alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

KSOP Usulkan Tambahan 130 Meter Dermaga

RadarBanyuwangi.id – Volume kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi selama ini dianggap sudah terlalu ramai. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menambah panjang dermaga yang ada di Banyuwangi utara tersebut.

Menindaklanjuti usulan tersebut, kemarin (5/6) anggota Komisi IV DPR RI Sumail Abdullah melihat langsung kondisi pelabuhan yang memiliki panjang 540 meter tersebut. Bersama jajaran pejabat KSOP Tanjung Wangi, Sumail melihat sisi-sisi pelabuhan yang saat ini berfungsi sebagai pelabuhan yang menampung beragam jenis kapal. Mulai dari kapal ikan, kapal tanker, kapal perintis, hingga kapal perang.

”Dermaga ini sudah sering over. Sering kali kita harus memilih prioritas siapa yang bisa sandar lebih awal. Karena itu kita butuh dermaga yang lebih panjang,” kata Kepala KSOP Tanjung Wangi Letkol (Mar) Benyamin Ginting kepada RadarBanyuwangi.id.

Ginting menambahkan, saat ini panjang Pelabuhan Tanjung Wangi mencapai 540 meter. KSOP sendiri mengusulkan tambahan 130 meter lagi reklamasi di sisi utara Pelabuhan Tanjung Wangi agar bisa menjadi dermaga baru.

Baca Juga :  177 Peluru dan Detonator di Bawah Dermaga Ketapang, Ulah Teroris?

”Tanah yang pertama panjangnya 50 meter. Ini sudah selesai dibangun tahun 2015 dermaganya, yang kemarin sempat digunakan untuk dermaga kapal selam. Kita masih punya 80 meter lagi yang belum dibangun. Jadi total ada 130 meter. Ini sudah bisa digunakan untuk bersandar kapal besar,” imbuh mantan KSOP Kendari itu.

Ginting juga menjelaskan, sebelumnya sempat ada tinjauan terhadap kondisi pelabuhan dan kantor KSOP dari Kementerian Perhubungan. Dari tinjauan tersebut, muncul pula rekomendasi untuk membangun kantor KSOP yang baru berbarengan dengan pembangunan dermaga nantinya. ”Yang 540 meter di Tanjung Wangi itu dermaga milik Pelindo. Jika yang 130 meter ini jadi, nantinya akan menjadi milik Dirjen Perhubungan Laut. Karena itu kita harap dengan bantuan DPR RI akan bisa direalisasikan,”jelasnya.

Baca Juga :  Polresta Larang Sahur On The Road

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Sumail Abdullah mengatakan, ada beberapa perencanaan yang menurutnya bisa direalisasikan. Termasuk kebutuhan kesyahbandaran seperti kantor KSOP dan dermaga sepanjang 130 meter. ”Insya Allah tahun depan kita bangun dermaganya. Kita lihat anggaran perubahan nanti. Ini menjadi tanggung jawab saya untuk alokasi anggaran,” terangnya.

Sembari menunggu kejelasan pembangunan pelabuhan, kemarin KSOP juga meminta warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Tanjung Wangi untuk melakukan padat karya dengan membersihkan kawasan. Warga yang rata-rata pengangguran itu, menurut Kepala KSOP Benyamin Ginting, diberi pekerjaan agar masyarakat merasakan dampak dari persiapan rencana pembangunan dermaga. ”Mereka kita bayar tiap hari. Tapi nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Volume kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi selama ini dianggap sudah terlalu ramai. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menambah panjang dermaga yang ada di Banyuwangi utara tersebut.

Menindaklanjuti usulan tersebut, kemarin (5/6) anggota Komisi IV DPR RI Sumail Abdullah melihat langsung kondisi pelabuhan yang memiliki panjang 540 meter tersebut. Bersama jajaran pejabat KSOP Tanjung Wangi, Sumail melihat sisi-sisi pelabuhan yang saat ini berfungsi sebagai pelabuhan yang menampung beragam jenis kapal. Mulai dari kapal ikan, kapal tanker, kapal perintis, hingga kapal perang.

”Dermaga ini sudah sering over. Sering kali kita harus memilih prioritas siapa yang bisa sandar lebih awal. Karena itu kita butuh dermaga yang lebih panjang,” kata Kepala KSOP Tanjung Wangi Letkol (Mar) Benyamin Ginting kepada RadarBanyuwangi.id.

Ginting menambahkan, saat ini panjang Pelabuhan Tanjung Wangi mencapai 540 meter. KSOP sendiri mengusulkan tambahan 130 meter lagi reklamasi di sisi utara Pelabuhan Tanjung Wangi agar bisa menjadi dermaga baru.

Baca Juga :  71 Anggota Polresta Kedapatan Obesitas

”Tanah yang pertama panjangnya 50 meter. Ini sudah selesai dibangun tahun 2015 dermaganya, yang kemarin sempat digunakan untuk dermaga kapal selam. Kita masih punya 80 meter lagi yang belum dibangun. Jadi total ada 130 meter. Ini sudah bisa digunakan untuk bersandar kapal besar,” imbuh mantan KSOP Kendari itu.

Ginting juga menjelaskan, sebelumnya sempat ada tinjauan terhadap kondisi pelabuhan dan kantor KSOP dari Kementerian Perhubungan. Dari tinjauan tersebut, muncul pula rekomendasi untuk membangun kantor KSOP yang baru berbarengan dengan pembangunan dermaga nantinya. ”Yang 540 meter di Tanjung Wangi itu dermaga milik Pelindo. Jika yang 130 meter ini jadi, nantinya akan menjadi milik Dirjen Perhubungan Laut. Karena itu kita harap dengan bantuan DPR RI akan bisa direalisasikan,”jelasnya.

Baca Juga :  Sebelum Pandemi Habiskan 200 Bungkus Sehari, Sekarang Sepi Pembeli

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Sumail Abdullah mengatakan, ada beberapa perencanaan yang menurutnya bisa direalisasikan. Termasuk kebutuhan kesyahbandaran seperti kantor KSOP dan dermaga sepanjang 130 meter. ”Insya Allah tahun depan kita bangun dermaganya. Kita lihat anggaran perubahan nanti. Ini menjadi tanggung jawab saya untuk alokasi anggaran,” terangnya.

Sembari menunggu kejelasan pembangunan pelabuhan, kemarin KSOP juga meminta warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Tanjung Wangi untuk melakukan padat karya dengan membersihkan kawasan. Warga yang rata-rata pengangguran itu, menurut Kepala KSOP Benyamin Ginting, diberi pekerjaan agar masyarakat merasakan dampak dari persiapan rencana pembangunan dermaga. ”Mereka kita bayar tiap hari. Tapi nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Petani kok Miskin?

Sapi Mati Akibat PMK Hanya Enam Ekor

Bersahabat dengan Burung

Artikel Terbaru

/