alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Jalan Berlubang Wringinrejo Kerap Makan Korban

GAMBIRAN, Radar Genteng – Warga yang melintas di jalan Dusun Toyamas, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, harus lebih berhati-hati. Pasalnya, di sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Cluring, Gambiran, dan Genteng tersebut penuh dengan lubang.

Jalan raya yang bergelombang tersebut kerap menyebabkan kecelakaan. Jalan itu diperbaiki pada 2002 silam. Sebelum Idul Fitri lalu dilakukan tambal sulam. ”Beberapa hari lalu ada ibu hamil jatuh,” ujar Sri Isti, 47, salah satu warga yang tinggal di Dusun Toyamas.

Menurut Isti, selama ini cukup banyak warga yang jatuh saat melintas di jalan yang penuh lubang itu. Ada yang tergelincir usai mengerem mendadak karena menghindari jalan berlubang. Ada pula yang jatuh lantaran berebut jalan mulus dengan pengendara lain. ”Yang paling banyak karena tergelincir saat ngerem,” ucapnya.

Baca Juga :  Disabilitas Punya Kreativitas tanpa Batas

Isti menyebut, selain penambalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan pemerintah desa (pemdes), jalan di desanya itu sudah lama tidak tersentuh perbaikan. ”Kalau pengurukan sering, warga dan pemerintah desa yang menguruk, tapi sebentar saja sudah rusak lagi,” terangnya.

Isti berharap, jalan rusak di kampungnya itu segera mendapatkan perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi. ”Kalau di sini tidak panjang, tapi titiknya banyak dan (volume kendaraannya) padat,” pungkasnya.

Kepala Desa (Kades) Wringinrejo Mu’adim saat dikonfirmasi mengatakan, jalan di desanya itu terakhir kali mendapat perbaikan pada 2002 lalu. ”Kalau perbaikan total ya 2002 lalu, tapi sebelum Lebaran pada 2021 sempat ditambal sama PU,” katanya.

Baca Juga :  Sembunyikan Pil Koplo di Kamar Lapas

Menurut Mu’adim, selain mendapat bantuan penambalan dari Dinas PU CKPP, pihaknya juga sering melakukan penambalan secara swadaya. Hal itu untuk mengurangi intensitas kecelakaan di jalan tersebut. ”Kami setahun bisa sampai empat kali menambal secara swadaya agar tidak banyak yang kecelakaan,” ungkapnya.

Mua’dim menyebut, jalan di desanya sudah mendapat jatah perbaikan dari Dinas PU CKPP. Hanya saja, kapan pelaksanaannya belum bisa dipastikan. ”Kepastian tanggal belum ada, tapi saya sudah komunikasi dengan pihak Dinas PU,” katanya.

Kerusakan jalan di desa tersebut, menurut Mu’adim, tidak separah jalan-jalan lain yang sampai ditanami pohon pisang. Untuk itu, mendapat jatah perawatan jalan sudah bersyukur. ”Kalau di sini cukup perawatan saja, karena rusaknya tidak full,” tutupnya. (sas/abi/c1)

GAMBIRAN, Radar Genteng – Warga yang melintas di jalan Dusun Toyamas, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, harus lebih berhati-hati. Pasalnya, di sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Cluring, Gambiran, dan Genteng tersebut penuh dengan lubang.

Jalan raya yang bergelombang tersebut kerap menyebabkan kecelakaan. Jalan itu diperbaiki pada 2002 silam. Sebelum Idul Fitri lalu dilakukan tambal sulam. ”Beberapa hari lalu ada ibu hamil jatuh,” ujar Sri Isti, 47, salah satu warga yang tinggal di Dusun Toyamas.

Menurut Isti, selama ini cukup banyak warga yang jatuh saat melintas di jalan yang penuh lubang itu. Ada yang tergelincir usai mengerem mendadak karena menghindari jalan berlubang. Ada pula yang jatuh lantaran berebut jalan mulus dengan pengendara lain. ”Yang paling banyak karena tergelincir saat ngerem,” ucapnya.

Baca Juga :  Yang Nekat Buka di Malam Tahun Baru Bakal Dikenai Sanksi

Isti menyebut, selain penambalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan pemerintah desa (pemdes), jalan di desanya itu sudah lama tidak tersentuh perbaikan. ”Kalau pengurukan sering, warga dan pemerintah desa yang menguruk, tapi sebentar saja sudah rusak lagi,” terangnya.

Isti berharap, jalan rusak di kampungnya itu segera mendapatkan perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi. ”Kalau di sini tidak panjang, tapi titiknya banyak dan (volume kendaraannya) padat,” pungkasnya.

Kepala Desa (Kades) Wringinrejo Mu’adim saat dikonfirmasi mengatakan, jalan di desanya itu terakhir kali mendapat perbaikan pada 2002 lalu. ”Kalau perbaikan total ya 2002 lalu, tapi sebelum Lebaran pada 2021 sempat ditambal sama PU,” katanya.

Baca Juga :  Jalan Depan Gardu Induk PLN Membahayakan

Menurut Mu’adim, selain mendapat bantuan penambalan dari Dinas PU CKPP, pihaknya juga sering melakukan penambalan secara swadaya. Hal itu untuk mengurangi intensitas kecelakaan di jalan tersebut. ”Kami setahun bisa sampai empat kali menambal secara swadaya agar tidak banyak yang kecelakaan,” ungkapnya.

Mua’dim menyebut, jalan di desanya sudah mendapat jatah perbaikan dari Dinas PU CKPP. Hanya saja, kapan pelaksanaannya belum bisa dipastikan. ”Kepastian tanggal belum ada, tapi saya sudah komunikasi dengan pihak Dinas PU,” katanya.

Kerusakan jalan di desa tersebut, menurut Mu’adim, tidak separah jalan-jalan lain yang sampai ditanami pohon pisang. Untuk itu, mendapat jatah perawatan jalan sudah bersyukur. ”Kalau di sini cukup perawatan saja, karena rusaknya tidak full,” tutupnya. (sas/abi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/