alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Rel Patah, KA Pandanwangi Berhenti 26 Menit

GLAGAH – Perjalanan Kereta Api (KA) Pandanwangi jurusan Jember–Banyuwangi sempat terhenti tak jauh dari Stasiun Banyuwangi Kota kemarin (5/3). Penyebabnya, ada salah satu sisi rel yang patah sehingga mengakibatkan kereta tidak berani melanjutkan perjalanan sampai dilakukan perbaikan di jalur tersebut.

Plh Manajer Humas Daop 9 Jember Raditya Mahardika membenarkan ada laporan terkait rel kereta yang patah di titik kilometer 5+4 antara Stasiun Rogojampi dan Stasiun Banyuwangi Kota. Kejadian itu diketahui pukul 07.45 sesaat sebelum KA Pandanwangi melintas.

Salah seorang warga bernama Buang yang mengetahui kejadian itu langsung melapor kepada petugas PT KAI yang sedang melakukan perawatan jalur kereta. Petugas kemudian memberikan informasi ke stasiun terdekat untuk memberitahu masinis KA Pandanwangi agar menghentikan laju kereta. ”Setelah ada tanda bahaya akhirnya masinis menghentikan kereta. Tidak lama perbaikannya, sekitar 26 menit. Jadi pukul 08.11 sudah bisa melanjutkan perjalanan,” jelas Raditya.

Baca Juga :  Membutuhkan Anggaran Rp 1,684 Triliun

Dia menambahkan, jalur kereta untuk jurusan Jember menuju Banyuwangi hanya ada satu. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, masinis harus menghentikan keretanya. Atas kejadian ini, PT KAI perlu lebih teliti lagi untuk untuk memahami potensi kerusakan yang bisa terjadi pada rel kereta. ”Bisa jadi karena faktor alam akibat hujan terus-menerus, lalu terjadi pemuaian. Kita tidak temukan ada faktor kesengajaan. Baut dan sekrupnya masih aman,” tegasnya.

Kepala Stasiun Banyuwangi Kota Dedi Saiful Yasin menambahkan, secara teknis rel tersebut masih bisa digunakan meski secara visual tampak patah. Syaratnya, kereta yang melewati rel tersebut mengurangi kecepatannya. KA Pandanwangi juga melewati rel tersebut dalam kondisi masih patah.

Baca Juga :  Antrean Panjang di Jembatan Dadapan

Berkat arahan petugas, KA Pandanwangi kembali berjalan pukul 08.11 dengan kecepatan hanya 5 kilometer per jam. Baru pada pukul 09.00 petugas melakukan perbaikan dengan mengapit patahan rel menggunakan pelat sehingga bisa digunakan kereta api dengan normal. ”Tadi sudah diperbaiki. Diapit seperti model rel kereta di pintu masuk stasiun. Dalam waktu dekat pasti diperbaiki lagi,” tegasnya

PT KAI Daop 9 rencananya akan memberikan penghargaan kepada warga yang telah memberitahuan kejadian tersebut kepada petugas kereta api sehingga bisa mencegah potensi terjadinya kecelakaan akibat rel kereta api yang patah. ”Kita apresiasi warga yang melaporkan temuan ini dengan memberikan penghargaan. Pemberian penghargaan kita agendakan tanggal 10 Maret bersamaan dengan launching KA Mutiara Timur,” kata Dedi. (fre/aif/c1)

GLAGAH – Perjalanan Kereta Api (KA) Pandanwangi jurusan Jember–Banyuwangi sempat terhenti tak jauh dari Stasiun Banyuwangi Kota kemarin (5/3). Penyebabnya, ada salah satu sisi rel yang patah sehingga mengakibatkan kereta tidak berani melanjutkan perjalanan sampai dilakukan perbaikan di jalur tersebut.

Plh Manajer Humas Daop 9 Jember Raditya Mahardika membenarkan ada laporan terkait rel kereta yang patah di titik kilometer 5+4 antara Stasiun Rogojampi dan Stasiun Banyuwangi Kota. Kejadian itu diketahui pukul 07.45 sesaat sebelum KA Pandanwangi melintas.

Salah seorang warga bernama Buang yang mengetahui kejadian itu langsung melapor kepada petugas PT KAI yang sedang melakukan perawatan jalur kereta. Petugas kemudian memberikan informasi ke stasiun terdekat untuk memberitahu masinis KA Pandanwangi agar menghentikan laju kereta. ”Setelah ada tanda bahaya akhirnya masinis menghentikan kereta. Tidak lama perbaikannya, sekitar 26 menit. Jadi pukul 08.11 sudah bisa melanjutkan perjalanan,” jelas Raditya.

Baca Juga :  Dua Mobil Travel Adu Moncong, Kaki Sopir Sama-Sama Patah

Dia menambahkan, jalur kereta untuk jurusan Jember menuju Banyuwangi hanya ada satu. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, masinis harus menghentikan keretanya. Atas kejadian ini, PT KAI perlu lebih teliti lagi untuk untuk memahami potensi kerusakan yang bisa terjadi pada rel kereta. ”Bisa jadi karena faktor alam akibat hujan terus-menerus, lalu terjadi pemuaian. Kita tidak temukan ada faktor kesengajaan. Baut dan sekrupnya masih aman,” tegasnya.

Kepala Stasiun Banyuwangi Kota Dedi Saiful Yasin menambahkan, secara teknis rel tersebut masih bisa digunakan meski secara visual tampak patah. Syaratnya, kereta yang melewati rel tersebut mengurangi kecepatannya. KA Pandanwangi juga melewati rel tersebut dalam kondisi masih patah.

Baca Juga :  Duaarrr! Ternyata Gudang Rongsokan Cungking Dilalap Api

Berkat arahan petugas, KA Pandanwangi kembali berjalan pukul 08.11 dengan kecepatan hanya 5 kilometer per jam. Baru pada pukul 09.00 petugas melakukan perbaikan dengan mengapit patahan rel menggunakan pelat sehingga bisa digunakan kereta api dengan normal. ”Tadi sudah diperbaiki. Diapit seperti model rel kereta di pintu masuk stasiun. Dalam waktu dekat pasti diperbaiki lagi,” tegasnya

PT KAI Daop 9 rencananya akan memberikan penghargaan kepada warga yang telah memberitahuan kejadian tersebut kepada petugas kereta api sehingga bisa mencegah potensi terjadinya kecelakaan akibat rel kereta api yang patah. ”Kita apresiasi warga yang melaporkan temuan ini dengan memberikan penghargaan. Pemberian penghargaan kita agendakan tanggal 10 Maret bersamaan dengan launching KA Mutiara Timur,” kata Dedi. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/