alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Masuk ke Banyuwangi Wajib Bawa Surat Hasil Tes Antigen

JawaPos.com – Satgas Covid-19 terus menekan angka penyebaran virus korona di Banyuwangi. Setelah meneken surat edaran (SE) tentang pengendalian kerumunan massa, satgas kembali mengaktifkan checkpoint di empat pintu masuk menuju Banyuwangi.

Checkpoint sangat dibutuhkan untuk menekan angka penularan virus korona, terutama dari luar kota. Pertimbangan lainnya, Banyuwangi berbatasan langsung dengan empat kabupaten mulai dari Jembrana, Situbondo, Bondowoso, dan Jember yang saat ini memiliki kasus penularan yang cukup tinggi.

Mulai kemarin, dua checkpoint di jembatan timbang Kalibaru dan Watudodol kembali diaktifkan. Menyusul dua checkpoint lainnya di Desa Tamansari, Kecamatan Licin dan Pelabuhan ASDP Ketapang yang lebih dulu kembali beroperasi.

”Kita aktifkan lagi checkpoint untuk memastikan orang yang masuk ke Banyuwangi dalam keadaan sehat. Mereka yang masuk ke Banyuwangi harus menunjukkan dokumen negatif rapid test antigen, terutama yang akan bekerja di Banyuwangi,” ujar Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Baca Juga :  Informasikan Penjual Miras Dapat Hadiah

Dikatakan Arman, proses skrining untuk memeriksa para pendatang dari luar kota akan dilakukan secara acak. Petugas akan melihat potensi pendatang yang akan bekerja, berwisata, atau bepergian ke Banyuwangi.

Selama berada di checkpoint, petugas akan melihat pelat nomor kendaraan atau bertanya langsung kepada pengemudinya. ”Petugas gabungan nanti akan bergantian berjaga. Ada yang dari pemkab, TNI, Polri, Banser, Senkom, Tagana, dan beberapa ormas lainnya,” kata Arman.

Berapa lama posko perbatasan atau checkpoint diberlakukan? Arman menjelaskan, satgas akan melakukan evaluasi setelah sepekan checkpoint diterapkan. Jika dianggap efektif, akan tetap dilanjutkan. Pemberlakuan skrining tersebut akan disahkan dalam surat edaran yang diteken ketua Satgas Covid-19 dalam hal ini Bupati Banyuwangi. ”Kami lihat dulu dalam kurun waktu seminggu ini. Acuan kita tetap ingin pencegahan masif, tapi seimbang. Harapannya masyarakat Banyuwangi tetap sehat, ekonomi berjalan lancar,” tandas mantan Wadir Reskrimsus Polda Jatim tersebut. (fre/aif/c1)

Baca Juga :  Penumpang Pelabuhan Jangkar Keluhkan Biaya Rapid Test

JawaPos.com – Satgas Covid-19 terus menekan angka penyebaran virus korona di Banyuwangi. Setelah meneken surat edaran (SE) tentang pengendalian kerumunan massa, satgas kembali mengaktifkan checkpoint di empat pintu masuk menuju Banyuwangi.

Checkpoint sangat dibutuhkan untuk menekan angka penularan virus korona, terutama dari luar kota. Pertimbangan lainnya, Banyuwangi berbatasan langsung dengan empat kabupaten mulai dari Jembrana, Situbondo, Bondowoso, dan Jember yang saat ini memiliki kasus penularan yang cukup tinggi.

Mulai kemarin, dua checkpoint di jembatan timbang Kalibaru dan Watudodol kembali diaktifkan. Menyusul dua checkpoint lainnya di Desa Tamansari, Kecamatan Licin dan Pelabuhan ASDP Ketapang yang lebih dulu kembali beroperasi.

”Kita aktifkan lagi checkpoint untuk memastikan orang yang masuk ke Banyuwangi dalam keadaan sehat. Mereka yang masuk ke Banyuwangi harus menunjukkan dokumen negatif rapid test antigen, terutama yang akan bekerja di Banyuwangi,” ujar Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Baca Juga :  Informasikan Penjual Miras Dapat Hadiah

Dikatakan Arman, proses skrining untuk memeriksa para pendatang dari luar kota akan dilakukan secara acak. Petugas akan melihat potensi pendatang yang akan bekerja, berwisata, atau bepergian ke Banyuwangi.

Selama berada di checkpoint, petugas akan melihat pelat nomor kendaraan atau bertanya langsung kepada pengemudinya. ”Petugas gabungan nanti akan bergantian berjaga. Ada yang dari pemkab, TNI, Polri, Banser, Senkom, Tagana, dan beberapa ormas lainnya,” kata Arman.

Berapa lama posko perbatasan atau checkpoint diberlakukan? Arman menjelaskan, satgas akan melakukan evaluasi setelah sepekan checkpoint diterapkan. Jika dianggap efektif, akan tetap dilanjutkan. Pemberlakuan skrining tersebut akan disahkan dalam surat edaran yang diteken ketua Satgas Covid-19 dalam hal ini Bupati Banyuwangi. ”Kami lihat dulu dalam kurun waktu seminggu ini. Acuan kita tetap ingin pencegahan masif, tapi seimbang. Harapannya masyarakat Banyuwangi tetap sehat, ekonomi berjalan lancar,” tandas mantan Wadir Reskrimsus Polda Jatim tersebut. (fre/aif/c1)

Baca Juga :  Pengelola Kuliner Ikan Bakar Diminta Patuhi Prokes

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/