alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Massa Oase Law Firm Desak Polisi Berantas Mafia Tanah

BANYUWANGI – Usai menggelar aksi di kantor BPN Banyuwangi, massa melakukan orasi di depan Polresta Banyuwangi. Mereka mendesak aparat kepolisian memberantas mafia tanah.

Kedatangan massa itu sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di depan Polresta. Kemacetan mengular hingga 500 meter akibat menumpuknya kendaraan milik pendemo. Aksi tersebut tidak berlangsung lama.

Direktur Oase Law Firm Banyuwangi Sunandiantoro menjelaskan, kedatangannya ke Polresta tak lain mendesak aparat kepolisian memberantas mafia tanah. ”Kita minta aparat kepolisian secara tegas mengusut adanya dugaan praktik mafia tanah. Hal ini sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo,” terang Sunan.

Sunan mengatakan, adanya praktik-praktik mafia tanah di Banyuwangi ini bisa merugikan masyarakat. Makanya, pihaknya meminta aparat kepolisian bisa memberantas semuanya. ”Kita harap aparat kepolisian Polresta bekerja sesuai prinsip presisi agar masyarakat Banyuwangi tidak resah terkait praktik mafia tanah,” tegasnya.

Baca Juga :  Galang Dukungan Pembangunan Lobster Center

Sunan menambahkan, aksi yang dilakukan semata-mata untuk membantu masyarakat Banyuwangi. Masyarakat selama ini sudah cukup kesulitan ketika mengurus setifikat di BPN. ”Adanya mafia tanah tidak jarang membuat masyarakat enggan mengurus sertifikat. Dengan adanya instruksi Presiden RI seharusnya aparat kepolisian bisa bertindak dan memberantasnya,” desaknya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kabagops Kompol Agung Setya Budi mengatakan, dalam pengamanan aksi tersebut aparat kepolisian menerjunkan 230 personel. Mereka melakukan pengamanan di sejumlah titik. ”Kita sudah antisipasi dengan menempatkan personel, mereka tergabung dari anggota Polresta Banyuwangi bersama Polsek jajaran,” katanya.

Agung menegaskan, aparat kepolisian memang sudah bekerja untuk mewujudkan Polri presisi. Polresta sudah berupaya untuk memberantas adanya dugaan praktik mafia tanah. ”Jika memang ditemukan adanya praktik mafia tanah, kita persilakan masyarakat melaporkannya ke Polresta Banyuwangi,” tegasnya. 

Baca Juga :  Peringatan HPN, Wartawan Potong Tumpeng dan Undang Tukang Becak

BANYUWANGI – Usai menggelar aksi di kantor BPN Banyuwangi, massa melakukan orasi di depan Polresta Banyuwangi. Mereka mendesak aparat kepolisian memberantas mafia tanah.

Kedatangan massa itu sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di depan Polresta. Kemacetan mengular hingga 500 meter akibat menumpuknya kendaraan milik pendemo. Aksi tersebut tidak berlangsung lama.

Direktur Oase Law Firm Banyuwangi Sunandiantoro menjelaskan, kedatangannya ke Polresta tak lain mendesak aparat kepolisian memberantas mafia tanah. ”Kita minta aparat kepolisian secara tegas mengusut adanya dugaan praktik mafia tanah. Hal ini sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo,” terang Sunan.

Sunan mengatakan, adanya praktik-praktik mafia tanah di Banyuwangi ini bisa merugikan masyarakat. Makanya, pihaknya meminta aparat kepolisian bisa memberantas semuanya. ”Kita harap aparat kepolisian Polresta bekerja sesuai prinsip presisi agar masyarakat Banyuwangi tidak resah terkait praktik mafia tanah,” tegasnya.

Baca Juga :  Rayakan Galungan, PHDI Imbau Batasi Anjangsana

Sunan menambahkan, aksi yang dilakukan semata-mata untuk membantu masyarakat Banyuwangi. Masyarakat selama ini sudah cukup kesulitan ketika mengurus setifikat di BPN. ”Adanya mafia tanah tidak jarang membuat masyarakat enggan mengurus sertifikat. Dengan adanya instruksi Presiden RI seharusnya aparat kepolisian bisa bertindak dan memberantasnya,” desaknya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kabagops Kompol Agung Setya Budi mengatakan, dalam pengamanan aksi tersebut aparat kepolisian menerjunkan 230 personel. Mereka melakukan pengamanan di sejumlah titik. ”Kita sudah antisipasi dengan menempatkan personel, mereka tergabung dari anggota Polresta Banyuwangi bersama Polsek jajaran,” katanya.

Agung menegaskan, aparat kepolisian memang sudah bekerja untuk mewujudkan Polri presisi. Polresta sudah berupaya untuk memberantas adanya dugaan praktik mafia tanah. ”Jika memang ditemukan adanya praktik mafia tanah, kita persilakan masyarakat melaporkannya ke Polresta Banyuwangi,” tegasnya. 

Baca Juga :  11 Prajurit Asal Papua Berlatih di Banyuwangi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/