untuk menggalakkan keilmuan ini. Sebab, ilmu ini sangat penting untuk penentuan ibadah yang berkaitan dengan waktu, seperti pelaksanaan salat, puasa, dan haji. “Pesantren mulai ada yang fokus, seperti Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, semoga semakin banyak,” jelasnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/