alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Air Sungai Meluap ke Atas Jembatan, Jalur Dua Dusun Putus Total

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masyarakat yang tinggal di Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (6/7) lalu harus berputar jauh lebih dari tiga kilometer untuk bisa menjangkau tempat tinggalnya. Penyebabnya, akses jalan dari Dusun Krajan yang selama ini menjadi akses utama warga Dusun Banjarwaru, terputus akibat luapan air sungai yang meluber ke jalan.

Sejak Selasa (5/7) pukul 19.30, air dari Dam Rejeng yang ada di atas jembatan penghubung dua dusun meluap tak lama setelah hujan lebat. Awalnya air hanya menggenang di atas jembatan, lalu semakin deras dan meluber hingga ke sisi utara. Derasnya air luapan sungai yang ikut membawa material  seperti kayu dan ranting pohon membuat warga yang akan melintas akhirnya memilih untuk memutar balik.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras, Permukaan Jalan Borobudur Mengelupas

Malam itu juga beberapa orang warga dari dua dusun berusaha untuk membersihkan material yang dibawa air agar tidak menyumbat. Namun, derasnya hujan dan air yang masih terus meluap membuat usaha mereka tidak maksimal. Warga pun memasang penghalang jalan seadanya agar tidak ada yang memaksakan diri untuk melewati jalur tersebut. “Air meluap sejak malam hari. Sepertinya karena di atas hujan lebat,” kata Kepala Dusun Krajan, Hendri Hidayatullah.

Dia menambahkan, penyebab dari meluapnya air sungai tersebut dikarenakan gorong-gorong yang ada di bawah jembatan tertutup. Awalnya, ada dua lubang gorong-gorong di bawah jembatan. Kemudian salah satu lubang ditutup karena digunakan untuk membuat pondasi penahan jembatan. Akibatnya, saat hujan turun dengan lebat dan debit air meningkat, gorong-gorong tak mampu menyalurkan air. Sehingga, air pun meluap hingga memutus akses jalan.

Baca Juga :  Alhamdulillah, 99 RT Berubah Jadi Zona Hijau

Kejadian ini sendiri sebenarnya bukan yang pertama kalinya terjadi di sana. 2018 silam, hujan lebat yang turun semalaman juga membuat jembatan tersebut putus. Pemerintah Desa Kelir sampai menggunakan escavator untuk mengeruk material lumpur dan kayu yang menutupi jalur tersebut. Hendri menambahkan sejak kemarin pagi masyarakat desa bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan upaya permbersihan.

Dia berharap tidak ada hujan lebat lagi yang turun agar proses pembersihan bisa berjalan dengan maksimal. “Tadi dari BPBD sudah melihat ke sini, nanti kita akan pikirkan bersama bagaimana solusinya,” ucapnya. (fre)

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masyarakat yang tinggal di Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (6/7) lalu harus berputar jauh lebih dari tiga kilometer untuk bisa menjangkau tempat tinggalnya. Penyebabnya, akses jalan dari Dusun Krajan yang selama ini menjadi akses utama warga Dusun Banjarwaru, terputus akibat luapan air sungai yang meluber ke jalan.

Sejak Selasa (5/7) pukul 19.30, air dari Dam Rejeng yang ada di atas jembatan penghubung dua dusun meluap tak lama setelah hujan lebat. Awalnya air hanya menggenang di atas jembatan, lalu semakin deras dan meluber hingga ke sisi utara. Derasnya air luapan sungai yang ikut membawa material  seperti kayu dan ranting pohon membuat warga yang akan melintas akhirnya memilih untuk memutar balik.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras, Padi Gagal Panen, Terpaksa Tanam Ulang

Malam itu juga beberapa orang warga dari dua dusun berusaha untuk membersihkan material yang dibawa air agar tidak menyumbat. Namun, derasnya hujan dan air yang masih terus meluap membuat usaha mereka tidak maksimal. Warga pun memasang penghalang jalan seadanya agar tidak ada yang memaksakan diri untuk melewati jalur tersebut. “Air meluap sejak malam hari. Sepertinya karena di atas hujan lebat,” kata Kepala Dusun Krajan, Hendri Hidayatullah.

Dia menambahkan, penyebab dari meluapnya air sungai tersebut dikarenakan gorong-gorong yang ada di bawah jembatan tertutup. Awalnya, ada dua lubang gorong-gorong di bawah jembatan. Kemudian salah satu lubang ditutup karena digunakan untuk membuat pondasi penahan jembatan. Akibatnya, saat hujan turun dengan lebat dan debit air meningkat, gorong-gorong tak mampu menyalurkan air. Sehingga, air pun meluap hingga memutus akses jalan.

Baca Juga :  DLH dan NU Bersinergi Tanam Ribuan Mangrove

Kejadian ini sendiri sebenarnya bukan yang pertama kalinya terjadi di sana. 2018 silam, hujan lebat yang turun semalaman juga membuat jembatan tersebut putus. Pemerintah Desa Kelir sampai menggunakan escavator untuk mengeruk material lumpur dan kayu yang menutupi jalur tersebut. Hendri menambahkan sejak kemarin pagi masyarakat desa bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan upaya permbersihan.

Dia berharap tidak ada hujan lebat lagi yang turun agar proses pembersihan bisa berjalan dengan maksimal. “Tadi dari BPBD sudah melihat ke sini, nanti kita akan pikirkan bersama bagaimana solusinya,” ucapnya. (fre)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/