alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

782 Peserta Ramaikan Ijen Green Run

LICIN  – Pendaftaran bagi peserta Banyuwangi Ijen Green Run (BIGR) resmi ditutup Kamis (5/4) kemarin. Dari pendaftaran online yang direkapitulasi Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, tercatat ada 782 peserta yang ikut dalam event  trail run yang menonjolkan panorama dari kaki Ijen itu.

Peserta terbanyak di kelas 6 kilometer (6K) dengan jumlah 574 orang. Di kelas ini rata-rata peserta didominasi pelari domestik. Kelas ini juga banyak diburu para keluarga yang ingin merasakan BIGR, namun dengan jarak lari yang tidak terlalu jauh. Kemudian di kelas 18 kilometer (18 K) tercatat 163 peserta.

Di kelas yang berada di tengah-tengah inilah para pelari profesional mulai turun berpartisipasi. Tak hanya pelari biasa, 12 anggota TNI dari Yon Armed Jember juga ikut turun untuk bersaing di kelas 18 K. Ada juga pelari Indonesia Ruth Theresia yang sebelumnya memenangi lari 100 K di Asia Trail Master di Brunei Darussalam.

Baca Juga :  Antisipasi Kecelakaan, Pagar Penyekatan Dipasang Stiker Pantul

Yang terakhir di kelas 33 Kilometer (33K), ada 45 pelari yang turun. Sebagian besar yang turun di kelas ini adalah pelari profesional. Termasuk lima pelari asal Kenya yang sering kali turun di kelas-kelas profesional. ”Endorse kita Rian Krisna juga sudah datang kemarin. Rencananya Pak Dahlan Iskan juga ikut hadir di BIGR kali ini,” ujar Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi Alfin Kurniawan.

BIGR sendiri akan dimulai pada pukul 06.00 dari RTH Tamansari, Desa Tamansari Licin. Jika melihat rute yang disediakan, track pada BIGR tahun ini jauh berbeda dengan tahun lalu. Seperti di kelas 6K, setelah start pelari akan diarahkan ke barat melewati jalan menuju Ijen lalu masuk ke area perkebunan karet lalu kembali turun hingga Masjid Tanah Los sebelum menuju finis di titik start.

Di kelas 18 K, peserta diberikan jalur yang lebih menantang. Selain melewati beberapa alur sungai mereka juga dilewatkan di Bukit Patah Hati dan sebagian besar area perkebunan. Di kelas 33K, pelari melewati beberapa bagian jalur yang dilewati kelas 18K. Namun mereka terus meluas hingga ke Perkebunan Bumisari tempat kampung penambang , pertigaan segawe, randu agung sebelum kembali ke titik finis.

Baca Juga :  Tandingkan Kelas Master dan Anak

Alfin menambahkan, pada BIGR tahun ini pihaknya memang ingin memberikan jalur yang lebih mengeksplorasi sudut-sudut kaki Ijen. Dia berharap, dengan pilihan jalur yang berbeda, peserta bisa lebih menikmati BIGR sebagai event sport tourism yang mengombinasikan olahraga dan pariwisata di Banyuwangi. ”Ada banyak bagian dari kaki Ijen yang menarik. Baik itu kondisi alam maupun kebudayaan masyarakat, jalur ini kita harap bisa mengeksplorasi semuanya,” tandasnya. (fre/aif)

LICIN  – Pendaftaran bagi peserta Banyuwangi Ijen Green Run (BIGR) resmi ditutup Kamis (5/4) kemarin. Dari pendaftaran online yang direkapitulasi Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, tercatat ada 782 peserta yang ikut dalam event  trail run yang menonjolkan panorama dari kaki Ijen itu.

Peserta terbanyak di kelas 6 kilometer (6K) dengan jumlah 574 orang. Di kelas ini rata-rata peserta didominasi pelari domestik. Kelas ini juga banyak diburu para keluarga yang ingin merasakan BIGR, namun dengan jarak lari yang tidak terlalu jauh. Kemudian di kelas 18 kilometer (18 K) tercatat 163 peserta.

Di kelas yang berada di tengah-tengah inilah para pelari profesional mulai turun berpartisipasi. Tak hanya pelari biasa, 12 anggota TNI dari Yon Armed Jember juga ikut turun untuk bersaing di kelas 18 K. Ada juga pelari Indonesia Ruth Theresia yang sebelumnya memenangi lari 100 K di Asia Trail Master di Brunei Darussalam.

Baca Juga :  Narkoba Jerat Oknum Kades, Polisi, dan Pengusaha Benur

Yang terakhir di kelas 33 Kilometer (33K), ada 45 pelari yang turun. Sebagian besar yang turun di kelas ini adalah pelari profesional. Termasuk lima pelari asal Kenya yang sering kali turun di kelas-kelas profesional. ”Endorse kita Rian Krisna juga sudah datang kemarin. Rencananya Pak Dahlan Iskan juga ikut hadir di BIGR kali ini,” ujar Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi Alfin Kurniawan.

BIGR sendiri akan dimulai pada pukul 06.00 dari RTH Tamansari, Desa Tamansari Licin. Jika melihat rute yang disediakan, track pada BIGR tahun ini jauh berbeda dengan tahun lalu. Seperti di kelas 6K, setelah start pelari akan diarahkan ke barat melewati jalan menuju Ijen lalu masuk ke area perkebunan karet lalu kembali turun hingga Masjid Tanah Los sebelum menuju finis di titik start.

Di kelas 18 K, peserta diberikan jalur yang lebih menantang. Selain melewati beberapa alur sungai mereka juga dilewatkan di Bukit Patah Hati dan sebagian besar area perkebunan. Di kelas 33K, pelari melewati beberapa bagian jalur yang dilewati kelas 18K. Namun mereka terus meluas hingga ke Perkebunan Bumisari tempat kampung penambang , pertigaan segawe, randu agung sebelum kembali ke titik finis.

Baca Juga :  Tandingkan Kelas Master dan Anak

Alfin menambahkan, pada BIGR tahun ini pihaknya memang ingin memberikan jalur yang lebih mengeksplorasi sudut-sudut kaki Ijen. Dia berharap, dengan pilihan jalur yang berbeda, peserta bisa lebih menikmati BIGR sebagai event sport tourism yang mengombinasikan olahraga dan pariwisata di Banyuwangi. ”Ada banyak bagian dari kaki Ijen yang menarik. Baik itu kondisi alam maupun kebudayaan masyarakat, jalur ini kita harap bisa mengeksplorasi semuanya,” tandasnya. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/