alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Buntut Perusakan dan Pembakaran Rumah di Silo, Tiga Warga Diciduk

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Suasana di jalur Gunung Gumitir, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, yang menjadi pembatas Kabupaten Jember- Banyuwangi, kini memanas. Anggota dari Polresta Banyuwangi dan polsek sekitar di turunkan di daerah perbatasan, Jumat siang (5/8).

Anggota polisi itu disiagakan menyusul penangkapan tiga warga Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru oleh anggota dari Polres Jember, karena diduga terlibat dalam perusakan dan pembakaran pemukiman penduduk di Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember pada Sabtu malam (30/7).

Ketiga warga Kalibaru yang ditangkap di rumahnya dan langsung dibawa ke Polres Jember itu itu Juri, 55; M. Romli, 45, dan Riko, 18. “Semua dibawa ke Polres Jember, karena TKP masuk wilayah Jember,” cetus Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabbar, Jumat (5/8).

Baca Juga :  Supermarket Mebel Bang Hasyim Buka Cabang Ke-13 di Tanggul, Jember
AKP Abdul Jabar, Kapolsek Kalibaru. (Salis Ali/Radar Genteng)

Menurut Kapolsek, aksi perusakan perumahan penduduk dan sejumlah kendaraan pada Sabtu malam (30/7) di Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, itu lokasinya perbatasan dengan Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. “Warga Lekap sudah lama resah dengan ulah beberapa oknum warga Baban (Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo) yang dianggap sering mencuri kopi di kebun milik orang Lekap,” katanya.

Kapolsek mengungkapkan lokasi kebun kopi milik kedua kelompok warga itu, kebetulan berdampingan. Karena kopinya sering dicuri, warga Dusun Lekap, Desa Banyuanyar akhirnya marah. “Warga Lekap mendatangi perkampungan warga Baban,” jelasnya.

Saat berada di kampung tetangga itu, masih kata Kapolsek, sejumlah warga dari Dusun Lekap diduga melakukan perusakan dan pembakaran. “Warga Beban lapor ke Polsek Silo dan diteruskan ke Polres Jember, dan beberapa pelaku ditangkap,” bebernya.

Baca Juga :  Kondisi Tak Memungkinkan, Sidang Terdakwa M Yunus Ditunda Pekan Depan

Di antara warga yang ditangkap polisi ityu, jelas dia, tiga warga Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Juri, 55; M. Romli, 45, dan Riko, 18.  “Takut ada gejolak, kami mulai siaga dan dibantu beberapa anggota dari polsek samping seperti Polsek Sempu, Genteng, Glenmore, dan dari Polresta Banyuwangi,” ungkapnya.

Dari pantauannya, jelas Kapolsek, saat ini kondisi di wilayahnya sudah mulai kondusif. Beberapa anggota keluarga yang diduga terlibat dalam aksi perusakan juga sudah datang ke Polsek Kalibaru. “Tokoh agama, warga, dan beberapa saudara dari terduga pelaku sudah kami datangi. Mereka kami minta untuk mengikuti prosedur yang berlaku,” pungkasnya.(sas/abi)

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Suasana di jalur Gunung Gumitir, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, yang menjadi pembatas Kabupaten Jember- Banyuwangi, kini memanas. Anggota dari Polresta Banyuwangi dan polsek sekitar di turunkan di daerah perbatasan, Jumat siang (5/8).

Anggota polisi itu disiagakan menyusul penangkapan tiga warga Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru oleh anggota dari Polres Jember, karena diduga terlibat dalam perusakan dan pembakaran pemukiman penduduk di Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember pada Sabtu malam (30/7).

Ketiga warga Kalibaru yang ditangkap di rumahnya dan langsung dibawa ke Polres Jember itu itu Juri, 55; M. Romli, 45, dan Riko, 18. “Semua dibawa ke Polres Jember, karena TKP masuk wilayah Jember,” cetus Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabbar, Jumat (5/8).

Baca Juga :  Ujian Pertama Calon Juara
AKP Abdul Jabar, Kapolsek Kalibaru. (Salis Ali/Radar Genteng)

Menurut Kapolsek, aksi perusakan perumahan penduduk dan sejumlah kendaraan pada Sabtu malam (30/7) di Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, itu lokasinya perbatasan dengan Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. “Warga Lekap sudah lama resah dengan ulah beberapa oknum warga Baban (Dusun Tetelandarungan, Desa Mulyorejo) yang dianggap sering mencuri kopi di kebun milik orang Lekap,” katanya.

Kapolsek mengungkapkan lokasi kebun kopi milik kedua kelompok warga itu, kebetulan berdampingan. Karena kopinya sering dicuri, warga Dusun Lekap, Desa Banyuanyar akhirnya marah. “Warga Lekap mendatangi perkampungan warga Baban,” jelasnya.

Saat berada di kampung tetangga itu, masih kata Kapolsek, sejumlah warga dari Dusun Lekap diduga melakukan perusakan dan pembakaran. “Warga Beban lapor ke Polsek Silo dan diteruskan ke Polres Jember, dan beberapa pelaku ditangkap,” bebernya.

Baca Juga :  PSHT Sanggup Menanggung Ganti Rugi Korban Kerusuhan

Di antara warga yang ditangkap polisi ityu, jelas dia, tiga warga Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Juri, 55; M. Romli, 45, dan Riko, 18.  “Takut ada gejolak, kami mulai siaga dan dibantu beberapa anggota dari polsek samping seperti Polsek Sempu, Genteng, Glenmore, dan dari Polresta Banyuwangi,” ungkapnya.

Dari pantauannya, jelas Kapolsek, saat ini kondisi di wilayahnya sudah mulai kondusif. Beberapa anggota keluarga yang diduga terlibat dalam aksi perusakan juga sudah datang ke Polsek Kalibaru. “Tokoh agama, warga, dan beberapa saudara dari terduga pelaku sudah kami datangi. Mereka kami minta untuk mengikuti prosedur yang berlaku,” pungkasnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/